Pengertian Database, Komponen, Manfaat, Tujuan dan Contoh Database

Loading...

Setiap orang pasti ingin bekerja secara efektif dan efisien. Apalagi jika pekerjaannya berhubungan dengan mengelola data. Maka untuk menyimpan, mengakses maupun mengelola data-data tersebut dibutuhkan yang namanya basis data, atau yang lebih dikenal dengan sebutan database. Dengan database maka melakukan pengolahan terutama dalam menyimpan data-data dapat berjalan lebih efektif dan efesien, sehingga dapat mempermudah pekerjaan. Taukah anda apa yang dimaksud dengan database? dan apa saja keuntungan menggunakan database? Untuk dapat memahaminya secara lengkap berikut telah kami uraikan buat sobat.

Pengertian database adalah kumpulan data-data yang tersimpan, tersusun, dan saling terhubung satu sama lain pada suatu komputer serta digunakan perangkat lunak untuk mengakses maupun mengelolanya sehingga dapat dihasilkan informasi yang berguna. Atau secara singkatnya definisi database yaitu kumpulan data yang tersimpan pada suatu komputer dan saling terhubung antara satu sama lain sehingga dapat digunakan untuk tujuan tertentu.

Pembagian Database

Menurut jenisnya, database dapat dibagi menjadi 2 macam:

Loading...
1. Basis data flat-file.

Basis data ini ideal untuk data berukuran kecil dan dapat dirubah dengan mudah. Pada dasarnya, basis data flat-file tersusun dari sekumpulan string dalam satu atau lebih file yang dapat diurai untuk mendapatkan informasi yang disimpan. Basis data flat-file cocok untuk menyimpan daftar atau data yang sederhana dan dalam jumlah kecil. Basis data flat-file akan menjadi sangat rumit apabila digunakan untuk menyimpan data dengan struktur kompleks walaupun dimungkinkan pula untuk itu. Beberapa kendala dalam menggunakan basis data jenis ini adalah rentan pada korupsi data karena tidak adanya penguncian yang melekat ketika data digunakan atau dimodifikasi dan juga adanya duplikasi data yang mungkin sulit dihindari. Salah satu tipe basis data flat-file adalah file CSV yang menggunakan pemisah koma untuk setiap nilainya.

2. Basis data relasional.

Basis data ini mempunyai struktur yang lebih logis terkait cara penyimpanan. Kata “relasional” berasal dari kenyataan bahwa tabel-tabel yang ada di basis data relasional dihubungkan satu dengan lainnya. Basis data relasional menggunakan sekumpulan tabel dua dimensi yang masing-masing tabel tersusun atas baris (tupel) dan kolom (atribut). Untuk membuat hubungan antara dua atau lebih tabel, digunakan key (atribut kunci) yaitu primary key di salah satu tabel dan foreign key di tabel yang lain. Saat ini, basis data relasional menjadi pilihan utama karena keunggulannya. Program aplikasi untuk mengakses basis data relasional menjadi lebih mudah dibuat dan dikembangkan dibandingkan dengan penggunaan basis data flat-file.

Beberapa kekurangan yang mungkin dirasakan di basis data jenis ini adalah implementasi yang lebih sulit untuk data dalam jumlah besar dengan tingkat kompleksitasnya yang tinggi. Selain itu, proses pencarian informasi juga menjadi lebih lambat karena perlu menghubungkan tabel-tabel terlebih dahulu apabila datanya tersebar di beberapa tabel. Namun, terlepas dari beberapa kekurangannya, basis data relasional telah digunakan secara luas. Saat ini, basis data relasional telah banyak dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan dari skala kecil, menengah hingga besar. Beberapa basis data ternama yang ada saat ini, baik yang berasal dari sumber terbuka (open source) atau yang komersil, adalah juga basis data relasional.

Konsep Dasar Database

Database memiliki suatu konsep yang dimana konsep tersebut diantaranya:

  • Field
    Dapat di katakan field merupakan suatu bagian dari record atau bagian dari suatu tabel yang merupakan item-item kolom data, atau disebut juga sebagai implementasi dari atribut data.
  • Record
    Field-field akan diorganisasikan menjadi record-record. Jadi record dapat dikatakan sebagai struktur yang berisi sejumlah komponen field. Pada record, field-field disusun dalam format yang sudah di tentukan.
  • File dan Tabel
    Record yang sama diorganisasikan menjadi grup yang di sebut dengan file. File dapat di katakan sebagai kumpulan fakta dari struktur record. Sedangkan tabel merupakan suatu objek pada database yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan file.

Komponen-komponen Database

Komponen-komponen pada database atau basis data diantaranya sebagai berikut ini:

1. Data

Pada database data akan tersimpan secara terintegrasi, karena database merupakan suatu kumpulan dari berbagai macam file, sehingga disusun dengan cara menghilangkan bagian-bagian file yang redudansi atau file yang rangkap. Dengan database maka data-data yang tersimpan dapat digunakan secara bersama-sama, database dapat diakses oleh pengguna dalam waktu bersamaan.

2. Hardware

Hardware disebut juga dengan perangkat keras yaitu perangkat yang dapat diraba secara fisik atau lebih tepatnya perangkat yang mempunyai fisik. Perangkat keras yang digunakan untuk database misalnya seperti second storage salah satunya yaitu harddisk yang digunakan untuk menyimpan data. Lalu perangkat input misalnya seperti keyboard, dan perangkat output misalnya seperti printer yang digunakan untuk mencetak data.

3. Software

Software disebut juga dengan perangkat lunak, perangkat ini tidak memiliki fisik berfungsi sebagai perantara antara user dengan data yang ada pada database. Software yang ada pada sistem database biasanya seperti Database Management System atau disingkat DBMS yang berfungsi untuk membantu user supaya dapat mengakses database.

4. User

User yang menggunakan database umumnya dibagi menjadi beberapa bagian seperti:

  • System Engineer
    Merupakan tenaga ahli yang memiliki tanggung jawab dalam implementasi database, selain itu system engineer juga bertanggung jawab atas mengadakan peningkatan serta melaporkan jika terjadi kesalahan pada sistem tersebut kepada pihak lain yang bersangkutan.
  • DBA (Database Administrator)
    Database Administrator merupakan user yang tugasnya mengelola sistem database secara keseluruhan.
  • Programer
    Merupakan user yang tugasnya membuat aplikasi menggunakan bahasa pemerograman supaya databese dapat di akses menggunakan aplikasi tersebut.
  • End-User
    Merupakan user yang mengakses database menggunakan program aplikasi yang dibuat oleh programer atau end-user dapat dikatakan juga sebagai pemakai database saja jadi tidak melakukan pengelola sistem secara menyeluruh atau memprogram aplikasi.

Manfaat Menggunakan Database

Adapun keuntungan atau manfaat dari penggunaan database diantaranya seperti:

  • Dapat Meminimalkan Redudansi Data
    Redudansi merupakan penyimpanan data yang sama dalam berkas yang berbeda-beda jadi jika data di update akan terjadi secara berulang-ulang. Maka dengan database redudansi data dapat di minimalkan bahkan bisa di hindari.
  • Integritas Data Yang Tinggi
    Data yang sama akan saling berelasi, jika ada perubahan pada suatu data maka data yang sama pada file yang sama akan mengalami perubahan. Integritas data sangat penting pada database karena dapat memastikan keakuratan, konsitensi, aksesbilitas dan juga kualitas yang tinggi pada suatu data.
  • Independensi Data
    Pada database data-data yang ada tidak bergantung pada softwere yang mengaksesnya, sebab struktur data pada database dirancang bedasarkan kebutuhan akan informasi jadi bukan berdasarkan softwere. Independensi juga dimana seseorang tidak bisa melakukan perubahan data jika data tersebut sedang diakses oleh orang lain.
  • Dapat Berbagi Data
    Dengan sistem database maka kita dapat berbagi data atau informasi dengan pengguna lain, sehingga data tersebut dapat digunakan secara bersama-sama.
  • Tingkat Keamanan Yang Tinggi
    Dengan sistem database kita dapat meningkatkan keamanan terhadap suatu data atau informasi sehingga tidak mudah untuk diakses orang lain, misalnya dengan memberikan password atau hak akses pada data tersebut.
  • Mudahnya Mengakses Atau Mendapatkan Data
    Database dapat mempermudah user dalam mendapatkan data yang diperlukannya, dengan berbagi data yang ada dan tentunya dengan hak akses yang telah diberikan untuk mengakses database tersebut.

Tujuan Database

Adapun tujuan dari dirancangnya dan digunakannya sistem database, diantaranya sebagai berikut ini.

  • Mempermudah user dalam mengakses data yang diperlukannya.
  • Menyediakan tempat untuk penyimpanan data yang aman dan relevan.
  • Mengurangi data yang berlebihan, misalnya dengan cara di hapus atau di manipulasi.
  • Untuk melindungi data dari gangguan fisik, sehingga terhindar dari kerusakan atau kehilangan.
  • Database dapat di kembangkan sesuai keperluan.

Tipe-tipe Database

Tipe-tipe database saat ini secara umum adalah sebagai berikut:

  • Relational Database
    Merupakan database yang paling umum di gunakan oleh orang-orang saat ini. Karena database ini sangat sederhana dan cukup mudah digunakan sehingga lebih mudah di pahami juga oleh pemakainya. Model Relational database menggunakan kumpulan tabel yang berdimensi dua atau yang disebut dengan relasi tabel. Relational database merupakan kumpulan tabel yang memiliki hubungan atau relasi. Hubungan relasi antara tabel biasanya di sebut dengan query, yaitu aturan yang telah disusun berdasarkan teknik basis data tertentu yang digunakan.
  • Operational DatabaseMerupakan database yang menyimpan data-data secara lebih rinci, biasanya digunakan untuk operasional pada organisasi secara menyeluruh. Umumnya disebut dengan SADB (Subject Area Database), transaksi database dan juga produksi database contohnya seperti pada database pelanggan, database akuntansi, dll.
  • Distributed Database
    Merupakan suatu kumpulan data-data yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya tersebar secara fisik dengan jaringan komputer sehingga dapat digunakan bersama-sama. Misalnya database ini dapat di akses dan digunakan oleh kelompok kerja dan departemen kantor tertentu saja, atau cabang-cabang pabrik dan lokasi kerja lainnya.
  • Analytical Database
    Yaitu database yang menyimpan data-data dan juga informasi yang diambil dari operasional yang telah dipilih dan dari eksternal database. Terdiri dari data maupun informasi yang dirangkum yang paling di perlukan oleh suatu organisasi dan oleh end-user. Orang-orang sering juga menyebutnya informasi database atau manajemen database.
  • Data Warehouse
    Data warehouse merupakan data yang berorientasi kepada subjek, yang terintegrasi, mempunyai dimensi waktu yang digunakan untuk mengambil suatu keputusan, Suatu data warehouse dapat menyimpan data-data saat ini hingga tahun-tahun sebelumnya, biasanya data yang diambil berasal dari database operasional suatu organisasi.
  • End-User Database
    Merupakan database yang terdiri dari berbagai macam file berisi data yang dapat di kembangkan oleh end-user pada workstation mereka masing-masing. Misalnya seperti kumpulan dokumen yang dapat di download oleh end-user.
  • Hypermedia Databases on The Web
    Yaitu suatu kumpulan dari halaman multimedia yang saling semuanya terhubung satu sama lain pada sebuah situs web. Terdiri dari halaman home page dan halaman lainnya yang dapat berisi multimedia atau campuran beberapa media seperti teks, gambar, video, dan lain-lain.
  • External Database
    Merupakan database yang menyediakan akses ke luar, seperti mengakses data online milik pribadi. Untuk menyediakan akses dari database eksternal biasanya memerlukan biaya dari layanan online atau bisa juga tanpa biaya dari banyak sumber yang ada di internet.
  • Navigational Database
    Pada Navigational database, queries dapat menemukan suatu benda dengan mengikuti referensi dari objek lain. Database ini menggunakan antar muka model jaringan dan juga hirarki, teknik navigasinya memakai pointer serta path untuk navigasi rekaman data.
  • In-memory Databases
    Salah satu database yang dioptimalkan untuk penggunaan in-memory, jadi database ini bergantung pada memory utama untuk menyimpan datanya pada komputer. Sehingga dapat dikatakan berbeda dengan database manajemen yang memakai disk untuk menyimpan datanya.
  • Document-Oriented Databases
    Merupakan database yang digunakan untuk penyimpanan data-data yang ditujukan untuk aplikasi yang membutuhkan akses ke data dengan format dokumen. Bedanya dengan database rasional yaitu aplikasi Document-Oriented Databases tidak menyimpan datanya dalam bentuk kolom dan baris maupun dengan tipe data serta lebar data yang telah pasti. Jadi database ini menyimpan data-datanya dalam bentuk format yang tak tetap. Ketika terjadi penambahan data maka user tidak perlu berfikir mengenai tipe data, maupun lebarnya dan lain-lain. Dapat dikatakan terdapat fleksibilidas dalam menyimpan data-datanya.
  • Real-time Databases
    Sistem database ini dirancang untuk memberikan solusi pada pekerjaan yang dapat mengalami perubahan secara terus menerus, berbeda dengan database lain yang tidak terpengaruh oleh waktu. Contohnya pada pasar saham yang selalu mengalami perubahan secara cepat dan juga dinamis. Real-Time Database sangat di perlukan untuk cacatan medis, analisis, akuntansi dan lain-lain yang dimana pekerjaan mengalami perubahan secara cepat dan dinamis seperti pasar saham tadi.

Contoh Aplikasi Database

Inilah beberapa contoh aplikasi database yang sering digunakan dan pada umumnya termasuk kedalam sistem basis data rasional, diantaranya seperti:

1. MySQL

MySQL merupakan basis data sumber terbuka yang paling popular dan banyak digunakan untuk aplikasi berbasis web seperti website dinamis dan e-commerce. Tahun 2013, MySQL merupakan basis data kedua yang paling banyak digunakan di dunia dan yang pertama untuk basis data sumber terbuka. Dilihat dari sejarahnya, MySQL dibuat tahun 1995 dan disponsori oleh perusahaan Swedia, MySQL AB. Pengembang platform MySQL adalah Michael Widenius, David Axmark dan Allan Larsson. MySQL dibuat untuk menyediakan opsi pengelolaan data yang efisien, terpercaya dan handal. Pada tahun 2000, platform MySQL berubah menjadi sumber terbuka dan mengikuti ketentuan GPL.

Penggunaan MySQL sebagai basis data utama untuk aplikasi web sering dipadukan dengan PHP sebagai bahasa skrip berorientasi obyek. MySQL adalah salah satu komponen penting dari web service solution stack LAMP (Linux, Apache, MySQL and PHP) yaitu platform pengembangan web sumber terbuka dimana Linux sebagai sistem operasi, Apache sebagai Web Server, MySQL sebagai basis data dan PHP sebagai bahasa skrip. Apabila Anda membangun blog atau website menggunakan CMS seperti Joomla, WordPress, Drupal atau Magento, Anda sedang menggunakan MySQL sebagai solusi basis datanya. MySQL juga banyak digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar dunia seperti Facebook, Google, Adobe, Alcatel Lucent dan juga Zappos.

Pada Januari 2008, MySQL diakuisisi oleh Sun Microsystems. Pada April 2009, terjadi pencapaian kesepakatan antara Sun Microsystems dan Oracle Corporation terkait pembelian Sun Microsystems beserta hak cipta (copyright) dan merek dagang (trademark) MySQL oleh Oracle. Namun baru pada Januari 2010, MySQL secara resmi diakuisisi oleh Oracle. Di bawah naungan Oracle Corporation, MySQL tersedia melalui skema lisensi ganda. Anda dapat menggunakan opsi lisensi sumber terbuka (GPL) selama masih mematuhi aturan lisensi tersebut. Jika Anda ingin mendistribusikan aplikasi non-GPL dimana terdapat MySQL di dalamnya, Anda dapat membeli lisensi komersial sebagai gantinya.

2. Oracle

Oracle merupakan basis data relasional terkemuka yang dimiliki oleh Oracle Corporation. Oracle telah dianggap sebagai basis data terbaik untuk versi basis data komersial. Oracle sendiri tersedia dalam berbagai konfigurasi dengan cakupan tool yang dapat disesuaikan untuk perusahaan skala kecil, menengah hingga besar yang membutuhkan solusi yang terbaik dan tepat dari sebuah basis data untuk keperluan bisnisnya. Beberapa kalangan mengatakan bahwa Oracle dianggap lebih baik untuk masalah kinerja dan skalabilitas dibandingkan dengan basis data komersil lainnya.

Sejarah Oracle dimulai pertama kali pada tahun 1977 ketika versi pertamanya dikembangkan oleh SDL (Software Development Laboratories) yang di dalamnya terdapat Larry Ellison dan dua temannya, Bob Miner dan Ed Oates. Nama Oracle sendiri berasal dari nama kode (code-name) sebuah proyek yang didanai oleh CIA ketika Larry Ellison bekerja di pekerjaan sebelumnya di Ampex. Pada tahun 1979, versi komersial Oracle tersedia untuk pertama kali, sedangkan versi terkini Oracle adalah Oracle 12c, dimana “c” mengacu pada cloud computing (komputasi awan). Cloud computing merupakan refleksi kerja Oracle untuk memperluas basis datanya yang memungkinkan perusahaan mengkonsolidasi dan mengelola basis data sebagai cloud service.

3. MariaDB

Mungkin sebagian dari Anda masih asing atau penah mendengar nama basis data ini. MariaDB merupakan sistem basis data relational yang sepenuhnya sumber terbuka. Semua kode sumber basis data MariaDB dirilis di bawah lisensi GPL, LGPL atau BSD. MariaDB sebenarnya adalah fork dari basis data MySQL. Fork di sini dapat diartikan sebagai proyek terkait yang dapat dianggap sebagai versi lain (mini) dari MySQL standar. MariaDB merupakan pengembangan versi lain MySQL oleh Michael Widenius yang telah meninggalkan Sun Microsystems setelah diakuisisi secara resmi oleh Oracle Corporation. Baca sejarah dan fork MySQL di artikel Mengenal Database MySQL Dan Keunggulannya.

Kepopuleran basis data ini terus merangkak naik. Ini terbukti pada tahun 2013, Red Hat Enterprise Linux (RHEL) telah menyingkirkan MySQL dan kemudian menggantinya dengan MariaDB. Demikian juga dengan Fedora yang lebih memilih MariaDB dibandingkan MySQL untuk rilis Fedora 19. Rilis stabil terbaru MariaDB adalah versi 10.1 yang juga dikenal dengan MariaDB Enterprise 2016. Di rilis stabil terbarunya ini, MariaDB memiliki proteksi yang jauh lebih baik dengan pengamanan basis data pada setiap lapisan. MariaDB dapat mendeteksi dan mencegah serangan dengan menggunakan access control, Key Management Services dan authentication.

4. Microsoft SQL Server

Dari namanya, Anda bisa menebak dengan mudah siapa pemilik basis data ini. Benar, Microsoft tidak hanya terkenal dengan perangkat lunak sistem operasi Microsot Windows dan Microsoft Windows Server, aplikasi perkantoran Microsoft Office dan programming language suite Microsoft Visual Studio, tetapi juga dengan basis datanya, Microsoft SQL Server. Microsoft SQL Server adalah basis data relasional yang bersifat komersial. Tidak seperti Microsoft Office Access yang peruntukannya untuk komputer dekstop, Microsoft SQL Server menyediakan layanan pengelolaan basis data untuk kelas perusahaan dan juga alat intelijen bisnis terpadu (integrated business intelligence (BI) tools).

Banyak perusahaan skala kecil, menengah dan besar dalam menjalankan server-nya menggunakan sistem operasi Microsoft Windows Server. Microsoft SQL Server tentu menjadi pilihan bagi pengguna Microsoft Windows Server karena selain mudah digunakan dan faktor ketersediaan, juga telah terintegrasi dengan Microsoft Windows Server. Versi terbaru yaitu Microsoft SQL Server 2016 tersedia untuk platform on-premises (yang dikelola di server lokal) dan juga sebagai cloud database. Versi terbaru ini juga hadir dengan fitur baru dan sejumlah peningkatan yang akan memberikan terobosan kinerja, keamanan lanjutan serta pelaporan dan analisis terpadu.

5. Microsoft Access

Aplikasi database Microsoft Acces merupakan anggota dari Microsoft Office yang dikeluarkan oleh Microsoft. Pada umumnya aplikasi database ini digunakan untuk perusahaan kecil sampai menengah.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian database, komponen database, manfaat database, tujuan database dan contoh Database. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan sobat mengenai database. Salam edukasi

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *