Pengertian Cerpen, Ciri-ciri, Struktur, Serta Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik dalam Cerpen

Loading...

Cerpen merupakan salah satu karya sastra yang cukup digemari oleh orang-orang yang mempunyai hobi membaca. Bahkan cepen juga diperlombakan dibanyak ajang mulai dari kalangan pelajar hingga umum.

Melalui cerpen ini pengarang akan mampu menyampaikan amanat yang secara tidak langsung bisa dipahami oleh para pembaca.Lantas apakah pengertian cerpen? Berikut ini akan kami bahas mengenai pengertia cerpen.

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

Para ahli memiliki pandangan berbeda-beda mengenai pengertian cerpen. Berikut beberapa pengertian cerpen menurut para ahli, antara lain sebagai berikut:

Loading...
1. Nugroho Notosusanto

Menurut Nugroho Notosusanto pengertian cerpen ialah kisah atau cerita pendek yang tersusun dari 500 kata atau di ketik dengan aturan 17 pp kuarto dengan spasi ganda serta dipusatkan pada dirinya sendiri.

2. Hendy

Menurut Hendy pengertian cerpen ialah cerita yang singkat atau pendek yang didalamnya berisi narasi tunggal.

3. S Badudu

J.S Badudu berpendapat cerpen ialah suatu cerita yang fokus serta berkonsentrasi pada satu peristiwa atau kisah yang menumbuhkan alur cerita dari peristiwa itu sendiri.

4. Sumardjo

Menurut Sumardjo pengertian cerpen adalah suatu cerita pendek atau fiksi yang tidak benar-benar terjadi kapan saja dan dimana saja cerita ini terjadi secara singkat.

5. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI cerpen merupakan cerpen ialah kisah atau ceripa pendek yant jumlah kata yang digunakan tidak lebih dari 10.000 atau hingga 100 halaman dengan konsentrasi pada satu tokoh saja.

6. Aoh KH

Menurut Aoh KH cerpen adalah cerita pendek yang ceritanya berupa fiksi atau tidak nyata atau disebut dengan teks naratif prosa pendek.

7. B Jassin

Menurut H.B Jassin cerpen merupakan cerita pendek yang memiliki bagian terpenting dimulai dari pendahuluan hingga penyelesaian masalah atau konflik.

8. Saini

Menurut Saini cerpen adalah cerita pendek yang berdifat fiksi atau tidak benar-benar terjadi dan ditulis dengan relatif singkat.

9. Bakar Hamid

Menurut A. Bakar Hamid cerpen ialah cerita pendek yang dilihat dari jumlah kata yaitu antara 500 hingga 20.000 kata serta terdapat plot, karakter dan kesan.

10. Turayef

Menurut Turayev pengertian cerpen yaitu sebuah karya sastra naratif yang didalamnya menampilkan episode atau cerita kehidupan seorang tokoh.

Karakteristik Cerpen

Cerpen mempunyai karakteristik tersendiri dan menjadi ciri khas yang tidak dimiliki oleh karya sastra lain. Karakteristik tersebut ialah sebagai berikut.

1. Tulisan Singkat

Cerpen ditulis dengan menggunakan kata-kata yang singkat. Cerpen ini lebih pendek jika dibanding dengan novel. Jumlah kata yang digunakan yaitu antara 500-1000 pada umumnya. Serta konflik yang dihadirkan biasanya hanya satu konflik saja. Lain halnya dengan novel yang bisa menghadirkan tiga konflik atau lebih.

2. Isi Cerpen Dari Kehidupan Nyata

Tak jarang bahwa cerpen dikarang oleh penulis dengan tema kehidupan sehari-sehari. Bisa dengan tema keluarga, sahabat, percintaan atau yang lainnya.

3. Bahasa Efektif

Cerpen dikarang dengan menggunakan kata-kata yang singkat dan mudah dipahami oleh pembaca. Biasanya pemilihan kata ini akan disesuaikan dengan targer pembaca cerpen apakah kategori anak-anak atau dewasa.

4. Bersifat Fiktif

Cerpen mengangkat cerita dari kehidupan sehari-hari namun bersifat fiktif atau tidak nyata. Cerpen ini merupakan karya sastra yang bisa saja berasal dari imajinasi sesorang kemudian menumpahkannya melalui tulisan.

5. Satu alur

Cerpen hanya menggunakan satu alur saja. Bisa jadi alur yang diguanakan ialah alur maju ataupun mundur.

6. Pesan Singkat

Amanat atau pesan dari cerpen biasanya singkat dan mudah diterima atau dipahami oleh pembaca setelah selesai membaca sebuah cerpen.

Struktur Cerpen

Cepren mempunyai 6 kerangka atau struktur yaitu sebagai berikut.

1. Abstrak

Abstrak ialah gambaran yang ada di awal cerita. Gambaran ini juga sering disebut sebagai kerangka yang nantinya akan dikembangkan menjadi rangkaian kejadian.

2. Orientasi

Orientasi ialah bagian cerpen yang didalamnya berisi tempat, waktu ataupun suasana yang berhubungan dengan cerita cerpen tersebut. Orientasi ini biasanya berhubungan dengan latar tempat atau latar waktu misalnya latar tempat di sekolah dan latar waktu pagi hari.

3. Komplikasi

Komplikasi adalah susunan atau urutan kejadian yang saling berhubungan satu sama lain dan menunjukan sebab akibat pada certia cerpen. Pada bagian ini watak dari tokoh akan mulai terlihat karena konflik mulai diperlihatkan pada bagian komplikasi.

4. Evaluasi

Evaluasi merupakan struktur dari konflik yang ditampilkan pada cerpen kemudian pengarang mulai mengarahkan untuk penyelesaian konflik tersebut sehingga akan didapatkan solusi atau pemecahan masalah yang dihadapi pada cerita.

5. Resolusi

Resolusi adalah bagian dimana pengarang cerpen mulai memberikan solusi untuk konflik yang telah ditampilkan sebelumnya. Sehingga pada bagian ini dianggap sebagai bagian penyelesaian.

6. Koda

Koda merupakan hikmah, pelajaran, nilai yang bisa diambil dari cerita cerpen tersebut. Disini pengarah akan menyampaian suatu amanat dari cerita pada cerpen tersebut agar dipahami oleh pembaca cerpen.

 

Unsur Intrinsik dan Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur Intrinsik Cerpen
1. Tema

Tema adalah sebuah gagasan pokok yang mendasari dari jalan cerita sebuah cerpen. Tema biasanya dapat langsung terlihat jelas di dalam cerita atay tersurat dan tidak langsung, dimana si pembaca harus teliti dan dapat menyimpulkan sendiri atau tersirat.

2. Alur / Plot

Jalan dari sebuah kisah cerita merupakan karya sastra. Secara garis besar, alur merupakan urutan tahapan jalannya cerita, antara lain : perkenalan > muncul konflik atau suatu permasalahan > peningkatan konflik > puncak konflik (klimaks) > penurunan konflik > selesaian.

3. Setting

Setting sangat berkaitan dengan tempat atau latar, waktu, dan suasana dalam cerpen tersebut.

4. Tokoh

Tokoh merupakan pelaku yang terlibat dalam cerita tersebut. Setiap tokoh biasanya mempunyai karakter tersendiri. Dalam sebuah cerita terdapat tokoh protagonis atau tokoh baik dan antagonis atau tokoh jahat serta ada juga tokoh figuran yaitu tokoh pendukung.

5. Penokohan

Penokohan yaitu pemberian sifat pada tokoh atau pelaku dalam cerita tersebut. Sifat yang telah diberikan dapat tercermin dalam pikiran, ucapan, dan pandangan tokoh terhadap sesuatu hal. Metode penokohan ada 2 (dua) macam diantaranya:

  • Metode analitik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, seperti seperti: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dan sebagainya.
  • Metode dramatik adalah suatu metode penokohan dengan cara memaparkannya secara tidak langsung, yaitu dapat dengan cara : penggambaran fisik (Misalnya cara berpakaian, postur tubuh, dan sebagainya), penggambaran dengan melalui sebuah percakapan atau dialog, reaksi dari tokoh lain (dapat berupa pendapat, sikat, pandangan, dan sebagainya).
6. Sudut Pandang

Adalah cara pandang pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Sudut pandang ada 4, antara lain:

  • Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Utama, dalam sudut pandang ini, tokoh ”aku” mengisahkan tentang berbagai peristiwa yang terjadi serta tingkah laku yang dialaminya. Tokoh ”aku” akan menjadi pusat perhatian dari kisah cerpen tersebut. Dalam sudut pandang ini, tokoh “aku” digunakan sebagai tokoh utama.
    Contoh: Pagi ini cuaca begitu cerah hingga dapat mengubah suasana jiwaku yang penat karena setumpuk tugas yang terbengkelai menjadi teringankan. Namun, sekarang aku harus mulai bangkit dari tidurku dan bergegas untuk mandi karena pagi ini aku harus bekerja keras.
  • Sudut Pandang Orang Pertama Pelaku Sampingan, tokoh ”aku” muncul tidak sebagai tokoh utama lagi, melainkan sebagai pelaku tambahan. Tokoh ”aku” hadir dalam jalan cerita hanya untuk membawakan cerita kepada pembaca, sedangkan tokoh cerita yang dikisahkan kemudian ”dibiarkan” untuk dapat mengisahkan sendiri berbagai pengalaman yang dialaminya. Tokoh dari jalan cerita yang dibiarkan berkisah sendiri itulah yang pada akhirnya akan menjadi tokoh utama, sebab ialah yang lebih banyak tampil, membawakan berbagai peristiwa, serta berhubungan dengan tokoh-tokoh yang lainnya. Dengan demikian tokoh ”aku” cuman tampil sebagai saksi saja. Saksi terhadap berlangsungnya sebuah cerita yang ditokohi oleh orang lain. Tokoh ”aku” pada umumnya hanya tampil sebagai pengantar dan penutup cerita.
    Contoh: Sekarang aku tinggal di Jakarta, kota metropolitan yang memiliki beribu-ribu kendaraan. Dulu, aku sempat menolak untuk dipindahkan ke ibukota. Tapi, pada kali ini aku sudah tidak kuasa untuk menghindar dari tugas ini. Ternyata, bukan aku saja yang mengalaminya. Teman asramaku yang bernama Andi, juga mengalami hal yang sama. Kami berdua sangatlah akrab dan berjuang bersama-sama dalam menghadapi kerasnya kota Jakarta.
  • Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu, kisah cerita dari sudut ”dia”, namun pengarang atau narator dapat menceritakan apa saja hal-hal dan tindakan yang menyangkut tokoh ”dia” tersebut. Pengarang mengetahui segalanya.
    Contoh: Sudah genap 1 bulan dia menjadi pendatang baru di perumahan ini. Tapi, dia juga belum satu kali pun terlihat keluar rumah cuman untuk sekedar beramah-tamah dengan tetangga yang lain. “Apakah si pemilik rumah itu terlalu sibuk ya?” ungkap salah seorang tetangganya. Pernah 1 kali dia kedatangan tamu yang katanya adalah saudaranya. Memang dia adalah sosok introvert, jadi walaupun saudaranya sendiri yang datang untuk berkunjung, dia tidak menyukainya.
  • Sudut Pandang Orang Ketiga Pengamat, dalam sudut pandang ini berbeda dengan orang ketiga serbatahu. Pengarang hanya melukiskan apa yang dilihat, dialami, dipikir, dan dirasakan oleh tokoh tersebut, namun terbatas pada seorang tokoh saja.
    Contoh: Entah apa yang telah terjadi dengannya. Pada saat datang, ia langsung marah. Memang kelihatannya ia mempunyai banyak masalah. Tapim kalau dilihat dari raut mukanya, mungkin tak hanya itu yang sedang ia rasakan. Tapi sepertinya dia juga sakit. Bibirnya tampak kering, wajahnya pucat, serta rambutnya kusut.
7. Amanat

Amanat merupakan sebuah pesan dari seorang penulis atau pengarang cerita tersebut kepada pembaca agar pembaca dapat bertindak atau melakukan sesuatu.

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik cerpen merupakan sebuah unsur yang membentuk cerpen dari luar, berbeda dengan unsur intrinsik cerpen yang membentuk cerpen dari dalam. Unsur ekstrinsik cerpen tidak terlepas dari keadaan masyarakat saat dimana cerpen tersebut dibuat oleh pengarang. Unsur ini sangat memiliki banyak sekali pengaruh terhadap penyajian amanat ataupun latar belakang dari cerpen tersebut. Berikut unsur ekstrinsik cerpen.

1. Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat yaitu suatu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat terhadap terbentuknya sebuah jalan cerita. Pemahaman tersebut dapat berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik, sosial masyarakat, sampai dengan kondisi ekonomi pada masyarakat itu sendiri.

2. Latar Belakang Pengarang

Latar belakang pengarang dapat meliputi pemahaman pengarang terhadap sejarah hidup serta sejarah hasil karangan yang telah dibuat sebelumnya.

  • Biografi, biografi biasanya berisikan tentang riwayat hidup pengarang cerita tersebut yang ditulis secara keseluruhan.
  • Kondisi Psikologis, kondisi psikologis berisi tentang pemahaman kondisi mood ketika pengarang menulis kisah cerita tersebut.
  • Aliran Sastra, aliran sastra seorang pengarang pastinya akan mengikuti suatu aliran sastra tertentu. Hal tersebut sangatlah berpengaruh terhadap gaya penulisan yang dipakai oleh pengarang dalam menciptakan sebuah kisah dalam cerpen tersebut.

Demikianlah diatas informasi mendetail mengenai pengertian cerpen dan hal-hal terkait lainnya. Semoga bermanfaat.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *