Pengertian Firma, Unsur-Unsur, Ciri-Ciri, Sifat, Serta Kelebihan dan Kelemahan Firma

Loading...

Pengertian Firma – Firma (Fa) adalah suatu persekutuan antara dua orang atau lebih yang menjalankan badan usaha dengan nama bersama dengan tujuan untuk membagi hasil yang diperoleh dari persekutuan tersebut. Secara harfiah pengertian firma adalah perserikatan dagang antara beberapa perusahaan dalam bentuk sebuah persekutuan bisnis untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama untuk mendapat profit.

Kata firma berasal dari bahasa Belanda “venootschap onder firma” yaitu perserikatan dagang antara beberapa perusahaan atau sering juga disebut Fa, adalah sebuah bentuk persekutuan untuk menjalankan usaha antara dua orang atau lebih dengan memakai nama bersama. Pemilik firma terdiri dari beberapa orang yang bersekutu dan masing-masing anggota persekutuan menyerahkan kekayaan pribadi sesuai yang tercantum dalam akta pendirian perusahaan.

Dalam mendirikan firma memiliki anggota paling sedikit dua orang. Semua anggota memiliki tanggung jawab terhadap perusahaan dan menyerahkan kekayaan pribadi sesuai yang tercantum dalam akta pendirian Firma. Apabila bangkrut semua anggota harus bertanggung jawab sampai harta milik pribadi ikut dipertanggungkan.

Loading...

Firma juga dapat dikatakan sebagai persekutuan perdata. Persekutuan perdata adalah perjanjian antara dua orang atau lebih yang mengikatkan diri untuk memasukkan sesuatu ke perusahhan dengan maksud untuk membagi keuntungan atau kemanfatan yang di peroleh karenanya (Pasal 1618 KUHPerdata). Sehingga dapat disimpulkan bahwa firma adalah sebuah ketentuan khusus dari ketentuan yang umum yang mengatur mengenai persekutuan perdata.

Adapun pengertian Persekutuan Perdata menurut Kamus hukum ialah “Persetujuan kerjasama antara beberapa orang untuk mencari keuntungan tanpa bentuk badan hukum terhadap pihak ketiga masing-masing menanggung sendiri-sendiri perbuatannya kedalam mereka memperhitungkan laba rugi yang dibaginya menurut perjanjian persekutuan”. (Pasal 1618 KUHPerdata).

Pengertian Firma Menurut Para Ahli

  • Menurut Mollengraff firma adalah suatu perkumpulan yang didirikan untuk menjalankan perusahaan dibawah nama bersama dan yang mana anggota-anggotanya tidak terbatas tanggung jawabnya terhadap perikatan perseroan dengan pihak ketiga
  • Wery menyatakan firma adalah perseroan yang menjalankan suatu perusahaan di bawah nama bersama, yang tidak sebagai perseroan komanditer.
  • Sedangkan Slagter memberikan defenisi bahwa firma adalah suatu perjanjian yang ditujukan kearah kerjasama di antara dua orang atau lebih secara terus menerus untuk menjalankan suatu perusahaan di bawah nama bersama, agar memperoleh keuntungan atas hak kebendaan bersama guna mencapai tujuan pihak-pihak di antara mereka mengikatkan diri untuk memasukkan uang, barang, nama baik, hak-hak atau kombinasi daripadanya kedalam persekutuan.

Dari pengertian di atas dapat di ambil kesimpulan, firma adalah persekutuan antara dua orang atau lebih untuk menjalan perusahaan yang di buat dengan nama bersama.

Persekutuan firma bukan merupakan badan hukum karena persekutuan firma tidak memenuhi syarat untuk menjadi badan hukum. Adapun syarat sebuah persekutuan disebut badan hukum apabila kekayaan perusahaan terpisah dari kekayaan pribadi dan mempunyai peraturan resmi atau khusus oleh pemerintah. Sedangkan persekutuan firma, kekayaan persekutuan dengan kekayaan pribadi tidak terpisah dan tidak ada undang-undang khusus yang mengatur mengenai firma. Oleh karena itu dalam mendirikan persekutuan firma tidak ada keharusan untuk mengesahkan akta pendirian oleh menteri kehakiman.

Unsur-Unsur Firma (Fa)

Adapun persekutuan perdata adalah perjanjian dengan mana dua orang atau lebih mengikatkan diri untuk menyetorkan sesuatu kepada persekutuan dengan tujuan untuk memperoleh manfaat atau keuntungan (Pasal 1618 KUHPerdata). Berdasarkan definisi tersebut, dapat dinyatakan bahwa persekutuan itu disebut firma apabila mengandung unsur-unsur pokok berikut ini :

  • Persekutuan perdata (Pasal 1618 KUHPerdata);
  • Menjalankan perusahaan (Pasal 16 KUHD);
  • Dengan nama bersama atau firma (Pasal 16 KUHD); dan
  • Tanggung jawab sekutu bersifat pribadi untuk keseluruhan (Pasal 18 KUHD)

Dari pengertian Firma menurut Pasal 16 UU Hukum Dagang, dapat di simpulakan bahwa, Firma merupakan persekutuan perdata dan termasuk bagian dalam perusahaan serta dijalankan atas satu nama bersama. Hal ini didukung dengan isi Pasal 1618–1652 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, yang menjelaskan Persekutuan perdata diberlakukan terhadap perseroan Firma sejauh tidak bertentangan dengan ketentuan Pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang.

Menurut Johanes Ibrahim, suatu Maatschap (persekutuan perdata) khusus seperti yang ditetapkan oleh Pasal 1623 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dapat melakukan perbuatan perusahaan. Oleh karena itu, Firma tidak dapat dikatakan sebagai badan usaha yang memiliki ciri-ciri sebagai badan hukum. Karena apabila meninjau pandangan Subekti yang menjelaskan bahwa, Badan Hukum pada pokoknya adalah suatu badan atau perkumpulan yang dapat memiliki hak-hak dan melakukan perbuatan seperti seorang manusia, serta memiliki kekayaan sendiri, dan dapat digugat atau mengguggat di depan hakim.

Ciri-Ciri Firma (Fa)

Seperti halnya persekutuan yang lain, firma juga mempunyai ciri-ciri. Adapun ciri-ciri firma antara lain :

  • Para sekutu aktif di dalam mengelola sebuah perusahaan
  • Tanggung jawab yang tidak terbatas atas semua resiko yang terjadi
  • Akan selesai jika salah satu anggota mengundurkan diri dari anggota atau meninggal dunia.
  • Anggota firma biasanya sudah saling mengenal dan sudah saling mempercayai satu sama lain sebelumnya.
  • Perjanjian sebuah firma bisa dilakukan dihadapan notaris
  • Dalam sebuah kegiatan usaha selalu memakai nama bersama;
  • Setiap anggota bisa melakukan suatu perjanjian dengan pihak lain.
  • Adanya suatu tanggungjawab dalam resiko kerugian yang tidak terbatas;
  • Jika terdapat hutang tak terbayar, maka setiap pemilik wajib untuk melunasi dengan harta pribadi;
  • Setiap anggota firma mempunyai hak untuk menjadi pemimpin;
  • Seorang anggota tidak berhak memasukkan seorang anggota baru tanpa seizin dari anggota yang lainnya
  • Keanggotaan firma sangat melekat dan berlaku seumur hidup;
  • Seorang anggota memiliki hak untuk membubarkan firma; dan
  • Mudah dalam mendapatkan kredit usaha

 

Sifat Firma (Fa)

Sifat dari Persekutuan Firma adalah:

  • Keagenan atau perwakilan bersama
  • Umur terbatas
  • Dalam Tanggung jawab tak terbatas
  • Pemilikan kepentingan
  • Partisipasi (Keikutsertaan) dalam sebuah Persekutuan Firma
  • Bentuk firma ini sudah digunakan baik untuk suatu kegiatan usaha berskala besar ataupun kecil
  • Bisa berupa perusahaan kecil yang menjual sebuah barang pada satu lokasi, atau suatu perusahaan besar yang memiliki cabang atau kantor di banyak lokasi;
  • Masing-masing sekutu menjadi suatu agen atau wakil dari persekutuan firma untuk sebuah tujuan usahanya
  • Pembubaran persekutuan firma akan tercipta bila terdapat salah satu anggota mengundurkan diri atau meninggal;
  • Tanggung Jawab seorang anggota tidak terbatas pada jumlah investasinya;
  • Harta benda yang diinvestasikan dalam suatu persekutuan firma tidak lagi dipunyai secara terpisah oleh masing-masing sekutu; dan
  • Masing-masing sekutu berhak mendapatkan pembagian laba persekutuan firma.

 

Kelebihan dan Kelemahan Firma (Fa)

1. Kelebihan Firma (Fa)

  • Pimpinan dalam firma dapat dibagi sesuai keahlian masing-masing.
  • Kelangsungan badan usa lebih terjamin.
  • Pinjaman untuk modal lebih mudah diperoleh
  • Modal firma lebih besar dibandingkan dengan usaha perorangan.

2. Kelemahan Firma (Fa)

  • Sulit dalam mengambil keputusan karena adanya perbedaan pendapat dari kedua pemimpin
  • Kesalahan sesorang  anggota harus ditanggung bersama
  • Tidak ada pemisah harta kekayaan antara hak milik dengan Firma. Jika mengalami bangkrut, maka harta pribadi ikut dipertanggungkan

 

Sumber Hukum :

  • Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) atau Wetboek van Koophandel Indonesia (WvK),
  • Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUH Perdata),
  • Undang-Undang No.20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian firma, unsur-unsur, ciri-ciri, sifat, serta kelebihan dan kelemahan firma. Semoga artikel ini dapat berguna serta bermanfaat untuk Anda semua.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *