Pengertian Asuransi, Unsur, Jenis, Prinsip, Penggolongan, Manfaat dan Pengaturan Asuransi

Loading...

Pastinya semua orang sudah akrab dengan istilah ini. Karena saat ini hampir semua masyarakat Indonesia sudah bergabung atau menjadi nasabah dari produk ini. Khususnya asuransi kesehatan dari pemerintah (BPJS). Nah, bicara mengenai asuransi, kali ini kami akan membahasnya lebih jauh untuk anda. Mulai dari pengertian asuransi, prinsip asuransi hingga jenis-jenisnya. Penasaran? Langsung saja simak berikut ini.

Berikut beberapa pengertian mengenai asuransi, antara lain sebagai berikut:

Menurut Undang-Undang

Pengertian asuransi dicantumkan dalam Undang-Undang dan dituangkan dalam pasal 246 KUHD. Pasal ini menyebutkan bahwa asuransi adalah suatu pernjanjian antara pihak penanggung dan pihak tertanggung dengan menerima suatu premi, dalam rangka memberikan penggantian kepada pihak tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan yang disebabkan karena suatu peristiwa.

Loading...

Sedangkan menurut Undang-undang nomor 2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian memberikan definisinya, asuransi ialah perjanjian dua pihak atau lebih dimana pihak penanggung mengikatkan diri kepada pihak tertanggung dengan kesepakan akan memberikan premi jika suatu hari terjadi kerugian atau kerusakan akibat kejadian tertentu.

Menurut Wikipedia

Pengertian asuransi menurut Wikipedia yaitu istilah yang berhubungan dengan tindakan, sistem atau bisnis dengan memberikan perlindungan finansial pada jiwa seseorang, properti, kesehatan dan lain sebagainya jika terjadi kecelakaan, kerusakan, kerugian, sakit atau kematian dengan membayarkan premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.

Menurut Perusahaan Saham Indonesia

Asuransi ialah perjanjian yang dilakukan oleh pihak penanggung dan tertanggung yang berkewajiban membayar premi untuk penggantian resiko kerugian, kerusakan, kematian, kehilangan keuntungan yang diharapkan karena sebuah peristiwa yang tidak terduga.

Unsur Asuransi

Asuransi mempunyai unsur-unsur yuridis yang telah di atur dalam undang-undang, unsur tersebut ialah sebagai berikut :

  1. Pihak tertanggung
    Pihak tertanggung ialah orang yang kepentingannya diasuransikan. Pihak tertanggung ini ialah orang yang wajib membayarkan premi kepada pihak penanggung dan berhak menerima ganti rugi atas kerusakan atau kerugian yang dialaminya.
  2. Pihak Penanggung
    Pihak penanggung ialah pihak dari perusahaan asuransi yang wajib membayarkan sejumlah biaya ganti rugi kepada pihak tertanggung.
  3. Perjanjian Asuransi
    Pihak tertanggung dan pihak penanggung akan membuat suatu perjanjian yang disepakati oleh kedua pihak. Dalam pernjanjian ini harus ada kesepakan dimana tidak ada satu pihak yang merasa dirugikan.
  4. Pembayaran Premi
    Premi ialah sejumlah biaya yang wajib dibayarkan oleh pihak tertanggung kepada pihak penanggung.
  5. Adanya kerugian, kerusakan, kehilangan keuntungan
    Apabila pihak tertanggung menderita kerugian, kerusakan, kehilangan keuntungan yang diakibatkan oleh suatu kejadian atau peristiwa maka pihak penanggung wajib membayarkan biaya ganti rugi sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati.

Prinsip Dasar Asuransi

Asuransi mempunyai 6 prinsip dasar yaitu sebagai berikut.

  1. Indemnity
    Indemnity ialah suatu mekanisme di mana pihak penanggung memberikan kompensasi finansial dalam rangka menempatkan pihak tertanggung pada posisi keuangan seperti sebelum terjadinya kerugian. Dalam hal ini pihak penanggung mengembalikan keadaan pihak tertanggung seperti sedia kala setelah terjadinya suatu peristiwa yang merugikan pihak tertanggung.
  2. Insurable Interest
    Yaitu hak setiap orang untuk mengasuransikan jiwanya ataupun segala hal dengan pihak penyedia asuransi yang diakui secara hukum.
  3. Utmost good faith
    Ialah tindakan untuk mengungkapkan secara lengkap dan akurat mengenai segala hal yang diasuransikan. Pihak tertanggung harus dengan jujur menjawab segala informasi yang diasuransikan kepada pihak penanggung sesuai dengan fakta dan keadaan yang sebenarnya tanpa rekayasa agar dapat dipertanggungkan.
  4. Subrogation
    Subrogation adalah suatu pengalihan hak tuntut dari pihak tertanggung kepada pihak penanggung setelah klaim dibayarkan.
  5. Proximate Cause
    Yaitu suatu analisa yang dilakukan untuk melihat penyebab kejadian yang merugikan pihak tertanggung apakah kejadian tersebut masuk atau tidak pada kesepakan awal dalam rangka klaim pembayaran. Jadi suatu peristiwa yang menyebabkan kerugian pihak tertanggung harus sesuai dengan ketentuan pihak penanggung jika tidak sesuai maka pihak penaggung tidak wajib membayarkan ganti rugi.
  6. Contibution
    Contribution yaitu sikap gotong royong dengan menyelesaikan masalah secara bersama-sama.

Jenis Asuransi

Berikut ini jenis-jenis asuransi yang ada di Indonesia.

  1. Asuransi kesehatan
    Asuransi kesehatan merupakan produk asuransi yang menangani masalah kesehatan pihak tertanggung meliputi biaya rawat inap, obat-obatan dan seluruh proses tindakan kedokteran dalam rangka memulihkan kesehatan pihak tertanggung.
  2. Asuransi Jiwa
    Asuransi jiwa ialah produk asuransi yang menjamin jika terjadi kematian pihak tertanggung dengan memberikan jaminan finansial kepada pihak tertanggung atas kematiannya.
  3. Asuransi kendaraan
    Asuransi kendaraan yaitu produk perlindungan pada kendaraan yang dimiliki oleh pihak tertanggung. Apabila terjadi kerusakan pada kendaraan maka pihak tertanggung akan mendapatkan ganti rugi untuk kerusakan tersebut. Seluruh biaya kerusakan akan ditanggung oleh pihak asuransi.
  4. Asuransi Rumah dan Properti
    Asuransi rumah dan properti yaitu perlindungan terhadap rumah dan properti yang pihak tertanggung miliki. Misalnya saja perlindungan kebakaran, jika terjadi kebakaran di rumah tertanggung maka dia berhak mendapatkan ganti rugi hingga keadaan rumah pulih seperti sedia kala.
  5. Asuransi bisnis
    Yaitu asuransi bisnis pada perusahaan. Asuransi ini akan melindungi perusahaan dari kerugian dan kerusakan pada jumlah besar.
  6. Asuransi pendidikan
    Asuransi pendidikan ialah jaminan terhadap pendidikan anak yang telah didaftarkan oleh orang tua. Jadi pendidikan anak telah dijamin oleh pihak perusahaan asuransi, seluruh biaya pendidikan anak dapat di klaim sesuai perjanjian waktu klaim yang telah disepakati oleh kedua pihak.

Penggolongan Asuransi

Asuransi dapat digolongkan menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.

1. Menurut Sifat Pelaksanaannya
  • Asuransi sukarela
    Pada prinsipnya pertanggungan dilakukan dengan cara sukarela, dan semata-mata dilakukan atas kesadaran seseorang akan kemungkinan terjadinya resiko kerugian atas sesuatu yang dipertanggungkan.
  • Asuransi wajib
    Merupakan asuransi yang sifatnya wajib dilakukan oleh pihak-pihak terkait yang pelakasanaannya dilakukan berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang ditetapkan oleh pemerintah.
2. Menurut Jenis Usaha Perasuransian

Menurut UU No. 2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian jenis usaha perasuransian dibagi menjadi beberapa jenis :

a. Usaha Asuransi
  • Asuransi kerugian
  • Asuransi kebakaran adalah asuransi yang menutup resiko kebakaran.
  • Asuransi pengangkutan adalah asuransi pengangkutan penanggung atau perusahaan asuransi akan menjamin kerugian yang dialami tertanggung akibat ¬†terjadinya kehilangan atau kerusakan saat pelayaran.
  • Asuransi aneka adalah jenis asuransi kerugian yang tidak dapat digolongkan kedala kedua asuransi diatas, missal : asuransi kendaraan bermotor, asuransi kecelakaan diri, dan lain sebagainya.
b. Asuransi jiwa (life insurance)

Adalah suatu jasa yang diberikan oleh perusahaan asuransi dalam penanggulangan resiko yang dikaitkan dengan jiwa atau meninggalnya seseorang yang dipertanggungkan. Asuransi jiwa memberikan:

  • Asuransi jiwa biasa (ordinary life insurance): Biasanya polis asuransi jiwa ini diterbitkan dalam suatu nilai tertentu dengan premi yang dibayar secara periodik (bulanan, triwulanan, semesteran, dan tahunan).
  • Asuransi jiwa kelompok (group life insurance): Asuransi jiwa ini biasanya dikeluarkan tanpa ada pemeriksaan medis atas suatu kelompok orang di bawah satu polis induk di mana masing-masing anggota kelompok menerima sertifikat partisipasi.
  • Asuransi jiwa industrial (industrial life insurance): Dalam jenis asuransi ini dibuat dengan jumlah nominal tertentu. Premi umumnya dibayar mingguan yang dibayarkan di rumah pemilik polis kepada agen yang disebut debit agent.
3. Reasuransi (reinsurance)

Adalah pertanggungan ulang atau pertanggungan yang dipertanggungkan atau asuransi dari asuransi. Reasuransi adalah suatu system penyebaran resiko dimana penanggung menyebarkan seluruh atau sebagian dari pertanggungan yang ditutupnya kepada penanggung yang lain. Penyebaran resiko tersebut dapat dilakukan dengan dua mekanisme, yaitu koasuransi dan reasuransi. Koasuransi adalah pertanggungan yang dilakukan secara bersama atas suatu objek asuransi. Sedangkan reasuransi adalah proses untuk untuk mengasuransikan kembali pertanggung jawaban pada pihak tertanggung.

Manfaat Asuransi

Asuransi memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai berikut.

1. Rasa aman dan perlindungan

Lembaga asuransi yang dimiliki tentu akan tertanggung untuk memberikan rasa aman dari resiko atau kerugian yang mungkin timbul. Kalau resiko atau kerugian tersebut benar-benar terjadi, pihak tertanggung (insured) berhak atas nilai kerugian sebesar nilai polis atau ditentukan berdasarkan perjanjian antara tertanggung dan penanggung.

2. Pendistribusian biaya dan manfaat yang lebih adil

Prinsip keadilan diperhitungkan dengan matang untuk menentukan nilai pertanggungan yang harus ditanggung oleh pemegang polis secara periodik dengan memperhatikan secara cermat faktor-faktor yang berpengaruh besar dalam asuransi tersebut. Untuk mendapatkan nilai pertanggungan, pihak penanggung sudah membuat kalkulasi yang tidak merugikan kedua belah pihak. Semakin besar nilai pertangguangan, semakin besar pula premi periodik yang harus dibayar oleh tertanggung.

3. Berfungsi sebagai tabungan dan sumber pendapatan

Premi yang dibayarkan setiap periode memiliki substansi yang sama dengan tabungan. Pihak penanggung juga memperhitungkan bunga atas premi yang dibayarkan dan juga bonus (sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak).

4. Alat penyebaran resiko

Resiko yang seharusnya ditanggung oleh tertanggung ikut dibebankan juga pada penanggung dengan imbalan sejumlah premi tertentu yang didasarkan atas nilai pertanggungan.

5. Membantu meningkatkan kegiatan usaha

Investasi yang dilakukan oleh para investor dibebani dengan resiko kerugian yang bisa diakibatkan oleh berbagai macam sebab (pencurian, kebakaran, kecelakaan, dan lain-lain).

Pengaturan Perasuransian di Indonesia

1. UU no.2 tahun 1992 tentang usaha perasuransian
2. PP no.73 tahun 1002 tentang usaha perasuransian
3. Keputusan menteri keuangan, antara lain:

  • Nomor 223/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi.
  • No.224/KNE.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Reasuransi
  • No.225/KMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Asurasni dan Reasuransi
  • No.226/CMK.017/1993 tanggal 26 Februari 1993 tentang Perizinan dan Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Perusahaan Penunjang Usaha Asuransi.

Bagaimana sekarang sudah lebih paham kan mengenai pengertian asuransi. Dari ulasan diatas, pastinya kita bisa menyimpulkan jika asuransi cukup bermanfaat bagi setiap orang.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *