Pengertian Frasa, Ciri-ciri, Jenis, Fungsi dan Contoh Frasa

Loading...

Frasa,.. dalam pelajaran bahasa Indonesia maupun pelajaran bahasa asing, pasti ada satu bab khusus yang membahas tentang topik ini. Bagaimana tidak? Frasa sangat dibutuhkan untuk melakukan percakapan sehari-hari.

Meskipun Anda tidak dituntut untuk mengelompokkan frasa apa yang digunakan, tetapii Anda harus mengetahuinya. Dengan mengetahui semua hal tentang frasa, akan sangat membantu Anda dalam menjalani komunikasi tertulis.

Pengertian Frasa

Lalu, apa itu frasa? Singkatnya, frasa merupakan kelompk kata yang terdiri dua atau lebih yang tidak memiliki predikat didalamnya. Ingat, ya! Frasa bukanlah sebuah kalimat utuh.

Loading...

Seperti yang kita ketahui, suatu susunan kata yang bisa dibilang sebagai kalimat yaitu apabila ada subjek, predikat, serta objek didalamnya. Dalam satu kalimat sendiri bisa terdiri dari satu frasa atau lebih yang digabungkan dan dirangkai menjadi sebuah kalimat.

Jadi, kalimat bisa disusun oleh rangkaian frasa sedangkan frasa tidak bisa disusun oleh rangkaian kalimat.

Contoh frasa yang sederhana:

Andi dan teman-temannya sedang makan di warung makan.

Contoh tersebut merupakan satu kalimat utuh. Namun, apabila Anda pecah-pecah menjadi beberapa bagian, seperti:

Andai dan teman-temannya (sebagai subjek)

Sedang makan (sebagai predikat)

Di warung makan (sebagai keterangan tempat)

Ketiga susunan kata tersebutlah yang disebut sebagai frasa. Itulah mengapa kalimat bisa terdiri dari sejumlah frasa yang dirangkai menjadi satu kalimat utuh.

Ciri-ciri Frasa

Untuk lebih memahaminya, ada ciri-ciri frasa yang perlu Anda ketahu, yaitu:

  • Frasa terdiri dari dua kata atau lebih
  • Mempunyai fungsi sebagai gramatikal dalam sebuah kalimat
  • Setiap frasa harus memiliki satu makna gramatikal
  • Bersifat nonprefikatif
  • Memilki kedudukan sebagai satu fungsi dalam kalimat

Kategori Frasa

Berdasarkan kategorinya, frasa dibagai menjadi tiga, yaitu:

1. Frasa setara

Frasa yang satu ini memiliki unsur penyusun yang memiliki kedudukan yang setara atau sama.

Perhatikan kalimat dibawah ini:

Ibu dan adik sedang memasak sayur di dapur.

Ibu dan adik merupakan frasa setara. Mengapa? Karena Ibu dan adik sedang melakukan kegiatan yang sama yaitu sedang memasak. Apabila kalimat tersebut dipisah, maka kegiatan yang dilakukanpun tetap sama.

Biasanya, frasa setara ditAndai dengan adanya kata “dan” dan “atau”.

2. Frasa bertingkat

Berbeda dengan frasa setara, pada frasa bertingkat terdapat frasa yang terdiri dari unsur D, Diterangkan, dan unsur M, Menerangkan. Entah itu unsur D dulu yang diawal atau M. Tentunya, unsur ini tidak dapat digantikan oleh lainnya.

Contoh frasa bertingkat dalam kalimat:

Harry membeli rumah mewah dari hasil kerja kerasnya.

Coba tebak, frasa apa yang termasuk frasa bertingkat? Yaps, tentu saja. rumah mewah merupakan frasa bertingkatnya. Mengapa? Rumah merupakan unsur D, sedangkan mewah merupakan unsur M.

3. Frasa idiomatik

Frasa idiomatik merupakan suatu frasa yang digunakan pada suatu kalimat namun memiliki arti yang berbeda, tergantung dari konteks pada kalimat tersebut.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan 2 contoh kalimat dibawah ini:

a. Pelaku atas kasus pembunuhan yang menimpa satu keluarga tersebut akhirnya diseret ke meja hijau.

b. Ibu membeli meja hijau untuk dijadikan sebagai meja belajarku.

Setelah melihat kedua kata tersebut, apakah ada frasa yang sama? Betul! Meja hijau! Dalam contoh kalimat (a.) meja hijau itu merupakan ungkapan atau idiom yang berarti pengadilan. Sedangkan pada kalimat (b.), meja hijau memiliki arti yang sesungguhnya, yaitu meja belajar yang dicat warna hijau.

Jenis Frasa

Berdasarkan jenisnya, ada 6 jenis frasa yang perlu diketahui, yaitu:

1. Frasa verbal

Frasa verbal merupakan frasa yang memiliki inti kata kerja pada unsur pembentuknya. Tentunya, frasa yang satu ini juga bisa dijadikan sebagai pengganti kedudukan kata kerja dalam suatu kalimat.

Contoh frasa verbal, yaitu:

  • Sedang makan
  • Ingin pergi
  • Akan berenang
2. Frasa nomina

Frasa nomina merupakan frasa yang memiliki inti kata benda pada unsur pembentukkannya. Tentunya, frasa nomina ini dapat berperan sebagai pengganti kata benda dalam kalimat.

Contoh frasa nomina:

  • Papan tulis
  • Lemari besi
  • Rumah kaca
3. Frasa ajektiva

Frasa ajektiva merupakan frasa yang memiliki inti kata sifat yang ada pada unsur pembentukkannya.

Contoh frasa ajektiva:

  • Sangat cantik
  • Lambat sekali
  • Lumayan besar
4. Frasa preposisional

Frasa proporsional merupakan frasa yang memiliki inti kata depan yang ada pada unsur pembentukkannya.

Contoh frasa preposisional:

  • Pada tahun 1990
  • Di bawah meja
  • Dengan gemetar
  • Untuk Anda
5. Frasa Adverbial

Frasa adverbial merupakan frasa yang mengandung inti keterangan kata sifat yang ada pada unsur pembentukannya.

Contoh frasa adverbial:

  • Agak sakit
  • Kurang baik
  • Dengan heran
6. Frasa pronominal

Frasa pronominal merupakan frasa yang memiliki kata ganti yang ada pada unsur pembentukannya.

Contoh unsur pronominal:

  • Saudara-Saudari
  • Saya dan mereka
  • Kalian semua
  • Saya dan dia
7. Frasa numeralia

Frasa numeralia merupakan frasa yang didalamnya terdapat kata bilangan yang ada pada unsur pembentukannya.

Contoh frasa numeralia:

  • Satu kodi
  • Dua ratus anak muda
  • Dua puluh ekor bebek
8. Frasa interogativ koordinatif

Frasa interogativ koordinatif merupakan frasa yang terdapat kata tanya yang ada pada unsur pembentukannya.

Contoh frasa interogrativ koordinatif:

  • Siapa atau apa
  • Mengapa atau bagaimana
9. Frasa demonstrative koordinatif

Frasa demonstrative koordinatif merupakan frasa yang didalamnya terdapat dua kata yang berlainan arah.

Contoh frasa demonstrative koordinatif:

  • Kanan atau kiri
  • Depan atau belakang
  • Atas atau bawah

Fungsi Frasa

Berikut ini adalah 2 bentuk frasa berdasarkan fungsinya yakni sebagai berikut:

1. Frasa endosentris

Frasa endosentris adalah frasa yang salah satu unsur atau kedua kata didalamnya termasuk kedalam unsur inti (pusat). Contoh frasa endosentris adalah sebagai berikut :

  • Anak kerbau.
  • Sapi putih.
  • Tujuh anak.
  • Belum mulai.

Selain itu frasa endosentris juga dibagi menjadi 3 bentuk. Adapun ketiga bentuk frasa endosentris adalah sebagai berikut :

a. Frasa atribut

Frasa atribut adalah frasa yang kata didalam unsur pembentukannya terdapat pola diterangkan dan menerangkan (DM) atau sebaliknya yakni menerangkan dan diterangkan (MD). Contoh frasa atribut adalah sebagai berikut :

  • Anak kandung (kedua kata tersebut berunsur diterangkan dan menerangkan).
  • Sebatang pohon (kedua kata tersebut berunsur menerangkan dan diterangkan).
b. Frasa apositif

Frasa apositif adalah frasa yang salah satu kata didalam unsur pembentukannya bisa berguna untuk pengganti unsur inti. Contoh frasa apositif adalah : Dewi si penari ular sangat cantik. Kata Dewi posisinya sebagai diterangkan (D), sedangkan si penari ular sebagai menerangkan (M).

c. Frasa koordinatif

Frasa koordinatif adalah frasa yang unsur¬unsur kata didalam pembentukannya berperan sebagai unsur inti (menduduki fungsi setara). Contoh frasa koordinatif adalah sebagai berikut :

  • Adik kakak.
  • Ayah ibu.
  • Warta berita.
  • Kakek nenek.
2. Frasa eksosentris

Frasa eksosentris adalah frasa yang pada salah satu unsur kata didalamnya menggunakan kata tugas. Contoh frasa eksosentris adalah sebagai berikut :

  • Dari Balikpapan.
  • Kepada sahabat.
  • Di kecamatan.
  • Pada malam.

Frasa berdasarkan satuan makna yang terkandung (memiliki) unsur-unsur pembentuknya

Berikut dibawah ini adalah frasa berdasarkan kesatuan makna yang terkandung/memiliki unsur-unsur pembentuknya yang terbagi menjadi 3 yaitu sebagai berikut :

1. Frasa biasa

Frasa biasa adalah frasa yang hasil pembentukannya memiliki makna yang sebenarnya (denotasi) atau dengan kata lain adalah frasa dengan makna yang sebenarnya. Contoh frasa biasa adalah sebagai berikut :

  • Ayah membeli sapi putih.
  • Kursi biru itu milik ibu.
  • Ibu membeli sayur kangkung.
2. Frasa idiomatik

Frasa idiomatik adalah frasa yang hasil pembentukannya menimbulkan makna baru atau dengan kata lain makna yang bukan sebenarnya (konotasi). Contoh frasa idiomatik adalah sebagai berikut :

  • Orang tua Aisyah baru kembali dari Balikpapan.
  • Orang tua saya berangkat ke luar negeri.
3. Frasa ambigu

Frasa ambigu adalah frasa yang mempunyai makna lebih dari satu (makna ganda) dalam penggunaan kalimat. Contoh frasa ambigu adalah sebagai berikut :

  • Buah tangan (buah tangan bisa diartikan buah yang dipegang ditangan dan bisa juga diartikan sebagai oleh-oleh)
  • Tangan panjang (tangan panjang bisa diartikan tangan yang panjang dan bisa juga diartikan sebagai orang yang memiliki sifat dan perilaku yang suka mencuri).

Contoh Frasa

Berikut ini adalah contoh-contoh dari frasa, yakni sebagai berikut:

  1. Kakek saya.
  2. Pohon rindang.
  3. Banting tulang.
  4. Nasi kuning.
  5. Sedang bermain.
  6. Dengan kaki kanan.
  7. Tidur siang.

Demikian tadi penjelasan singkat mengenai frasa. Diharapkan Anda bisa mengerti secara gamblang apa itu frasa beserta penjelasannya setelah membaca uraian diatas.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *