Pengertian Flora dan Fauna Serta Klasifikasi, Persebaran dan Cara Melestarikannya

Loading...

Pengertian Flora dan Fauna – Dalam kesempatan kali ini admin ingin membahas mengenai flora dan fauna. Mungkin diantara sobat ada yang sudah mengerti atau memahami apa itu flora dan fauna. Namun tidak bisa dipungkiri jika masih ada yang belum terlalu memahami atau bahkan belum mengerti sama sekali mengenai apa itu flora dan fauna. Bagi sobat yang masih bingung mengenai flora dan fauna, sobat bisa menyimak penjelasan mengenai flora dan fauna di bawah ini untuk memahami lebih lanjut.

Flora dan Fauna dapat disebut sebagai tanaman dan satwa. Flora dan Fauna merupakan suatu istilah kolektif, dimana kata tersebut merujuk kepada kelompok suatu tanaman dan satwa yang berada pada wilayah tertentu. Perlu diketahui bahwa Indonesia mempunyai jumlah flora dan fauna yang beragam. Namun, banyak juga yang sudah mulai langka. Salah satu faktor kelangkaan flora dan fauna di Indonesia, disebabkan oleh ulah manusia itu sendiri seperti membakar hutan, membuka lahan dan berburu hewan-hewan langka.

Pengertian Flora

Kata flora berasal dari bahasa latin yaita nama dewi pelindung bunga serta taman dan dewi kesuburan dalam Mitologi Romawi. Flora sendiri dapat diartikan sebagai sekelompok tanaman. Sedangkan arti dari flora endemik ialah berbagai jenis tumbhan yang hidup pada wilayah tertentu. Contohnya : flora jawa, lora endemik kalimantan, dan sebagainya. Contoh flora endemik sumatera adalah raflesia arnoldi atau bunga bangkai. Flora endemik jawa adalah tanaman melati, serta flora endemik papua ialah tanaman buah merah. Biasanya dalam pemakaian katanya selalu di beri dengan tambahan nama geografis daerah tersebut, seperti nabatah eropa, nabatah amerika, nabatah asia, dan sebagainya.

Loading...

Klasifikasi Flora

Pengelompokan berbagai jenis tumbuhan ke dalam flora didasarkan pada wilayah, iklim, perioda, atau lingkungan tertentu. Wilayah-wilayah atau daerah yang berbeda secara geografis, misalnya pada pegunungan yang dibandingkan dengan daerah dataran, biasa memiliki jenis flora yang berbeda. Flora juga dapat merujuk pada perioda tertentu misalnya flora fosil. Flora yang lain yang didefinisikan dengan berdasarkan lingkungan, keadaan atau mempunyai sifat yang khusus, Misalnya :

  • Flora asli yaitu dafat berbagai jenis tumbuhan asli, yang hidup pada wilayah tertentu.
  • Flora tanaman (pertanian dan hortikultura) yaitu mencakup berbagai jenis tumbuhan yang ditanam atau dibudidayakan oleh manusia.
  • Flora gulma ialah daftar berbagai macam jenis-jenis tumbuhan yang keberadaanya tidak diinginkan untuk tumbuh di lahan pertanian atau tempat lainnya, yang disusun serta dipelajari yang berkaitan dengan usaha dalam memberantas atau mengendalikan tumbuhan tersebut.

Pengertian Fauna

Kata fauna berasal dari bahasa latin yang mempunyai arti sebagai sebagai alam hewan. Dalam mitologi Romawi, kata fauna dapat diartikan sebagai kakak dari faunus, yang artinya sebagai roh yang baik hutan serta daratan. Pengertian fauna endemik ialah seluruh jenis hewan yang hidup di wilayah tertentu. Contoh fauna endemik adalah burung cenderawasih yang asli dari Papua. Fauna asli jawa ialah badak bercula satu. Sedangkan fauna endemik sumatera yaitu harimau sumatra. Sama halnya dengan flora, fauna juga mempunyai imbuhan nama geografis dalam penggunaannya, seperti fauna australia, fauna asia, dan sebagainya.

Persebaran Flora dan Fauna

Di Indonesia penyebaran flora dan fauna asli Indonesia dipengaruhi oleh beragam hal seperti halnya aspek geografi. Para pakar zoologi berpendapat jika fauna di kawasan Indonesia memiliki tipe yang mirip dengan tipe fauna yang ada di Asia Tenggara atau oriental. Sementara itu fauna yang berada di kawasan Indonesia bagian timur memiliki kemiripan dengan fauna di benua Australia atau Australis.

Di Indonesia daerah persebaran fauna dibedakan menjadi 3 kawasan yaitu Indonesia bagian barat, kawasan Indonesia bagian timur serta kawasan peralihan atau Wallace. Sementara itu, persebaran fauna di Indonesia dipisahkan oleh garis Lydekker dan garis Webeer.

Persebaran Fauna

Persebaran fauna di Indonesia di bagi menjadi beberapa kawasan, antara lain sebagai berikut:

  • Kawasan Indonesia bagian barat – Indonesia kawasan barat meliputi Kalimantan, Sumatera, Jawa dan Bali. Kawasan ini dibatasi oleh garis imajiner Wallace yang berada di antara Sulawesi dan Kalimantan serta di antara Lombok dan pulau Bali. Jenis fauna yang berasal dari Indonesia bagian barat antara lain adalah leopard atau macam tutul, harimau, orang utan, gajah, beruang madu, lutung, merak hijau, burung jalak bali, wau-wau, banteng, merak hijau serta badak jawa.
  • Kawasan peralihan – Daerah yang meliputi kawasan ini adalah Sulawesi, Maluku, Sumbawa, Sumba serta Lombok. Kawasan peralihan dibatasi oleh garis Lydekker yang berada di sebelah timur dan garis Wallace yang berada di sebelah barat. Di antara kedua garis pembatas ini terdapat garis weber sebagai garis keseimbangan yang terletak di sebelah timur pulau Sulawesi. Jenis hewan yang berada di kawasan ini antara lain adalah kupu-kupu sulawesi, kuskus, beruang, soa-soa, kakatua putih, burung rangkong, anoa dataran rendah, anoa pegunungan, komodo dan lain-lain.
  • Kawasan Indonesia bagian timur – Kawasan ini dibatasi oleh garis Lydekker yang meliputi Papua serta pulau-pulau kecil yang berada di sekitarnya. Jenis fauna yang menghuni kawasan ini antara lain adalah kupu-kupu sayap burung, burung cendrawasih ekor pita, walabi kecil, kasturi raja, ular sanca hijau, burng kasuari gelambir ganda serta burung kakatua raja.

Persebaran Flora

Adapun persebaran flora di Indonesia di bagi menjadi beberapa bagian, yaitu:

  • Flora bagian barat – Flora bagian barat memiliki jenis tumbuhan yang sangat beragam dan memiliki kawasan mangrove yang banyak di sekitar pantai. Hutan pada kawasan bagian barat ini selalu hijau dengan jenis kayu yang memiliki banyak manfaat bagi manusia.
  • Flora bagian timur – Ciri flora yang terdapat di bagian timur adalah memiliki kemiripan dengan flora yang terdapat di benua Australia. Selain itu persebaran flora yang berada di timur lebih banyak tumbuh semak dan belukarnya. Flora yang khas dari wilayah ini adalah pohon matoa serta tanaman ficus famili beringin.
  • Flora bagian tengah – Flora bagian tengah memiliki jenis hutan yang seragam karena hanya didominasi oleh satu jenis tumbuhan saja. Jenis tumbuhan yang paling banyak ditemukan di kawasan ini adalah cemara, pinus serta palma.

Upaya Melestarikan Flora dan Fauna

Seiring dengan berjalannya waktu, ada banyak sekali flora dan fauna yang mulai jarang bisa kita temui. Hal ini dikarenakan populasi mereka yang semakin sedikit dan akhirnya hilang sama sekali. Bukan hanya akibat faktor alam, namun juga akibat perburuan yang dilakukan oleh manusia. Manusia banyak memburu flora dan fauna yang ada untuk beragam jenis kepentingan seperti untuk makanan, untuk pengobatan atau bahkan untuk perhiasan. Bukan hanya itu, namun banyak juga melakukan pengerusakan habitat tempat tinggal flora maupun fauna sehingga dibutuhkan cara melestarikan flora dan fauna.

Dalam melakukan upaya pencegahan supaya flora dan fauna tidak mengalami kepunahan, maka diperlukan upaya-upaya berikut ini:

  • Bangun tempat-tempat yang berguna untuk menjaga kelestarian alam supaya perkembangbiakan flora dan fauna tidak terganggu. Dalam hal ini pemerintah bisa menyediakan cagar alam di Indonesia bagi flora dan untuk mencegah kepunahan fauna pemerintah bisa menyediakan suaka margasatwa. Bukan hanya pemerintah namun masayarakat juga harus secara aktif berperan melindungi suaka margasatwa yang ada.
  • Membangun prasarana yang digunakan sebagai pusat rehabilitasi serta tempat untuk melakukan penangkaran pada hewan-hewan tertentu.
    Hingga sekarang telah ada beberapa tempat penangkaran hewan seperti:
    – Pusat rehabilitasi bagi orang utan yang terdapat di Bahorok serta Tanjung Puting yang terdapat Sumatera
    – Pusat rehabilitasi bagi babi rusa serta anoa yang tedapat di Sulawesi
    – Dibuatnya daerah hutan Wanariset Samboja yang terdapat di Kutai, Kalimantan Timur
  • Melakukan pembangunan yang peduli dengan alam. Dalam hal ini pembangunan yang dilakukan harus memperhatikan keseimbangan antara manusia serta lingkungan. Jangan sampai pembangunan yang kita lakukan merusak lingkungan dan berdampak buruk bagi keberlangsungan flora fauna yang ada.
  • Pemerintah bisa menetapkan beragam jenis flora dan fauna yang dilindungi seperti kanguru pohon, bekantan, soa-soa atau yang kita kenal dengan biawak, badak, anoa, tapir, sarudung, owa, peusing, sing puar, siamang, bajing tanah, landak semut irian, orang utan, kelinci liar, menjangan, kabing hutan, ikan duyung gajah, macan dahan kuwuk, tapir dan lain-lain.
  • Melakukan usaha dan cara menjaga kelestarian hutan seperti:
    – Melakukan sistem tebang pilih
    – Mencegah pencurian kayu serta serta mencegah terjadinya penebangan hutan secara liar.
    – Memperbaiki kondisi lingkungan hutan
    – Melakukan reboisasi supaya hutan bisa kembali hijau
  • Melestarikan hewan dengan cara :
    – Melindungi hewan dari perburuan liar serta pembunuhan
    – Mengembalikan hewan ke habitatnya yang semula
    – Mengawasi perdagangan liar hewan
  • Melakukan usaha untuk melestarikan keberadaan biota perairan seperti:
    – Mencegah perusakan di wilayah perairan
    – Melarang pnangkapan yg bsa mematikan ikan srta jenis biota yg lain seperti halnya penggunaan bhn peledak
    – Melindungi anak ikan atau benih-benih hewan yang lain dari gangguan serta penangkapan liar

Demikianlah artikel mengenai pengertian Flora dan Fauna Serta Klasifikasi, Persebaran dan Cara Melestarikannya. Semoga dengan adanya tulisan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan sobat mengenai flora dan fauna. Bagi sobat yang sudah membaca tulisan diatas, sobat bisa juga memberi kritik dan saran mengenai tulisan ini di kolom komentar. Saran dan kritik sobat sangat berguna untuk perkembangan forum ini kedepannya. Salam edukasi

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *