Pengertian Filsafat, Ciri-ciri, Ajaran, Klasifikasi dan Manfaat Filsafat

Loading...

Pernah mendengar istilah filsafat? Tahukah anda apa artinya? Kami yakin tak banyak orang yang berkeinginan untuk mencari tahu lebih lanjut mengenai topik ini. Hanya orang tertentu yang berkepentingan saja yang mungkin tertarik membahasnya.

Pengertian Filsafat Secara Etimologi

Filsafat dimabil dari kata serapan bahasa Arab, yaitu Falsafah dan secara etomologi berasal dari Philosophia, bahasa Yunani. Philosophia sendiri terdiri dari dua kata, Philo dan Sophia.

Philo bisa diartikean sebagai cinta tapi dalam artian yang sangat luas seperti keinginan terhadap sesuatu serta cara untuk menggapainya. Sedangkan Sophia berarti kebijaksanaan atau pengetahuan yang memilki arti mendalam yaitu pandai. Jadi, bisa dibiliang filsafat merupakan keinginan mendalam untuk mengetahui pengetahuan atau menjadi bijaksana.

Loading...

Pengertian Filsafat Menurut Para Ahli

Berikut ini beberapa pengertian filsafat menurut para ahli adalah:

1. Al Farabi

Ia adalah filsuf Muslim terbesar. Ia meninggal di tahun 950 M. Filsafat baginya adalah ilmu pengetahuan tentang alam maujud. Tugas filsuf baginya untuk menyelidiki hakikat sebenarnya.

2. Immanuel Kant

Tokoh filsafat ini hidup di tahun 1724-1804. Filsafat yang Ia simpulkan adalah ilmu pokok. Maksud ilmu pokok adalah di mana pangkal segala keilmuan yang mencarinya perlu mempertanyakan pertanyaan kritis, yakni: “Apa yang bisa diketahui?”(m\Berkaitan Metafisika), “Apa yang dapat dikerjakan?”(berhubungan dengan etika), “Bagaimana prosesnya?”(bersinggungan dengan antropologi).

3. Socrates

Pengertian filsafat menurut Socrate adalah bentuk usaha mencari kebijaksanaan melalui perenungan dan dan peninjauan diri. Artilain dari maksud bagaimana berfilsafat ala Socrate adalah refleksi diri. DDengan refleksi, seseorang dapat memikirkan kembali terkait kehidupan yang adil dan bahagia secara obyektif.

4. Plato

Tentu Anda tidak asing lagi dengan buku mega karya bertajuk Republik. Buku tersebut adalah karya monumental seorang Filosof yang hidup pada 472-347 S.M. Buku tersebut tidak lain menjelaskan pengertian filsafat menurut Plato yakni filosof ini menempatkan filsafat sebagai pecinta pandangan tentang kebenaran (Vision of Truth).

Oleh karena titik beratnya adalah Vision of Truth, maka dalam memandang filsafat pun Plato menempatkan filsafat sebagai pencarian yang bersifat spekulatif atau perekaan pandangan yang menyeluruh pada kebenaran.

5. Al-Kindi

Al Kindi adalah filosof Muslim yang hidup di tahun 901-873 M. Adapun pengertian filsafat sendiri menurut Al Kindi adalah Kegiatan manusia yang bertingkat, semakin tinggi cara berpikir manusia makan akan semakin mengenal hakikat kebenaran. Kebenaran dicari sejauh-jauhnya.

Adapun bagian filsafat yang mulia menurut Al Kindi adalah filsafat pertama yakni penyebab pertama yang merupakan sebab dari segala kebenaran. Dalam hal ini bisa dirtikan bahwa kebenaran dicari sampai ke akar-akarnya kebenaran bermula.

6. Aristoteles

Aristoteles berpendapat bahwa pengertian filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran. Ilmu-ilmu pengetahuan tersebut bisa diperoleh dari ilmu metafisika, etika, ekonomi dan lingkup pengetahuan lainnya. Sederhananya, Aristoteles berpendapat bahwa filsafat adalah penyelidikan sebab dan asa segala benda.

7. Soetriono dan Rita Hanafie

Soetriono dan Rita Hanafie (2007) mengemukakan bahwa pengertian filsafat secara umum adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran. Ilmu pengetahuan tentang hakikat yang menanyakan apa hakikat atau sari atau inti atau esensi segala sesuatu.

8. Anton Bakker, Achmad Charris, dan Zubair

Mereka berpendapat bahwa filsafat merupakan eksplisitas tentang hakikat realitas yang ada dalam kehidupan manusia, yakni hakikat manusia itu sendiri, hakikat semesta, bahkan hakikat Tuhan, baik menurut segi struktural, maupun menurut segi normatifnya.

Ciri-ciri Berfikir Ahli Filsafat

Para ahli filsafat bisa disebut juga sebagai filosof atau filsuf. Ada nih ciri-ciri filsuf yang harus Anda ketahui untuk memudahkan Anda dalam memutuskan apakah seseorang memang ahli dalam filsafat atau tidak.

Ciri-ciri ahli filsafat sendiri, yaitu:

  • Dapat menyusun skema konsepsi
  • Dapat berfikir secara sistematis
  • Memiliki kedisiplinan dalam berfikir yang tinggi

Ajaran-ajaran Filsafat

Filafat sendiri terbagi dalam 4 ajaran yang sudah tersimpan dengan rapi dalam khasanah ilmu. Ajaran-ajaran tersebut adalah:

  1. Materialisme
    Pada ajaran yang satu ini, banyak yang berpendapat bahwa alam semesta badaniah itu merupakan kenyataan yang sebenarnya. Aliran pada ajaran materialisme ini tebragi menjadi dua variasi yaitu materialisme humanis dan materialisme diaklektik.
  2. Idealisme
    Pada ajaran yang satu ini, banyak yang berpendapat bahwa ide yang memiliki sifat intelegensi atau rohani merupakan hakikat kenyataan yang sebenarnya. Dalam paham ajaran ini, terdapat dua aliran variasi yang berbeda yaitu idealisme objektif dan idealisme subjektif.
  3. Realisme
    Pada ajaran yang satu ini, banyak yang berpendapat bahwa rohani atau batin beserta dunia material merupakan sesuatu hakikat yang abadi dan asli.
  4. Pragmatiesme
    Sedangkan pada ajaran yang satu ini, banyak yang berpendapat bahwa aliran paham yang terdapat dalam filsafat tidak bersifat absolute atau mutlak, tidak doktriner, namun relatif tergantung pada kemampuan individu masing-masing.

Klasifikasi Filsafat

Selain ajaran-ajaran yang terdapat dalam filsafat, ada juga nih klasifikasi filsafat yang perlu diketahui. Klasifikasi-klasifikasi tersebut berupa:

1. Filsafat Barat

Filsafat barat merupakan ilmu yang dipelajari oleh para penduduknya di sekolah-sekolah yang terletak di Eropa dan sekitarnya. Filsafat yang satu ini berkembang dari filsafat leluhur Yunani yang langka. Ada beberapa tokoh filsafat barat yang ternama seperti Jean-Paul Sartre, Friedrich Nietzsche, Karl Heinrich Marx, Arthur Schopenhauer, George Hegel, Immanuel Kant, Rene Descartes, Thomas Aquinas, dan Plato.

Dalam filsafat barat, ada beberapa pembidangan filsafat yang terbagi dalam tema:

  1. Metafisika
    Metafisika mengkaji semua hakikat yang ada di muka bumi ini. semua hakikat yang ada dan eksistensinya diakui secara umum akan dikaji secara khusus pada kajian Ontologi. Adapula Kosmologi yang bertujuan untuk mengkaji hakikat manusia beserta alam semestanya.
  2. Epistemologi
    Epistemologi mengkaji tentang wilayah dan hakikat pengetahuan. Kata episteme yang berada dalam kata epistemologi berarti pengetahuan. Itulah mengapa bagian filsafat ini akan membahas berbagai macam hal tentang pengetahuan mulai dari sumber, batas, hingga kebenaran akan suatu pengetahuan alam.
  3. Skeptisisme
    Skeptisisme merupakan posisi yang akan mencari semua kemungkinan tentang hal-hal yang membenarkan suatu kebenaran. Akan terjadi argument regresi, masalah mendasar yang pada epistomologi, untuk membuktikan bahwa pernyataan apapun atau pembenaran itu sendiri memang perlu didukung oleh pembenaran lainnya.
  4. Rasionalisme
    Rasionalisme merupakan penekanan pada suatu penalaran yang dijadikan sebagai asal pengetahuan. Sedangkan penalaran pada suatu bukti pengamatan melalui segala macam pengalaman indrawi yang dijadikan sebagai asal pengetahuan disebut empirisme.
  5. Parmenides
    Parmenides merupakan keraguan dalam berfikir tentang hal yang benar-benar terjadi, namun segera berfikir untuk dapat memiliki objek karena hal itu merupakan suatu hal yang melampui akal sehat.
  6. Aksiologi
    Suatu hal yang membahas mengenai masalah-masalah terhadap norma atau nilai yang berlaku pada suatu kehidupan manusia disebut Aksiologi. Dari sudut pAndang aspek ini, terdapat dua cabang filsafat yang membahas setiap aspek nilai mutu hidup manusia yaitu estetika dan etika.
  7. Etika
    Filsafat moral atau etika membahas mengenai bagaimana cara manusia bertindak, mempertanyakan bagaimana kebenaran dari suatu tindakan. Topik yang sering dibahas di filasafat ini yaitu soal suara hati, tanggung jawab, kebenaran, soal kebaikan, dan semacamnya.
  8. Estetika
    Berbeda dengan etika, di aspek yang satu ini akan membahas tentang keindahan dan penerapannya pada kehidupan. Dari aspek ini lahirlah berbagai macam teori yang berkaitan dengan aspek budaya dan kesenian.
2. Filsafat Timur

Filsafat timur merupakan tradisi falsafi yang berkembang di Asia. Khususnya di daerah Republik Rakyat Tiongkok, India, dan daerah sekitarnya. Ciri filsafat yang satu ini yaitu adanya hubungan filsafat dengan agama yang dianut. Tokoh filsuf timur terkenal yaitu Mao Zedong, Zhuang Zi, Kong Hu Cu, Lao Tse, Bodhidharma dan Budha.

3. Filsafat Timur Tengah

Filsafat Timur Tengah merupakan filsafat yang diwarisi dari tradisi Filsafat Barat yang berkembang di sekitar Timur Tengah seperti dikalangan orang-orang Arab, Yahudi, dan daerah sekitar laut Tengah. Adapun beberapa filsuf TImur Tengah terkenal seperti Averroes, Kahlil Gibran, Ibnu Tufail, dan Ibnu Sina.

4. Filsafat Islam

Filsafat Islam merupakan filsafat yang semua filsufnya beragama Islam yang membahas filsafat sesuai dengan agam yang dianut.

5. Filsafat Kristen

Sedangkan filsafat Kristen merupakan filsafat yang semua filsufnya beragam Kristen dan membahas filsafat sesuai dengan agama yang dianut.

Manfaat Filsafat

Berikut ini manfaat filsafat dalam kehidupan adalah :

  • Sebagai dasar dalam bertindak.
  • Sebagai dasar dalam mengambil keputusan.
  • Untuk mengurangi salah paham dan konflik.
  • Untuk bersiap siaga menghadapi situasi dunia yang selalu berubah.

Nah, demikian tadi penjelasan singkat mengenai pengertian filsafat. Semoga dengan adanya tulisan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan sobat mengenai filsafat. Bagi sobat yang sudah membaca tulisan diatas, sobat bisa juga memberi kritik dan saran mengenai tulisan ini di kolom komentar. Salam edukasi

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *