Pengertian Inflasi, Penyebab, Jenis-Jenis, Serta Dampak dan Cara Mengendalikan Inflasi

Loading...

Pengertian Inflasi – Inflasi adalah suatu keadaan perekonomian dimana harga-harga secara umum mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang. Kenaikan harga yang bersifat sementara seperti kenaikan harga pada masa lebaran tidak dianggap sebagai inflasi, karena disaat setelah masa lebaran, harga-harga dapat turun kembali. Inflasi secara umum dapat terjadi karena jumlah uang beredar lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Inflasi merupakan suatu gejala ekonomi yang tidak pernah dapat dihilangkan dengan tuntas. Usaha-usaha yang dilakukan biasanya hanya sampai sebatas mengurangi dan mengendalikannya.

Inflasi merupakan salah satu penyakit ekonomi di setiap negara. Semua negara baik negara maju maupun berkembang pasti mengalami apa yang disebut inflasi, hanya besarannya saja yang berbeda.

Penyebab Inflasi

Inflasi disebabkan oleh kenaikan permintaan dan kenaikan biaya produksi. Penjelasan lebih lanjut untuk kedua penyebab inflasi tersebut adalah sebagai berikut.

Loading...

a. Inflasi karena kenaikan permintaan (Demand Pull Inflation)

Inflasi seperti ini terjadi karena adanya kenaikan permintaan untuk beberapa jenis barang. Dalam hal ini, permintaan masyarakat meningkatkan secara agregat (aggregate demand). Peningkatan permintaan ini dapat terjadi karena peningkatan belanja pada pemerintah, peningkatan permintaan akan barang untuk diekspor, dan peningkatan permintaan barang bagi kebutuhan swasta. Kenaikan permintaan masyarakat (aggregate demand) ini mengakibatkan harga-harga naik karena penawaran tetap.

b. Inflasi karena biaya produksi (Cos Pull Inflation)

Inflasi seperti ini terjadi karena adanya kenaikan biaya produksi. Kenaikan pada biaya produksi terjadi akibat karena kenaikan harga-harga bahan baku, misalnya karena keberhasilan serikat buruh dalam menaikkan upah atau karena kenaikan harga bahan bakar minyak. Kenaikan biaya produksi mengakibatkan harga naik dan terjadilah inflasi.

c. Inflasi karena jumlah uang yang beredar bertambah

Teori ini diajukan oleh kaum klasik yang mengatakan bahwa ada hubungan antara jumlah uang yang beredar dan harga-harga. Bila jumlah barang itu tetap, sedangkan uang beredar bertambah dua kali lipat maka harga akan naik dua kali lipat. Penambahan jumlah uang yang beredar dapat terjadi misalnya kalau pemerintah memakai sistem anggaran defisit. Kekurangan anggaran ditutup dengan melakukan pencetakan uang baru yang mengakibatkan harga-harga naik.

Jenis-Jenis Inflasi

Jenis-jenis inflasi bisa kita bedakan berdasarkan tingkat keparahannya, penyebabnya dan berdasarkan asal terjadinya.

1. Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

  • Inflasi rendah. Inflasi dikatakan rendah jika kenaikan harga berjalan sangat lambat dengan persentase kecil, yaitu di bawah 10% setahun.
  • Inflasi sedang. Suatu negara dikatakan mengalami inflasi sedang, jika persentase laju inflasinya sebesar 10% – 30% setahun.
  • Inflasi tinggi. Inflasi dikatakan tinggi jika laju inflasinya berkisar 30% – 100% setahun.
  • Hiperinflasi. Hiperinflasi dapat terjadi jika laju inflasinya di atas 100% setahun. Apabila suatu negara mengalami hiperinflasi, maka masyarakat tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap uang, mereka lebih memilih menukarkannya dengan barang tertentu.

2. Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

Berdasarkan penyebabnya inflasi dibedakan menjadi sebagai berikut.

  • Demand-pull inflation
  • Cost-push inflation

3. Inflasi Berdasarkan Asalnya

Berdasarkan asalnya inflasi dibedakan menjadi berikut ini.

  • Inflasi karena defisit APBN. Inflasi jenis ini terjadi sebagai akibat adanya pertumbuhan jumlah uang yang beredar melebihi permintaan akan uang.
  • Imported inflation. Imported inflation yaitu inflasi yang terjadi di suatu negara, misalnya beberapa barang di luar negeri yang menjadi faktor produksi di suatu negara, harganya meningkat, maka kenaikan harga tersebut mengakibatkan meningkatnya harga barang di negara tersebut.

Dampak dan Cara Mengendalikan Inflasi

Berikut ini merupakan dampak-dampak yang timbul akibat inflasi beserta cara mengendalikannya.

a. Dampak Inflasi

Inflasi yang terkendali bisa meningatkan kegiatan perekonomian, jadi ternyata inflasi tidak selalu berdampak buruk untuk perekonomian, Di bawah ini dampak-dampak inflasi terhadap kegiatan dan kondisi perekonomian masyarakat.

  • Dampak inflasi terhadap pendapatan adalah bisa mengubah pendapatan masyarakat. Perubahan bisa bersifat merugikan atau menguntungkan. Pada beberapa keadaan, inflasi bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu inflasi bisa membantu pengusaha menambah kapasitas produksinya. Dengan begitu, akan tumbuh lapangan kerja baru serta bertambahnya penghasilan seseorang. Tetapi, bagi masyarakat yang berpendapatan tetap inflasi akan mengakibatkan mereka rugi karena pendapatan yang tetap itu bila ditukarkan dengan barang dan jasa akan semakin sedikit.
  • Dampak Inflasi terhadap Ekspor : Pada kondisi inflasi, daya saing untuk barang ekspor menjadi berkurang. Penyebab berkurangnya daya saing ini adalah harga barang ekspor yang semakin mahal. Selain itu, inflasi bisa menyulitkan negara dan para eksportir. Dampak bagi negara adalah mengalami kerugian sebab daya saing barang ekspor berkurang yang mengakibatkan jumlah penjualan menjadi berkurang. Selain itu, devisa yang didapat juga semakin sedikit.
  • Dampak Inflasi terhadap minat orang untuk menabung : Saat terjadi inflasi, penghasilan riil para penabung menjadi berkurang karena jumlah bunga yang diperoleh pada kenyataannya berkurang disebabkan pertumbuhan inflasi. Contohnya, pada bukan agustus tahun 2015 seseorang menyetor uangnya ke bank dalam bentuk deposito satu tahun. Nah, deposito itu menghasilkan bunga sebesar 20% per tahun. Jika tingkat inflasi sepanjang agustus 2015 sampai agustus 2016 lumayan tinggi, misal 16%, maka penghasilan uang dari uang yang didepositokan hanya tersisa 4%. Oleh karena itu, salah satu dampak inflasi adalah membuat minat orang menabung menjadi berkurang.
  • Dampak Inflasi terhadap kalkulasi harga pokok: Kondisi inflasi mengakibatkan perhitungan untuk menetapkan harga pokok bisa terlalu besar atau bahkan terlalu kecil. Karena persentase dari inflasi itu sendiri tidak teratur, kita tidak bisa emmastikan berapa persen inflasi untuk suatu masa tertentu. Dampaknya, penetapan harga jual dan harga pokok sering tidak sesuai. Kondisi inflasi ini bisa mengacaukan kegiatan perekonomian, khususnya untuk produsen.

b. Cara Mengendalikan Inflasi

Tingkat inflasi yang sangat tinggi bisa membahayakan perekonomian suatu negara. Oleh sebab itu, inflasi harus cepat diatasi. Tindakan yang harus dilakukan untuk mengatasi inflasi bisa berupa kebijakan fiskal, kebijakan moneter, atau kebijakan lainnya.

1. Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal merupakan cara untuk mempengaruhi pengeluaran dan penerimaan pemerintah. Kebijakan ini bisa mempengaruhi tingkat inflasi. Adapun kebijakn fiskal antara lain sebagai berikut.

  • Menghemat pengeluaran pemerintah
    Pemerintah bisa menekan inflasi dengan cara mengurangi pengeluaran, sehingga mengakibatkan permintaan akan barang dan jasa berkurang yang pada akhirnya bisa menurunkan harga.
  • Menaikkan tarif pajak
    Agar dapat menekan inflasi, pemerintah bisa menaikkan tarif pajak. Dengan naiknya tarif pajak untuk perusahaan dan rumah tangga diharapkan bisa mengurangi tingkat konsumsi masyarakat. Ketika tingkat konsumsi turun, maka permintaan barang dan jasa akan berkurang sehingga hara bisa turun kembali.

2. Kebijakan Moneter

Adapun kebijakan-kebijakan moneter antara lain sebagai berikut.

  • Kebijakan Operasi terbuka
    Dengan kebijakan ini, bank sentral bisa mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual surat-surat berharga. Contohnya Surat Utang Negara (SUN). Dengan semakin banyaknya surat berharga yang dijual, maka jumlah uang yang beredar bisa berkurang sehingga bisa mengurangi tingkat inflasi.
  • Kebijakan Diskonto
    Agar bisa mengatasi inflasi, bank sentral bisa menerapkan kebijakan diskonto dengan cara meningkatkan nilai suku bunga. Adapun tujuannya yakni agar masyarakat tertarik untuk menabung. Dengan begitu, diharapkan jumlah uang yang beredar bisa berkurang sehingga bisa menurunkan tingkat inflasi.
  • Kebijakan Penetapan Persediaan Kas
    Dalam kebijakan ini, Bank Sentral bisa mengambil kebijakan untuk mengurangi keberadaan uang yang beredar dengan cara menetapkan persediaan yang beredar dengan menetapkan dan mengatur persediaan uang kas yang ada di bank-bank. Jika uang yang beredar berkurang, maka inflasi bisa ditekan.

3. Kebijakan Lainnya

Selain menerapkan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter, masih ada cara-cara lain untuk mengatasi inflasi. Cara-cara untuk mengendalikan inflasi tersebut antara lain sebagai berikut.

  • Menetapkan harga maksimal untuk beberapa jenis barang. Maksudnya penetapan harga itu dapat mengendalikan harga yang ada sehingga inflasi bisa dikendalikan. Namun perlu diperhatikan, penetapan itu harus realistis. Jika penetapan itu tidak realistis, maka bisa berakibat terjadinya pasar gelap (Black Market).
  • Meningkatkan produksi dan menambah jumlah barang yang berada di pasaran. Jika ingin menambah produksi, pemerintah bisa mengeluarkan produksi. Misalnya hal ini bisa ditempuh dengam memberi subsidi atau premi pada perusahaan yang bisa memenuhi target tertentu yang sudah ditetapkan. Selain itu, untuk menambah jumlah barang yang beredar, pemerintah juga bisa memudahkan aktifitas impor. Contohnya, dengan menurunkan bea masuk barang impor.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian inflasi, penyebab, jenis-jenis, serta dampak dan cara mengendalikan inflasi. Semoga artikel ini dapat berguna serta dapat bermanfaat untuk Anda semua.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *