Jenis Hama dan Penyakit pada Ikan Nila dan Cara Mengobatinya

Loading...

Hama dan Penyakit pada Ikan Nila – Hama ikan adalah semua makhluk hidup yang berukuran kecil maupun besar yang keberadaannya tidak diinginkan karena dapat menimbulkan pada perkembangan dan gangguan pada ikan. Sedangkan pengertian penyakit ikan adalah gejala fisiologis ikan yang disebabkan oleh suatu parasit atau faktor lingkungan yang tidak sesuai. Penyakit pada ikan selain dapat muncul karena lemahnya daya tahan tubuh ikan juga karena organisme yang menyerang ikan sehingga meyebakan suatu penyakit.

Ikan nila termasuk ikan yang memiliki daya tahan tubuh yang baik, itu sebabnya serangan penyakit jarang ditemukan dan mewabah secara besar-besaran dalam budidaya ikan nila. Kalau pun ada, hanya berupa serangan lokal. Meskipun jarang ditemukan penyakit yang mematikan, pembudidaya ikan nila tetap harus berhati-hati. Karena penyakit ikan nila bisa saja datang dan menyebar kapan saja.

Serangan hama dan penyakit pada ikan nila biasanya terjadi pada fase pembenihan, penetasan hingga pendederan ikan nila. Penyakit ikan nila bisa ditularkan lewat aliran air, udara dan kontak langsung. Penyakit ikan nila juga dapat disebabkan oleh kondisi lingkungan yang buruk.

Loading...

Untuk pengendalian hama dan pengobatan penyakit pada ikan cukup menyita waktu dan biaya. Oleh sebab itu, pencegahan harus lebih diutamakan dibanding pengobatan. Berikut beberapa hama yang mengganggu budidaya ikan nila dan cara pengendaliannya.

Hama Ikan Nila

Setiap budidaya pasti akan mengalami yang namanya gangguan yang tidak diinginkan dari hama maupun penyakit. Sama halnya dengan budidaya ikan lain pada umumnya, budidaya ikan nila juga memiliki musuh hama dan penyakit. Hama yang memangsa ikan nila tidak jauh berbeda dengan hama ikan air tawar pada umumnya. Berikut beberapa hama ikan nila yang sering dijumpai dan mempunyai efek besar bagi budidaya ikan nila.

1. Bebeasan (notonecta)

Bebeasan adalah hama yang berbentuk menyerupai beras, karena terdapat bintik putih seperti beras. Hama ini cukup berbahaya bagi ikan nila terutama benih ikan nila yang masih kecil. Pengendalian hama bebeasan ini dapat dilakukan dengan cara menyiramkan minyak tanah pada kolam. Jumlah minyak tanah yang diperlukan 2,5 liter tiap 500 m2 luas kolam.

2. Ucrit

Hama ini lebih mematikan dibandingkan hama notonecta. Ucrit memiliki warna kehijauan dan dapat bergerak sangat cepat. Hama ini menyerang ikan nila dengan cara menjepit badan ikan nila dengan taringnya hingga robek. Biasanya hama ucrit menyerang benih ikan. Hama ucrit menyukai lingkungan kolam yang banyak mengandung material organik. Untuk mencegahnya, bersihkan kolam secara rutin dari gulma dan sampah organik. Bahan kimia yang mematikan bagi ucrit, akan mematikan juga bagi benih ikan nila. Oleh karena itu, hama ucrit hanya dianjurkan untuk diberantas secara mekanis dan melakukan pencegahan.

3. Linsang

Linsang adalah hewan pemanjat pohon yang menghabiskan waktu di atas pohon. Hewan ini sangat rakus memangsa ikan. Linsang aktif berburu dan memangsa ikan di malam hari. Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara memagari kolam dengan jaring maupun membuat jebakan.

4. Kodok

Kodok sangat mengganggu perkembangbiakan ikan nila. Telur-telur ikan nila yang kelak akan menjadi anakan ikan nila merupakan makanan favorit bagi kodok. Pengendalian hama kodok ini dapat dilakukan dengan cara membersihkan kolam dari telur kodok maupun membuang kodok yang ada dalam kolam.

5. Ular

Hewan yang termasuk dalam kategori karnivora ini adalah hama yang mematikan bagi budidaya ikan nila. Ular akan menyerang dan menyantap hidup-hidup benih dan ikan nila kecil. Pengendalian hama ular dapat dilakukan dengan cara memagari kolam dengan jaring.

6. Burung

Selain memangsa benih dan ikan nila kecil, burung juga tidak jarang memangsa ikan nila dewasa. Pengendalian hama burung dapat dilakukan dengan cara memasang jaring di atas permukaan kolam atau diberi tali penghalang.

Jenis Penyakit pada Ikan Nila dan Cara Mengobatinya

Serangan penyakit pada budidaya ikan nila adalah salah satu cobaan yang harus di hadapi pembudidaya. Penyakit yang menyerang ikan nila bermacam-macam, mulai dari penyakit ringan dan mudah untuk diobati sampai penyakit serius. Dalam budidaya ikan nila secara umum, terdapat dua tipe penyakit ikan nila, yakni penyakit infeksi atau penyakit menular, dan penyakit non-infeksi yaitu disebabkan oleh kondisi lingkungan yang buruk. Berikut beberapa penyakit pada budidaya ikan nila antara lain sebagai berikut:

1. Penyakit Parasit pada Ikan Nila yang Disebabkan Oleh Trichodina sp.

Penyakit ini biasanya menyerang bagian luar tubuh ikan, yaitu kulit, sirip dan insang. Gejala yang ditimbulkan oleh Trichodina sp. pada ikan nila yaitu terlihat adanya luka pada bagian tubuh ikan. Trichodina sp. termasuk mikroorganisme parasit dan sering menyerang ikan air tawar.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara :

  • Mengganti air kolam secara teratur
  • Memasang filter air (bak pengendapan) pada instalasi pengairan kolam
  • Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan merendam ikan yang sakit dalam larutan garam (NaCl) sebanyak 500-1000 mg/liter selama 24 jam. Atau dengan larutan formalin sebanyak 25 mg/liter.
  • Lakukan pengobatan secara teratur setiap 3 hari sekali sampai ikan benar-benar sembuh.
2. Penyakit Parasit pada Ikan Nila yang Disebabkan Oleh Epistylis spp.

Epistylis spp. merupakan mikroorganisme parasit yang sering menyerang bagian luar tubuh ikan nila. Bagian tubuh yang sering diserang Epistylis spp. adalah kulit, sirip ikan dan insang. Ikan yang terserang penyakit ini akan mengalami perubahan warna insang menjadi merah kecoklatan, gangguan pernapasan pada ikan/ikan sulit bernapas, gerakan ikan lambat, dan pertumbuhan ikan terhambat. Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung antara ikan yang sakit dengan ikan sehat.

Pengendalin penyakit ini dapat dilakukan dengan cara:

  • Mengambil ikan yang sakit dan memeliharanya pada kolam karantina. Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan terhadap ikan yang sehat.
  • Menjaga kualitas air
  • Bibit yang di tebar tidak melebihi kapasitas kolam,
  • Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan merendam ikan dalam larutan formalin 200 mg/liter selama 40 menit, atau KMnO4 20 mg/liter selama 15-20 menit,
  • Pengobatan dilakukan beberapa kali sampai ikan sembuh.
3. Penyakit Jamur pada Ikan Nila yang Disebabkan Oleh Saprolegniasis

Saprolegniasis adalah organisme sejenis jamur/cendawan yang sering ditemukan pada kolam pembenihan ikan nila. Saprolegniasis sering menyerang telur-telur ikan nila, larva dan benih ikan nila. Penyakit ini biasanya menyerang bagian luar tubuh ikan. Gejala serangan terlihat seperti benang-benang halus berwarna putih sampai putih kecoklatan.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara:

  • Menjaga kualitas air yang digunakan
  • Pengobatan penyakit ini dapat dilakukan dengan merendam telur atau ikan yang terserang dalam larutan malachite green 1 mg/liter selama 1 jam, atau larutan formalin 200-300 mg/liter selama 1-3 jam, atau NaCl 5 gram/liter selama 15 menit.
  • Lakukan pengobatan beberapa kali sampai ikan sembuh
4. Penyakit Bercak Merah pada Ikan Nila

Penyakit bercak merah pada ikan nila disebabkan oleh bakteri Aeromonas dan Pseudomonas. Kedua jenis bakteri ini biasanya menyerang bagian luar dan organ dalam tubuh ikan. Gejala serangan penyakit bercak merah pada ikan nila yaitu terjadinya pendarahan pada bagian tubuh yang terserang, sisik ikan nila terkelupas, menimbulkan borok pada kulit ikan nila, perut membusung, dan terjadi pendarahan pada organ hati, ginjal dan limpa. Gejala lain yaitu gerakan ikan melemah dan sering muncul kepermukaan kolam.

Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara:

  • Menjaga kualitas air,
  • Mengganti air kolam secara teratur,
  • Memberi pakan tidak berlebihan,
  • Mencampur pakan dengan oxytetracylin 50mg/kg pakan, diberikan setiap hari selama 7-10 hari
  • Penyuntikan dengan tetramysin 0,05 ml per 100 gram bobot ikan atau kanamysin 20-40 mg/kg bobot ikan,
  • Merendam ikan yang sakit menggunakan kaliumpermanganat 10-20 mg/liter selama 30-60 menit,

Faktor Utama Penyebab Penyakit pada Budidaya Ikan Nila

Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit pada budidaya ikan nila. Biasanya penyakit pada ikan nila disebabkan karena ikan hidup dalam lingkungan perairan yang tidak cocok dengan kehidupan ikan, tetapi lingkungan tersebut mendukung patogen untuk memperbanyak diri atau berkembang biak. Hal ini dapat menyebabkan perubahan secara patofisiologi pada organ-organ tubuh ikan. Timbulnya serangan penyakit ikan di kolam merupakan hasil interaksi yang tidak serasi antara ikan, kondisi lingkungan dan organisme penyakit. Interaksi yang tidak serasi ini telah menyebabkan stress pada ikan, sehingga mekanisme pertahanan diri yang dimilikinya menjadi lemah dan akhirnya mudah diserang oleh penyakit. Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit pada ikan antara lain sebagai berikut :

  • Kualitas air
    Kualitas air harus terus dipantau, karena kualitas air yang buruk membahayakan perkembangan ikan. Pastikan saluran masuk dan keluar air tetap lancar. Bila air disirkulasikan untuk beberapa kolam, penggunaan bak penyaringan air lebih direkomendasikan. Air yang berkualitas akan membuat ikan selalu berada dalam kondisi bugar dan sehat.
  • Pakan
    Pemberian pakan harus tepat jenis dan takaran. Pakan yang tersisa akan mengendap di dasar kolam, menurunkan kualitas air dan menimbulkan gas-gas berbahaya bagi ikan.
  • Keracunan
    Keracunan pada ikan biasanya disebabkan oleh pemberian pakan yang salah, misalnya pakan kadaluarsa. Bisa juga disebabkan oleh adanya senyawa beracun dalam kolam, seperti H2S yang timbul dari pembusukan material organik di dasar kolam. Atau, polutan berbahaya yang terbawa dari sumber air.
  • Penanganan ikan
    Dalam menangani ikan usahakan secara hari-hati. Misalnya saat penebaran atau pemindahan kolam, jangan sampai tubuh ikan terluka karena jaring atau benda keras lainnya. Luka pada tubuh ikan akan memicu penyakit.
  • Genetis
    Gunakan selalu benih ikan yang baik. Penyakit juga bisa disebabkan oleh keturunan. Misalnya, bentuk tubuh ikan yang tidak sempurna atau cacat.

Tips Mencegah Serangan Penyakit pada Budidaya Ikan Nila

Melakukan pencegahan lebih baik daripada mengobati. Dengan melakukan pencegahan setidaknya dapat meminimalisir serangan penyakit pada ikan nila. Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya serangan penyakit terhadap ikan nila :

  • Kolam yang sehat untuk budidaya adalah kolam yang selalu dibersihkan disaat akan melalukan budidaya. Seperti melakukan pengolahan dasar kolam, yaitu pengeringan, pengapuran dan pemupukan. Pengeringan dilakukan dengan menjemur dasar kolam setiap kali hendak memulai budidaya. Sinar matahari bisa membunuh sebagian besar hama dan penyakit yang mungkin ada pada periode budidaya sebelumnya. Pengapuran dasar kolam juga membantu mematikan sebagian penyakit.
  • Memasang filter atau saringan pada pintu masuk air dapat mencegah hama dan vektor pembawa penyakit masuk ke dalam kolam.
  • Pemberantasan hama dilakukan secara rutin, baik secara mekanis (diambil atau dibunuh) dan pemberantasan hama secara biologis (mempertahankan predator alami hama). Apabila hama tetap membandel bisa dipertimbangkan menggunakan obat-obatan kimia yang aman terhadap ikan nila.
  • Gunakan bibit ikan nila unggul yang tahan terhadap penyakit. Bibit sebaiknya didapatkan dari sumber terpercaya, seperti litbang-litbang perikanan atau dibeli langsung dari pedagang yang bersertifikat.
  • Mengurangi kepadatan ikan agar tidak terjadi kontak antar ikan secara langsung. Dengan jarangnya populasi, kadar oksigen terlarut dalam air kolam akan lebih banyak.
  • Pemberian pakan dengan takaran yang tepat dapat menghindari terjadinya penumpukan sisa pakan dalam kolam. Sisa pakan dalam kolam sangat berbahaya karena akan membusuk sehingga menurunkan kualitas lingkungan kolam dan menjadi tempat berkembangbiaknya bibit penyakit.
  • Lakukan penanganan ikan secara hati-hati pada saat penebaran atau pemindahan antar kolam, agar ikan tidak terluka yang memicu infeksi penyakit.

Demikianlah artikel mengenai jenis hama dan penyakit pada ikan nila dan cara mengobatinya. Semoga dengan adanya tulisan diatas dapat menambah wawasan sobat mengenai hama dan penyakit pada ikan nila. Salam Tropers

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *