Cara Budidaya Salak dan Manfaat Salak bagi Kesehatan

Loading...

Buah Salak

Salak merupakan buah yang sudah banyak dibudidayakan saat ini, terutama di Indonesia. Buah yang memiliki nama latin sallaka edulis ini hanya dapat tumbuh pada daerah tropis bertemperatur hangat. Di Eropa dan Amerika, buah ini disebut snake fruit karena kulitnya yang menyerupai sisik pada ular.

Untuk mengkonsumsinya, anda harus benar-benar memastikan kalau salak itu sudah matang agar rasanya benar-benar manis. Tidak banyak memang yang mengetahui manfaat dari salak. Untuk itu, dalam artikel kali ini akan kami kupas tentang beberapa manfaat salak bagi kesehatan.

Loading...

Cara Budidaya Salak dari Benih sampai Panen

Budidaya Salak – Untuk membudidayakan tanaman yang satu ini ada beberapa tahap yang harus di lalui. Sebenarnya untuk budidaya salak sendiri tidaklah terlalu susah, jika anda mau mempelajarinya. Langkah pertama untuk budidaya salak adalah pemilihan bibit, langkah ini sangatlah penting untuk mendapatkan bibit yang unggul dalam budidaya salak agar diperoleh hasil yang maksimal. Mengenai pemilihan bibit ini ada beberapa hal yang perlu kita ketahui. Adapun cara memperoleh bibit tanaman buah-buahan pada umumnya dapat diperoleh dengan 2 cara, yaitu:

Secara Generatif

Untuk mendapatkan bibit tanaman secara generative berasal dari biji yang dibenihkan. Saat ini cara generative sudah jarang dilakukan karena memiliki beberapa kelemahan, misalnya:

  • Buah yang dihasilkan bibit secara generative membutuhkan waktu yang lama.
  • Sifat buah yang dihasilkan bibit secara generative akan berbeda dengan sifat induk.
  • Hanya dilakukan jika tidak dapat dilakukan dengan cara vegetative, atau hanya dapat dikembangbiakkan dengan biji saja.
Secara Vegetatif

Untuk mendapatkan bibit tanaman secara vegetative, tidak berasal dari biji namun dari bagian lain dari tumbuhan. Misalnya, akar, batang, dan daun. Cara ini memiliki berbagai kelebihan dibandingkan secara generative, misalnya:

  • Tumbuhan yang berasal dari bibit vegetatif lebih cepat menghasilkan buah.
  • Hasil buah akan sama dengan sifat induknya
  • Sifat induk dapat dipertahankan sampai keturunan selanjutnya.

Untuk salak, cara memperoleh bibit biasanya dengan menggunakan cara pembenihan dari biji, tunas anakan, dan cangkok. Penggunaan jenis bibit vegetative dan generative sangatlah berpengaruh pada kecepatan berbuah suatu tanaman. Jika bibit yang diperoleh dengan cara generative maka akan memerlukan waktu yang lebih lama untuk dapat berbuah, yaitu sekitar 7-10 tahun. Hal itu karena tumbuhan harus memulai fase vegetative dengan menyediakan akar, batang dan daun terlebih dahulu sampai besar, baru fase generative untuk berbunga dan berbuah. Contohnya, mangga yang ditanam dari biji akan berbuah dalam umur 5 tahun, namun dengan cangkokan hanya dalam umur 3 tahun sudah dapat berbuah.

Sedangkan, jika bibit berasal dari bibit vegetative, maka tanaman akan lebih cepat berbuah, karena tumbuhan sudah memiliki organ tubuh yang lengkap yaitu akar, batang, dan daun. Sehingga tumbuhan tinggal melaksanakan fase generative yaitu berbunga dan berbuah.

Pemilihan Bibit

Bibit tanaman untuk di budidaya sebaiknya di semai atau dibuat sendiri. Karena apabila kita memperoleh bibit tanaman dengan cara membeli, tidak ada jaminan akan kualitas bibit yang kita beli yang akan berujung pada kekecewaan karena tidak sesuai dengan yang di harapkan. Hal ini terjadi karena bisa saja bibit berasal dari cara generative, jadi dapat mengalami perubahan sifat. Sehingga, jika kita ingin mempertahankan sifat unggul harus didapat dengan cara vegetative.

Adapun jika memang membeli bibit adalah satu satunya jalan keluar, maka sebaiknya belilah bibit pada pedagang yang  bisa dipercaya dan sudah kita kenal dengan baik atau dengan membeli bibit pada pedagang yang sudah bersertifikat sehingga ada jaminan mutunya. Tujuan sertifikasi ini untuk melindungi konsumen dari kerugian yang mungkin dapat dialaminya. Sebab bila kita salah dalam memilih bibit, kita akan mengalami kerugian waktu, tenaga , dan biaya.

Pengolahan Tanah

Setelah melakukan pemilihan benih, tahap selanjutnya adalah pengolahan tanah. Proses pengolahan tanah harus direncanakan dengan baik, karena tanah inilah yang akan menentukan benih yang telah kita pilih tumbuh atau mati. Adapun pengolahan tanah meliputi beberapa langkah:

Pembuatan Saluran

Pembuatan saluran sangat penting untuk kebun yang akan kita tanami tanaman. Saluran ini berfungsi untuk saluran air di musim hujan, dan untuk mengairi kebun di musim kemarau. Maka buatlah saluran secara benar tidak asal jadi.

Pengaturan Jarak Tanam

Pengaturan jarak tanam sendiri terdiri dari dua macam, yaitu sistem penanaman monokultur dan sistem penanaman polikultur. Sistem penanaman monokultur adalah sistem penanaman yang hanya menanam satu jenis tanaman dalam satu areal. Jarak yang dipakai untuk menanam salak adalah 2 x 2 meter, dengan jumlah tanaman 1.800 rumpun untuk tiap hektarenya.

Sedangkan sistem penanaman polikultur adalah menanam areal kebun dengan beberapa jenis tanaman. Untuk sistem ini, jarak tanam antara tanaman yang satu dengan yang lain adalah 1,5 x 1,5 meter. Selain itu, ada tambahan bahwa untuk tanah yang subur, jarak tanam antara tumbuhan satu dengan yang lain lebih luas dibandingkan tanah yang kritis.

Pembuatan Lubang Tanam

Setelah menentukan jarak tanam antara tumbuhan salak yang satu dengan yang lain, maka kita sekarang mulai membuat lubang tanam. Ukuran untuk lubang tanam salak adalah 50 x 50 x 50 cm atau 75 x 75 x 75 cm. Pada saat membuat lubang tanam, sebaiknya dipisahkan antara tanah yang di bagian atas dan tanah bagian bawah.

Setelah pembuatan lubang tanam selesai, lubang dibiarkan dahulu selama 3 minggu agar terkena sinar matahari. Selain itu, lubang yang telah dibuat ditambahkan pupuk kandang atau pupuk kompos kira-kira 15 kg. Masukkan kembali tanah yang telah berisi pupuk, tunggu selama 1 minggu baru dapat ditanami dengan tanaman salak. Pemberian pupuk ini bertujuan untuk membuat tanah menjadi gembur sehingga tanaman yang di tanami dapat tumbuh dengan subur.

Penanaman Bibit

Setelah pengolahan tanah selesai, langkah selanjutnya adalah penanaman bibit salak, yang dilakasanakan pada awal musim hujan. Karena selain udara yang sejuk, juga tersedianya air yang cukup pada musim hujan, sehingga tumbuhan salak dapat tumbuh dengan baik. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada penanaman bibit salak adalah:

Waktu Tanam

Seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa waktu untuk penanaman bibit salak yang baik adalah pada awal musim penghujan. Pada saat itu masih tersedia cukup air untuk pertumbuhan dan perkembang biakkan salak. Menanam salak di awal musim penghujan juga dapat menghemat tenaga penyiraman, karena tanaman salak sudah basah oleh air hujan jadi tidak diperlukan penyiraman yang terus menerus.

Jumlah Bibit

Jika bibit salak yang ditanam berasal dari hasil biji, di tiap lubang tanam diberi 2 rumpun, sebab tidak jelasnya jenis kalamin dari tiap rumpun tanaman salak tersebut. Jadi untuk persiapan agar tanaman salak dapat berbuah. Adapun, jika bibit tanaman salak berasal dari bibit cangkokan, maka untuk setiap lubang tanam cukup diberi satu rumpun bibit tanaman salak, karena jenis kelamin induknya sudah diketahui sebelumnya.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *