Pengertian JavaScript, Cara Kerja, Fungsi, dan Contoh Pengggunaan JavaScript dalam Pemograman Web

Loading...

Pengertian JavaScript – Untuk menciptakan halama web yang menarik, interaktif, serta dapat menerapkan berbagai fungsi pada halaman web tersebut tentu kita memerlukan bahasa pemograman untuk mewujudkannya.  Salah satunya yaitu dengan menggunakan JavaScript. JavaScript sendiri adalah bahasa pemrograman yang ringan dan mudah untuk digunakan. Dengan adanya JavaScript ini, maka kini halaman web tidak sekedar menjadi  halaman data dan informasi saja, tetapi juga menjadi suatu program aplikasi dengan antarmuka web.

Javascript merupakan bagian dari 3 teknologi penting yang harus dikuasai programmer web, yakni HTML untuk konten (isi dari website), CSS untuk tampilan (presentation), dan JavaScript untuk interaksi (behavior). JavaScript merupakan bahasa script, yaitu bahasa yang tidak memerlukan kompiler untuk dapat menjalankanya, tetapi cukup dengan Interpreter. Tidak perlu ada proses kompilasi terlebih dahulu agar program dapat dijalankan. karena untuk menjalankan JavaScript, kita hanya membutuhkan aplikasi text editor, dan web browser. JavaScript memiliki fitur: high-level programming language, client-side, loosely tiped, dan berorientasi objek.

Salah satu contohnya adalah Browser web Netscape Naviagtor dan Internet Exploler dari sekian banyak interpreter, karena kedua browser ini telah dilengkapi dengan Interpreter JavaScript. Tetapi tidak semua browser web dapar menjadi interpreter javascript karena belum tentu browser tersebut dilengkapi dengan interpreter JavaScript.

Loading...

Sejarah dan Perkembangan JavaScript

Sejarah JavaScript dimulai sekitar tahun 1994, ketika internet dan website sedang mengalami perkembangan yang pesat. Website pada saat itu umumnya dibuat menggunakan bahasa pemograman PERL yang pemrosesannya hanya bisa dilakukan di sisi web server.

Pada saat bahasa pemograman tersebut akan dirilis, Netscape mengadakan kerjasama dengan Sun Microsystems untuk mengembangkan LiveScript, dan tepat ketika Netscape Navigator 2 dirilis, Netscape merubah nama LiveScript menjadi JavaScript dengan tujuan bahasa baru ini akan populer seperti bahasa Java yang saat itu sedang booming di kalangan programmer. Versi JavaScript ini dinamakan dengan JavaScript 1.0

Perkembangan JavaScript Saat Ini

Dalam perkembangannya, JavaScript mengalami permasalahan yang sama seperti kode pemograman web yang bersifat client side seperti CSS, yakni bergantung kepada implementasi web browser.

Kode JavaScript yang kita buat, bisa saja tidak bekerja di Internet Explorer, karena web browser tersebut tidak mendukungnya. Sehingga programmer harus bekerja extra untuk membuat kode program agar bisa “mengakali” dukungan dari web browser.

Karena hal tersebut, JavaScript pada awalnya termasuk bahasa pemograman yang rumit, karena harus membuat beberapa kode program untuk berbagai web browser.

Namun, beberapa tahun belakangan ini, JavaScript kembali bersinar berkat kemudahan yang ditawari oleh komunitas programmer yang membuat library JavaScript seperti jQuery. Library ini memudahkan kita membuat program JavaScript untuk semua web browser, dan membuat fitur-fitur canggih yang sebelumnya membutuhkan ribuan baris kode program menjadi sederhana.

Kedepannya, JavaScript akan tetap menjadi kebutuhan programmer, apalagi untuk situs saat ini yang mengharuskan punya banyak fitur modern sebagai standar.

Cara Kerja JavaScript

Javascript bukan sebuah compiled language, artinya javascript tidak memerlukan sebuah compiler agar kode yang ada di dalamnya bisa dijalankan. Kode dari Javascript langsung diterjemahkan oleh web browser.Untuk dapat menjalankan Javascript,Web browser harus support Javascript. Semua web browseryang ada pada masa sekarang ini umumnya sudah mendukung Javascript. Javascript biasanya ditulis pada dokumen HTML atau dengan membuat file terpisah yang kita hubungkan dengan dokumen HTML .Untuk penulisan Javascript di dalam dokumen HTML, penulisan scriptnya bisa kita tulis di dalam tag <head> </head> atau di dalam tag <body></body>. Cara penulisannya ada dengan menuliskan tag <script type=”text/javascript> Kode Javascript </script>. Sedangkan apabila kita menggunakan file Javascript yang terpisah, kita bisa menambahkan tag <script type=”text/javascript” src=”filejavascript.js”></script>.

Fungsi JavaScript

Javascript adalah program dalam bentuk script, yang akan dijalankan oleh interpreter yang telah ditanamkan ke dalam browser web, sehingga browser web dapat mengeksekusi program Javascript. Program Javascript disisipkan ke dalam dokumen HTML dengan ditandai dengan tag yang diawali dengan <Script …> dan diakhiri dengan </script>.
Fungsi adalah salah satu bagian yang paling indah dari Javascript. Sebagai bahasa fungsional Javascript mengimplementasikan fungsi kelas pertama (first class function). Fungsi dapat disimpan dalam variabel, dikembalikan oleh fungsi lain, dan dikirimkan sebagai argumen untuk fungsi lainnya. Implementasi fungsi yang sangat fleksibel seperti ini membuka banyak kesempatan kepada pengembang untuk menuliskan kode yang bukan hanya berjalan dengan baik, tetapi juga sangat elegan dan indah.

Sebuah fungsi membungkus satu atau banyak perintah. Setiap kali kita memanggil fungsi, maka perintah-perintah yang ada di dalam fungsi tersebut dijalankan. Secara umum fungsi digunakan untuk penggunaan kembali kode (code reuse) dan penyimpanan informasi (information hiding). Implementasi fungsi kelas pertama juga memungkinkan kita menggunakan fungsi sebagai unit-unit yang dapat dikombinasikan, seperti layaknya sebuah lego. Dukungan terhadap pemrograman berorientasi objek juga berarti fungsi dapat kita gunakan untuk memberikan perilaku tertentu dari sebuah objek.

Fungsi JavaScript dalam Pemograman Web

JavaScript pada awal perkembangannya berfungsi untuk membuat interaksi antara user dengan situs web menjadi lebih cepat tanpa harus menunggu pemrosesan di web server. Sebelum javascript, setiap interaksi dari user harus diproses oleh web server.

Bayangkan ketika kita mengisi form registrasi untuk pendaftaran sebuah situs web, lalu men-klik tombol submit, menunggu sekitar 20 detik untuk website memproses isian form tersebut, dan mendapati halaman yang menyatakan bahwa terdapat kolom form yang masih belum diisi.

Untuk keperluan seperti inilah JavaScript dikembangkan. Pemrosesan untuk mengecek apakah seluruh form telah terisi atau tidak, bisa dipindahkan dari web server ke dalam web browser.

Dalam perkembangan selanjutnya, JavaScript tidak hanya berguna untuk validasi form, namun untuk berbagai keperluan yang lebih modern. Berbagai animasi untuk mempercantik halaman web, fitur chatting, efek-efek modern, games, semuanya bisa dibuat menggunakan JavaScript.

Akan tetapi karena sifatnya yang dijalankan di sisi client yakni di dalam web browser yang digunakan oleh pengunjung situs, user sepenuhnya dapat mengontrol eksekusi JavaScript. Hampir semua web browser menyediakan fasilitas untuk mematikan JavaScript, atau bahkan mengubah kode JavaScript yang ada. Sehingga kita tidak bisa bergantung sepenuhnya kepada JavaScript.

Cara Penulisan Tag JavaScript

Ada 3 macam cara penulisan tag javascript, yaitu;

  1. Menuliskan Tag dengan diawali <script type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut yang menginformasikan kepada browser bahwaprogram script yang ada dalam tag tersebut adalah javascript dalam format text.
  2. Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” > dan diakhir dengan </script> atribut ini digunakan dengan tujuan untuk menentukan versi dari javascript yang digunakan, sebagai contoh <script language=”javascript1.2”> menyatakan bahwa javascript yang kita gunakan adalah versi 2.1.
  3. Menuliskan Tag dengan diawali <script language=”javascript” type=”text/javascript” > dan diakhir dengan </script> cara campuran ini yaitu penulisan lama dan penulisan baru disatukan, dilakukan untuk mengantisipasi pengakses halaman web yang masih menggunakan browser web yang mendukung javascript, tetapi belum mendukung HTML

Dengan adanya javascript, maka teknik penulisan HTML dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan membuat program javascript untuk menghasilkan dokumen HTML atau dengan membuat dokumen HTML seperti biasa, kemudian jika ada program javascript, maka kita menambahkan program javascript tersebut sebagai sisipan saja.

Contoh Penggunaan JavaScript

Dari penjelasan singkat di atas, tentu masih sulit bagi kita untuk memahami bagaimana sebenarnya Javascript bekerja. Oleh karena itulah kita akan coba membuat sebuah dokumen HTML sederhana dengan menambahkan Javascript di dalamnya.Pertama – tama, kita siapkan sebuah dokumen HTML sederhana. Bisa kita tulis dari awal untuk dokumen HTML ini. Bila sudah siap, maka kita akan memiliki sebuah kode HTML dengan bentuk sebagai berikut :

   <html>

<head>

<title>Belajar Javascript</title>

</head>

<body>

<div id=”contoh”> Mari Belajar Javascript </div>

</body></html>

Jika anda sudah memahami bagaimana membuat HTML, maka ada bisa membuat kode sesuai dengan keinginan anda tanpa mengikuti contoh di atas.Setelah HTML siap, sekarang kita tambahkan Javascript di dalamnya. Yang akan saya contohkan adalah sebagai berikut :

    <!DOCTYPE html><html>

<head>

<title>Belajar Javascript</title>

</head>

<body>

<div id=”contoh”> Contoh </div>

<script>

document.getElementById(“contoh”).innerHTML = “Mari Belajar Javascript!!”;</script>

</body>

</html>

Kemudian coba jalankan dokumen HTML tersebut dengan menggunakan browser. Kita bisa lihat hasilnya bahwa kata “Contoh” yang ada pada elemen div berubah menjadi “Mari Belajar Javascript!!”. Hal ini terjadi karena pada scipt Javascript, kita memerintahkan elemen dengan id “contoh” akan berisi kata “Mari Belajar Javascript!!”.

Catatan: Jika hasil yang muncul tidak sesuai dengan yang diharapkan, coba periksa karakter seperti tanda kutip (“). Ada kemungkinan bahwa tanda tersebut bukan merupakan karakter standar yang dapat dikenali oleh browser.

Demikian penjelasan singkat mengenai pengertian JavaScipt, cara Kerja, fungsi dan contoh penggunaan JavaScript dalam pemograman web. Semoga dapat membantu Anda dalam memahami dan mejalankan JavaScript baik dalam hal pemograman maupun dalam hal lainnya.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *