Pengertian Anggaran, Jenis-jenis, Tujuan dan Manfaat Anggaran untuk Perusahaan

Loading...

Pengertian Anggaran – Anggaran merupakan hal yang sangat diperlukan oleh setiap perusahaan untuk memantau laju pertumbuhan ekonomi di setiap perusahaan, karena tanpa anggaran sebuah perusahaan tidak dapat merencanakan  atau memantau sistem yang diterapkan dalam perusahaan. Bisa dikatakan anggaran merupakan hal yang wajib dimiliki oleh setiap perusahaan.

Anggaran ialah suatu rencana yang sudah disusun secara terpadu, dimana mencangkup semua kegiatan perusahaan yang dijelaskan dalam unit kesatuan moneter yang aktif dalam periode atau jangka waktu tertentu, dan yang akan datang. Sedangkan pengertian anggaran perusahaan ialah suatu proses perencanaan dan pengendalian operasi perusahaan yang dijelaskan dalam sebuah kegiatan dan tujuannya adalah untuk mengestimasikan operasi perusahaan ke dalam estimasi keuangan.

Pengertian Anggaran menurut Para Ahli

  • Pengertian Anggaran Menurut Munandar (2001:11) defenisi anggaran adalah ”suatu rencana yang disusun secara sistematis yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit atau kesatuan moneter yang berlaku untuk  jangka waktu yang akan datang.”
  • Anggaran juga dapat diartikan sebagai istilah perencanaan untuk pengendalian laba menyeluruh dapat didefenisikan secara luas sebagai suatu anggaran sistematis dan formal untuk perencanaan, pengkoordinasian dan pengendalian tanggung jawab manajemen (Welsch, 2000:5).
  • Menurut Nafarin, (2000:11), “anggaran merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang dinyatakan secara kuantitatif untuk jangka waktu tertentu dan umumnya dinyatakan dalam satuan uang, tetapi dapat juga dinyatakan dalam satuan barang maupun jasa”.
  • Menurut Sofyan (1996:14) “anggaran merupakan suatu pendekatan yang sistematis dan formal untuk tercapainya pelaksanaan fungsi perencanaan sebagai alat membantu pelaksanaan tanggung jawab manajemen”.

Jenis-jenis Anggaran

1.  Anggaran penjualan

Anggaran penjualan merupakan suatu anggaran yang menjelaskan secara rinci dan teliti tentang penjual perusahaan dimasa depan, yang mana didalamnya memuat tentang rencana jenis-jenis barang, jumlah, harga, waktu, ataupun tempat penjualan barang tersebut.

Loading...

Anggaran penjualan berisi tentang rencana penjualan selama waktu atau periode anggaran yang biasanya satu tahun, yang dinyatakan dalam satuan uang dan banyaknya penjualan.  Anggaran ini dibuat oleh perusahaan gunanya untuk meramalkan penjualan dimasa depan. Dalam proses penyusunan anggaran, anggaran penjualan ini disebut juga sebagai anggaran kunci, karena anggaran tersebut merupakan dasar dari penyusunan anggaran yang lain, seperti: anggaran produksi, kas, biaya non-produksi, serta anggaran rugi-laba.

2. Anggaran produksi

Anggaran produksi merupakaan suatu anggaran yang isinya memuat tentang  rencana-rencana unit yang dibuat selama periode anggaran. Anggaran produksi ini merupakan dasar dari pembuatan anggaran biaya produksi, seperti: biaya overhead pabrik, bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Anggaran produksi bisa juga digunakan sebagai dasar pembuatan anggaran persediaan ataupun sebaliknya.

3. Anggaran biaya bahan baku

Anggaran biaya bahan baku ini sangat dibutuhkan dalam proses produksi untuk memberikan taksiran pada bahan baku, yang dinyatakan dalam satuan uang dan jumlah bahan baku. Kemudian dari anggaran ini akan ketahuan bahan baku yang dianggarkan dan dibeli. Anggaran biaya bahan baku ini juga dipakai sebagai patokan untuk membuat anggaran kas dan rugi-laba.

4. Anggaran tenaga kerja langsung

Anggaran ini dipakai untuk menaksir biaya tenaga kerja selama periode anggaran dan digunakan sebagai acuan untuk pembuatan anggaran kas dan rugi-laba. Umumnya untuk membuat perhitungan biaya tenaga kerja langsung dikenal dua macam dasar perhitungan, yaitu: upah per unit dan upah per jam.

5. Anggaran overhead pabrik

Anggaran ini digunakan untuk membuat taksiran biaya overhead pabrik selama periode waktu tertentu untuk pembuatan anggaran kas dan rugi-laba.

6. Anggaran persediaan

Anggaran ini menyinggung tentang persediaan perusahaan dalam periode waktu tertentu. Anggaran persediaan adalah suatu anggaran perencanaan yang terperinci dan jelas berapa nilai persediaan yang ada pada periode yang akan datang. Sedangkan pada perusahaan manufaktur terdapat tiga jenis persediaan, yaitu persediaan material, persediaan barang setengah jadi dan persediaan barang jadi.

7. Anggaran biaya produksi

Anggaran ini terdiri dari anggaran biaya pemasaran dan anggaran biaya administrasi serta umum. Masing-masing memuat tentang taksiran pemasaran, biaya administrasi dan juga umum. Anggaran ini digunakan juga sebagai patokan untuk pembuatan anggaran kas dan rugi-laba.

8. Anggaran progam

Anggaran progam ialah anggaran operasi yang telah dirangkai berdasarkan progam utama perusahaan yang berwujud jenis atau keuluarga produk, misalnya progam penelitian dan juga pengembangan. Anggaran ini biasanya digunakan untuk menganalisa keselarasan diantara berbagai progam perusahaan.

9. Anggaran pertanggung jawaban

Merupakan anggaran operasi yang disusun berdasarkan pusat pertanggungjawaban yang ada dalam perusahaan. Progam pertanggungjawaban ini merupakan alat pengendali yang dipakai oleh setiap manajer dan juga sebagai pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya.

10. Anggaran pengeluaran modal

Merupakan anggaran yang berisi tentang rencana perubahan aktiva tetap perusahaan selama periode waktu anggaran. Anggaran ini dibuat atas dasar estimasi penjualan, serta digunakan sebagai patokan penyusunan anggaran: kas, biaya overhead pabrik, dan biaya non produksi

11. Anggaran kas

Anggaran kas ini mengandung taksiran sumber dan penggunaan kas selama periode waktu tertentu. Anggaran kas ini tersusun dari anggaran operasi dan pengeluaran modal, dan juga digunakan sebagai patokan untuk menyusun anggaran neraca. Bagi sebuah perusahaan, penyusunan anggaran kas ini sangat penting sekali, artinya bagi penjagaan likuiditas perusahaan itu.

12. Anggaran rugi-laba

Anggaran rugi-laba ini mengandung taksiran rugi atau laba perusahaan selama jangka waktu anggaran. Anggaran rugi-laba ini disusun berdasarkan anggaran operasi dan juga digunakan sebagai patokan penyusunan anggaran neraca.

13. Anggaran neraca

Anggaran ini memuat tentang rencana posisi keuangan atau aktiva, utang dan modal perusahaan pada awal dan akhir periode anggaran. Anggaran neraca ini disusun berdasarkan anggaran kas dan anggaran rugi laba, dan digunakan sebagai tolak ukur untuk menyusun anggaran perubahan posisi keuangan.

14. Anggaran perubahan posisi keuangan

Anggaran ini memuat tentang rencana perubahan utang, aktiva, dan modal perusahaan selama periode waktu anggaran. Anggaran ini disusun berdasarkan anggaran neraca.

Tujuan Anggaran

Adapun tujuan penyusunan anggaran adalah:

  1. Untuk menyatakan harapan/sasaran perusahaan secara jelas dan formal, sehingga bisa menghindari kerancuan dan memberikan arah terhadap apa yang hendak dicapai manajemen.
  2. Untuk mengkomunikasikan harapan manajemen kepada pihak-pihak terkait sehingga anggaran dimengerti, didukung, dan dilaksanakan.
  3. Untuk menyediakan rencana terinci mengenai aktivitas dengan maksud mengurangi ketidakpastian dan memberikan pengarahan yang jelas bagi individu dan kelompok  dalam upaya mencapai tujuan perusahaan.
  4. Untuk mengkoordinasikan cara/metode yang akan ditempuh dalam rangka memaksimalkan sumber daya.
  5. Untuk menyediakan alat pengukur dan mengendalikan kinerja individu dan kelompok, serta menyediakan informasi yang mendasari perlu-tidaknya tindakan koreksi.

Manfaat Anggaran

Dengan  penyusunan anggaran usaha-usaha perusahaan akan lebih banyak berhasil apabila ditunjang oleh kebijaksanaan-kebijaksanaan yang terarah dan dibantu oleh perencanaan-perencanaan yang matang. Perusahaan yang berkecenderungan memandang ke depan, akan selalu memikirkan apa yang mungkin dilakukannya pada masa yang akan dating. Sehingga dalam pelaksanaannya, perusahaan-perusahaan ini tinggal berpegangan pada semua rencana yang telah disusun sebelumnya. Di mana, bagaimana, mengapa, kapan, adalah pertanyaan-pertanyaan yang selalu mereka kembangkan dalam kegiatan sehari-hari. Apabila pada suatu kesempatan hal ini ditanyakan kepada seorang General Manager yang sukses, maka sering didapatkan jawaban bahwa ide-ide untuk kegiatan pada waktu mendatang pada umumnya didasarkan pada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan diatas. Dalam perusahaan-perusahaan manufatktur ( pabrik) kegiatan akan dilakukan dengan lebih efisien  dan tingkat keuntungan akan lebih besar apabila management memperhatikan rencana untuk aktivitas-aktivitasnya di masa depan. Karena itu Heckerts dan Wilson mengatakan bahwa manfaat utama daripada business budgeting adalah dapat ditentukannya kegiatan-kegiatan yang paling profitable yang akan dilakukan.

Sedangkan manfaat lain adalah membantu manajer dalam mengelola perusahaan. Manajer harus mengambil keputusan-keputusan yang paling menguntungkan perusahaan, seperti memilih barang-barang atau jasa yang akan diproduksi dan dijual, memilih/menseleksi langganan, menentukan tingkat harga, metode-metode produksi, metode-metode distribusi, termin penjualan.

Budgeting mempunyai manfaat yang pada dasarnya sama, yakni dalam hal perencanaan, koordinasi, dan pengawasan.

1. Dalam bidang perencanaan
  • Mendasarkan kegiatan-kegiatan pada penyelidikan-penyelidikan studi dan penelitian-penelitian. Budget bermanfaat untuk membantu manajer meneliti, mempelari masalah-masalah yang berhubungan dengan kegiatan yang akan dilakukan. Dengan kata lain, sebelum merencanakan kegiatan, manajer mengadakan penelitian dan pengamatan-pengamatan terlebih dahulu. Kebiasaan membuat rencana-rencana akan menguntungkan semua kegiatan. Terutama kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan kebutuhan financial, tingkat persediaan, fasilitas-fasilitas produksi, pembelian, pengiklanan, penjualan , sales promotion, pengembangan produk, expansi dan lain-lain.
  • Mengerahkan seluruh tenaga dalam perusahaan dalam menentukan arah/kegiatan yang paling menguntungkan. Budget yang disusun untuk waktu panjang, akan sangat membantu dalam mengerahkan secara tepat tenaga-tenaga kepala bagian, salesman, kepala cabang dan semua tenaga operasional.
  • Untuk membantu atau menunjang kebijaksanaan-kebijaksanaan perusahaan
  • Menentukan tujuan-tujuan perusahaan. Manajemen yang dapat menentukan tujuannya secara jelas dan logis ( dapat dilaksanakan) adalah manajemen yang akan berhasil. Penentuan tujuan ini dibatasi oleh beberapa faktor. Budget dapat membantu manajemen dalam memilih : mana tujuan yang dapat dilaksanakan dan mana yang tidak.
  • Membantu menstabilkan kesempatan kerja yang tersedia. Seorang majikan yang baik tidak akan pernah mengabaikan atau tidak mempedulikan kesejahteraan pegawainya. Perencanaan kebutuhan tenaga kerja yang baik akan mengakibatkan dapat dihindarkannya kelebihan dan kekurangan tenaga kerja. Tanpa rencana tentang kebutuhan tenaga kerja, mengakibatkan terpaksa diberhentikannya sebagian buruh yang berlebihan. Bila terus menerus berlangsung hal ini akan mengakinatkan tidak stabilnya tingkat employment
  • Mengakibatkan pemakaian alat-alat fisik secara lebih efektif. Dengan disusunnya perencanaan yang terperinci, dapat dihindarkan biaya-biaya yang timbul karena kapasitas yang berlebihan. Pemakaian alat-alat fisik yang efektif dan ekonomis akan membantu/menyokong tujuan akhir perusahaan yaitu keuntungan yang maksimum.
2. Dalam bidang koordinasi
  • Membantu mengkoordinasikan faktor manusia dengan perusahaan. Dalam beberapa situasi mungkin faktor hubungan manusia dengan perusahaan ini adalah yang terpenting. Seringkali terjadi kasus di mana manajer tidak tahu apa yang akan dilakukannya di tahun-tahun mendatang. Akibatnya kadang-kadang manajer frustasi dan merasa makin lama semakin tidak mampu mengatasinya. Penyusunan rencana yang terperinci (beruapa budget) membantu manajer mengatasi masalah itu, sehingga ia kembali merasa adanya hubungan antara kemampuannya dengan perusahaan yang dipimpinnya.
  • Menghubungkan aktivitas perusahaan dengan trend dalam dunia usaha. Dalam penelitian-penelitian yang telah dilakukan tampak bahwa trend keuntungan yang didapat oleh perusahaan tergantung juga kepada keadaan dunia usaha pada umumnya. Karena itu dengan disusunnya budget, dapat dinilai apakah rencana ter sebut sesuai denagn keadaan dunia usaha yang akan dihadapi.
  • Menempatkan penggunaan modal pada saluran-saluran yang menguntungkan, dalam arti seimbang dengan program-program perusahaan. Sebelum membelanjakan uangnya, perusahaan harus mempelajari terlebih dahulu saluran-saluran mana yang paling menguntungkan atau yang paling sesuai dengan program perusahaan. Sebagian dana digunakan untuk peralatan dan persediaan barang, sedangkan bagian yang lain dipergunakan untuk promosi dan biaya penjualan lain. Kedua bagian tersebut harus seimbang . Tanpa perencanaan yang baik mungkin saja terjadi persediaan barang terlalu jauh di atas kemampuan penjualan atau  produksi.
  • Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan dalam organisasi. Setelah rencana yang baik disusun dan kemudian dijalankan. Kelemahan-kelemahan dapat dilihat untuk kemudian diperbaiki.
3. Dalam  bidang pengawasan
  • Untuk mengawasi kegiatan-kegiatan dan pengeluaran-pengeluaran. Tujuan utama dari perencanaan adalah memilih kegiatan yang paling menguntungkan. Kegiatan tersebut tidak hanya direncanakan saja, tetapi di dalam peleksanaannya harus diadakan pengawasan agar betul-betul seperti yang direncanakan. Beberapa kegiatan dan pengeluaran sangat perlu diawasi. Misalnya : kegiatan promosi penjualan, kadang-kadang mengeluarkan terlalu banyak biaya tanpa menghasilkan kenaikan penjualan yang sepadan. Atau kegiatan produksi yang terlalu jauh menyimpang dari rencana sehingga harga pokok per unit produk demikian tinggi.
  • Untuk pencegahan secara umum pemborosan-pemborosan, sebetulnya ini adalah tujuan yang paling umum daripada penyusunan budget. Kontrol terhadap pelaksanaan diharapkan dapat mengurangi pemborosan-pemborosan.

Dengan melihat uraian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa manfaat penyusunan anggaran adalah :

  1. Adanya perencanaan terpadu. Anggaran perusahaan dapat digunakan sebagi alat untuk merumuskan rencana perusahaan dan untuk menjalankan pengendalian terhadap berbagai kegiatan perusahaan secara menyeluruh. Dengan demikian, anggaran merupakan suatu alat manajemen yang dapat digunakan baik untuk keperluan perencanaan maupun pengendalian.
  2. Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan. Anggaran dapat memberikan pedoman yang berguna baik bagi manajemen puncak maupun manajemen menengah. Anggaran yang disusun dengan baik akan membuat bawahan menyadari bahwa manajemen memiliki pemahaman yang baik tentang operasi perusahaan dan bawahan akan mendapatkan pedoman yang jelas dalam melaksanakan tugasnya. Disamping itu, penyusunan anggaran memungkinkan perusahaan untuk mengantisipasi perunahan dalam lingkungan dan melakukan penyesuaian sehingga kinerja perusahaan dapat lebih baik.
  3. Sebagai alat pengkoordinasian kerja. Penganggaran dapat memperbaiki koordinasi kerja intern perusahaan. Sistem anggaran memberikan ilustrasi operasi perusahaan secara keseluruhan. oleh karenanya system anggaran memungkinkan para manajer divisi untuk melihat hubungan antarbagian (divisi)
  4. Sebagai alat pengawasan kerja. Anggaran memerlukan serangkaian standar prestasi atau target yang bisa dibandingkan dengan realisasinya sehingga pelaksanaan setiap aktivitas dapat dinilai kinerjanya. Dalam menentukan standar acuan, diperlukan pemahaman yang realistis dan analisis yang saksama terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan. Penentuan standar yang sembarangan tanpa didasari oleh pengetahuan dapat menimbulkan lebih banyak masalah daripada manfaat. Hal ini mengingat standar dalam anggaran yang ditetapkan secara sembarangan tersebut mungkin merupakan target yang mustahil untuk dicapai karena terlalu tinggi atau terlalu rendah. Standar yang ditetapkan terlalu tinggi akan menimbulkan frustasi atau ketidakpuasan. sebaliknya penetapan standar yang terlalu rendah akan menjadikan biaya menjadi tidak terkendalikan, menurunkan laba dan semangat kerja.
  5. Sebagai alat evaluasi kegiatan perusahaan. Anggaran yang disusun dengan baik menerapkan standar yang relevan akan memberikan pedoman bagi perbaikan operasi perusahaan dalam menentukan langkah-langkah yang harus ditempuh agar pekerjaan bisa diselesaikan dengan cara yang baik, artinya menggunakan sumber-sumber daya perusahaan yang dianggap paling menguntungkan. Terhadap penyimpangan yang mungkin terjadi dalam operasionalnya perlu dilakukan evaluasi yang dapat menjadi masukan berharga bagi penyusunan anggaran selanjutnya.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian anggran, jenis-jenis, tujuan, dan manfaat anggaran untuk perusahaan. Semoga pembahasan diatas bisa bermanfaat bagi pembaca sekalian. Untuk lebih jelas Anda dapat melihat atau mempelajari pada pembahasan Anggaran yang tertera dalam buku Ekonomi.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *