Pengertian Efek Rumah Kaca, Penyebab, Serta Akibat dan Cara Menanggulangi Efek Rumah Kaca

Loading...

Pengertian Efek Rumah Kaca – Istilah efek rumah kaca dan pemanasan global selalu menjadi isu lingkungan yang aktual dewasa ini. Hal ini disebabkan karena efek rumah kaca dan pemanasan global selalu dikaitkan dengan kerusakan lingkungan dan pencemaran lingkungan. Kampanye tentang pencegahan efek rumah kaca dan pemanasan global gencar dilakukan oleh pemerintah untuk mengedukasi setiap orang. Dengan memahami terjadinya efek rumah kaca dan pemanasan global diharapkan agar setiap orang dapat turut berperan serta dalam mencegahnya.

Pengertian rumah kaca adalah bangunan mirip tenda yang terbuat dari bahan sejenis kaca untuk menciptakan lingkungan yang selalu hangat bagi tanaman tertentu, sekalipun pada musim dingin. Cara kerjanya adalah membuat panas matahari yang masuk ke rumah kaca terperangkap di dalam rumah kaca tersebut. Efek rumah kaca pada planet bumi merupakan efek pemanasan atmosfer bumi yang mirip dengan cara kerja rumah kaca terhadap tanaman tersebut.

Istilah rumah kaca sendiri sebenarnya sudah dikenal sejak tahun 1824. Pertama kali dikemukakan oleh seorang fisikawan asal Perancis bernama Jean Baptise Joseph Fourier. Setidaknya gas rumah kaca yang dianggap paling banyak adalah berasal dari uap air yang dimana unsur tersebut mencapai atmosfer akibat penguapan air laut, danau serta sungai. Sedangkan karbondioksida merupakan gas terbanyak kedua setelah uap air. Untuk gas rumah kaca lain dari proses alami diantaranya adalah letusan vulkanik dari gunung berapi, pernapasan hewan maupun manusia yang menghirup oksigen lalu membuang karbondioksida serta dan pembakaran material organik seperti tumbuhan maupun kegiatan industri. Meskipun uap air juga turut bertanggung jawab terhadap sebagian besar dari adanya efek rumah kaca, namun kebanyakan orang menganggap bahwa efek rumah kaca hanya diakibatkan oleh naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) serta gas-gas lain. Anggapan tersebut memang bisa dianggap tidak salah, namun kurang tepat.

Loading...

Sedangkan pengertian Efek Rumah Kaca adalah peristiwa alamiah yang terjadi akibat pantulan panas di dalam rumah kaca yang digunakan petani menanam sayuran pada musim dingin di negara yang mengenal empat musim. Sinar matahari masuk ke dalam rumah kaca untuk membantu proses asimilasi tersebut. Sisa panas dari matahari yang seharusnya dikeluarkan ke atmosfer, dipantulkan kembali panas tersebut oleh bilik kaca dan atap kaca sehingga suhu udara di dalam bilik kaca (ruangan) tersebut naik dan menjadi hangat. Pantulan panas kembali tersebut ke ruangan yang menjadikan suhu dalam ruangan hangat disebut dengan efek rumah kaca.

Menurut H. J. Mukono efek rumah kaca biasa juga disebut sebagai the greenhouse effect yang berpengaruh terhadap kehidupan di bumi yang memerlukan energi dan radiasi panas matahari. Radiasi panas bergelombang pendek (0,3 sampai dengan 3 um) yang ditangkap dan diserap oleh atmosfer bumi, menjadi penyebab suhu di atmosfer bumi meningkat. Sebagian radiasi panas ini akan diteruskan ke ruang angkasa dan sebagian akan diserap oleh permukan bumi. Radiasi dengan panjang gelombang 3 sampai dengan 100 um selain akan menyebabkan pemanasan atmosfer bumi, akan diserap juga oleh permukaan bumi.

Gas Penyebab Terjadinya Efek Rumah Kaca

Gas-gas yang dianggap penyebab terbesar terjadinya efek rumah kaca adalah:

1. Karbondioksida

Kenaikan karbon dioksida (CO2) yang merupakan sejenis senyawa kimia berbentuk gas ini biasanya disebabkan oleh adanya pembakaran bahan bakar minyak, batu bara serta bahan bakar organik lainnya yang melampaui kemampuan tumbuhan-tumbuhan maupun laut untuk menyerapnya. Hal inilah yang akhirnya mengakibatkan adanya efek rumah kaca.

2. Metana

Gas  Hidrokarbon Metana biasanya dilepaskan selama produksi serta transportasi batu bara, gas alam, maupun minyak bumi. Metana yang dianggap sebagai komponen utama gas alam masuk dalam kategori gas rumah kaca dan mengakibatkan efek rumah kaca.

3. Nitrogen Oksida

Sebuah gas yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil dan juga dari lahan pertanian. Gas Nitrogen Oksida dihasilkan dari reaksi antara nitrogen dan oksigen di udara saat terjadi pembakaran, biasanya pada suhu tinggi. Sering kali gas ini berasal dari tempat dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Gas ini juga termasuk gas rumah kaca dan bisa mengakibatkan efek rumah kaca.

4. Gas-Gas Lain

Selain Karbondioksida, Metana dan Nitrogen Oksida yang menyumbang gas rumah kaca, ada pula beberapa gas lain diantaranya adalah belerang dioksida, klorofluorokarbon (CFC) dan lain-lain.

Akibat Efek Rumah Kaca

Sudah sejak lama para ilmuwan mengkhawatirkan akibat dari efek rumah kaca karena bisa merusak lingkungan. Salah satu akibatnya yang sudah terasa adalah dengan meningkatnya suhu permukaan bumi yang akhirnya bisa mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrem. Tentunya hal tersebut dapat mengakibatkan terganggunya hutan serta ekosistem lain di bumi, dan mengurangi kemampuannya guna menyerap karbon dioksida di atmosfer.

Efek rumah kaca sebenarnya tidak selalu buruk dan justru sangat dibutuhkan karena jika tidak ada nantinya bisa mengakibatkan bumi menjadi sangat dingin atau bisa keseluruhan akan tertutupi es. Namun jika gas-gas yang bisa membuat efek rumah kaca telah berlebihan di atmosfer, akibatnya akan mengakibatkan pemanasan global.

Cara Mengurangi Efek Rumah Kaca

Ada satu cara yang “mujarab” untuk mengurangi gas rumah kaca, yakni dengan memelihara pepohonan serta menanam pohon lebih banyak. Pohon dianggap mampu menyerap karbon dioksida lebih cepat dan dalam jumlah banyak, memecahnya melalui fotosintesis, maupun menyimpan karbon pada kayunya. Salah satu upaya dunia internasional untuk menanggulangi gas rumah kaca adalah dengan mengadakan konvensi yang disebut Protokol Kyoto. Protokol Kyoto memerintahkan negara-negara dunia untuk berkomitmen mengurangi emisi/pengeluaran karbon dioksida serta lima gas rumah kaca lainnya untuk menanggulangi dampak efek rumah kaca.

Berikut ini adalah 3 cara mengurangi efek rumah kaca:

  1. Hemat bahan bakar fosil. Ada banyak yang kita bisa lakukan dengan ini. Memakai sepeda pancal untuk bepergian jarak dekat. Membeli kendaraan bermotor yang didesain irit bahan bakar. Mendorong penggantian batu bara sebagai penggerak turbin listrik, dll.
  2. Mengupayakan lingkungan yang sehijau mungkin. Seperti di atas, selain indah, tanaman yang subur di lingkungan kamu bisa membuat kualitas hidupmu lebih baik, selain mengurangi efek rumah kaca.
  3. Tidak menggunakan produk yang berpotensi memperburuk efek rumah kaca. Sudah sejak lama, penggunaan freon jenis tertentu di larang. Tapi di negara kita Indonesia ini, ternyata masih dijual bebas. Jadi mulai sekarang, coba kurangi penggunaan AC, atau jika terpaksa, ya plilihlah AC dari jenis terbaru yang lebih ramah lingkungan. Jangan asal beli yang murah saja.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian efek rumah kaca, penyebab, serta akibat dan cara menanggulangi efek rumah kaca. Semoga artiek ini dapat bermanfaat serta dapat meningkatkan kesadaran manusia terhadap efek ruamh kaca.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *