Pengertian Investasi, Jenis-Jenis, Tujuan, dan Manfaat Investasi

Loading...

Pengertian Investasi – Untuk menjalankan usaha atau bisnis tentu kita memerlukan yang namanya investasi. Tak salah jika dalam dunia modern saat ini, investasi banyak sekali dicari dan dijalankan untuk ladang bisnis. Untuk berinvestasi tidak hanya menggunakan uang saja, tetapi investasi juga bisa dilakukan dengan harta benda seperti emas, properti, apertemen, dan lain sebagainya. Agar sukses dalam melakukan investasi kita harus mengetahui dasar dari investasi itu, seperti apa yang ingin dijelaskan disini. Oleh karena itu marilah simak ulasan yang ada dibawah ini.

Secara etimologi kata investasi berasal dari kata invest yang berarti menanam yaitu menginvestasikan uang atau menanamkan modal. Dengan kata lain investasi juga disebut sebagai penanaman modal. Secara langsung, dapat dikatakan bahwa investasi adalah memberikan uang kepada sebuah usaha baik itu jasa atau produksi yang akan kembali bila usaha tersebut maju dan tidak akan kembali bila usaha tersebut hancur. Istilah investasi sangat populer dalam dunia bisnis dan sangat sering digunakan, walaupun dalam undang undang digunakan istilah penanaman modal.

Investasi memiliki pengertian yang luas dari pada penanaman modal dikarenakan investasi dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung, sedangkan secara konotasi penanaman modal berkonotasi secara langsung.

Loading...

Secara umum, pengertian investasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan baik oleh orang pribadi ataupun badan hukum dalam upaya untuk meningkatkan dan mempertahankan nilai modalnya, baik yang berbentuk uang (cash money), peralatan (equipment), aset tidak bergerak, hak atas kekayaan intelektual (HAKI), maupun keahlian (skills). Berdasarkan Undang Undang Pasal 1 Ayat 1 No. 25/2007 tentang penanaman modal disebutkan bahwa penanaman modal adalah segala bentuk penanaman modal baik oleh penanam modal dalam negeri maupun penanam modal asing untuk melakukan usaha di wilayah negara republik Indonesia.

Jenis-Jenis Investasi

Adapun beberapa investasi finansial adalah sebagai berikut :

a. Deposito

Investor akan menanamkan dana dengan jangka waktu tertentu, namun umumnya berjangka pendek dan memperoleh keuntungan berupa bunga. Bunga pada deposito biasanya sesuai dengan resikonya. Adapun deposito dibagi menjadi umumnya terdapat dua macam, diantaranya :

1. Deposito berjangka

Merupakan investasi dengan cara menanamkan dana dalam jangka waktu pendek yang umumnya tidak lebih dari satu tahun, dan pada saat jatuh tempo akan menerima kembali dana yang ditanamkannya bersama dengan bunga hasil dari investasinya.

2. Sertifikat deposito

Pada deposito ini umumnya bunga akan diterima di bagian awal, waktunya biasanya sama dengan deposito berjangka, yaitu tidak lebih dari satu tahun atau sesuai dengan aturan yang di sepakati.

b. Saham

Jika memiliki saham pada suatu perusahaan maka sama halnya memiliki aset perusahaan tersebut. Misalnya jika memiliki 60 persen saham pada sebuah perusahaan, maka memiliki 60 persen aset perusahaan tersebut. Saham dapat dikatakan sebagai surat-surat berharga yang di terbitkan oleh suatu perusahaan, dimana surat-surat tersebut menunjukan kepemilikan dari perusahaan tersebut. Saham-pun bisa di perjual-belikan dengan syarat-syarat tertentu.

c. Obligasi

Yaitu surat tanda bukti dari pernyataan hutang, maksudnya suatu bukti bahwa seseorang telah memberikan hutang kepada suatu perusahaan atau lembaga tertentu. Jadi pihak yang berhutang akan membayar bunga dalam jangka waktu tertentu, biasanya jangka waktu untuk mengembalikan hutang lebih dari 12 bulan. Obligasi memiliki beberapa keuntungan seperti dapat memberikan pendapatan yang tetap dan bunga yang besar daripada deposito. Kerugiannya biasanya jika pihak yang berhutang bangkrut maka tidak dapat membayar hutangnya dan memiliki jangka waktu yang cukup panjang.

d. Reksa Dana

Reksa dana dapat diartikan sebagai tempat menghimpun dana secara kolektif. Lalu dana yang terkumpul akan dikelola oleh manager investasi, yang dimana nantinya dana yang terkumpul akan di investasikan. Biasanya jika mendapatkan keuntungan maupun kerugian akan dibagi secara merata kepada para investor. Reksa dana saat ini merupakan salah satu jenis dari investasi yang perkembangannya cukup pesat, Meski begitu masih banyak orang yang belum memahaminya. Dalam berinvestasi jenis ini harus berhati-hati karena rawan terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.

e. Menabung

Menabung dapat di artikan sebagai menyimpan uang di bank sehingga uang tersebut terkumpul dan dapat digunakan di kemudian hari jika di butuhkan. Investasi dengan cara menabung bisa dilakukan oleh semua kalangan. Keuntungan menabung misalnya seperti uang dapat diambil kapan saja jika di perlukan dan transaksinya yang tergolong mudah.

Adapun dari segi sektor rill atau barang, jenis-jenis investasi terbagi kedalam :

a. Sektor Manufaktur

Merupakan investasi dalam menangani mengelola barang-barang mentah, bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi untuk di olah lagi sehingga menjadi barang yang mempunyai nilai guna yang tinggi. Biasanya dalam sektor ini ada juga yang berbasis kepada jasa transportasi, otomotif, agrobisnis dan lain-lain.

b. Properti

Yaitu investasi pada semua sektor yang ada hubungannya dengan bangunan, mulai dari perumahan, apartemen dan gedung-gedung. sehingga bangunan tersebut bisa di jual atau disewakan.

c. Teknologi

Yaitu Investasi yang ada hubungannya dengan bisnis-bisnis pada sektor teknologi, misalnya seperti pada dunia pertelevisian, perfilman, rumah produksi, telekomunikasi dll.

d. Emas

Harga emas cenderung selalu stabil bahkan selalu naik setiap tahunnya. Banyak orang yang berinvestasi dengan emas, kemudian menjualnya kembali saat harganya mengalami kenaikan yang cukup tinggi dan emas yang di investasikan umumnya emas batangan. Orang-orang berinvestasi dengan emas biasanya memiliki alasan seperti karena emas mudah dijual, memiliki daya tahan yang lama, dan yang paling utama yaitu harganya yang stabil. Mungkin kelemahan jika berinvestasi emas misalnya seperti ada kemungkinan nilai emas mengalami penurunan tapi hal seperti ini relatif jarang terjadi dan tidak memberikan penghasilan rutin.

Tujuan Investasi

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari investasi antara lain :

  • Untuk mendapatkan sebuah pendapatan yang tetap dalam setiap periode, yaitu antara lain seperti bunga, royalti, deviden, atau uang sewa dan lain sebagainya.
  • Untuk membentuk suatu dana khusus, misalnya dana untuk suatu kepentingan ekspansi, kepentingan sosial.
  • Untuk mengontrol atau mengendalikan suatu perusahaan lain, melalui pemilikan sebagian ekuitas suatu perusahaan tersebut.
  • Untuk menjamin tersedianya sebuah bahan baku dan untuk mendapatkan pasar untuk produk yang dihasilkan.
  • Untuk mengurangi persaingan di antara sebuah perusahaan-perusahaan yang sejenis.
  • Untuk menjaga hubungan antar perusahaan.

Manfaat Investasi

Adapun beberapa manfaat yang bisa di dapatkan dalam berinvestasi adalah sebagai berikut :

a. Dapat meningkatkan aset

Misalnya kamu menabung untuk masa depan merupakan salah satu cara yang tepat untuk berinvestasi. Atau kamu dapat membeli tanah saat ini untuk sebuah investasi, kemudian menjualnya di masa yang akan datang dengan nilai yang berkali-kali lipat dari harga saat membelinya, atau pada tanah tersebut bisa di bangun apartemen dan di sewakan atau di jual.

b. Dapat memenuhi kebutuhan hidup di masa depan

Tentunya kita tidak tahu kebutuhan apa saja yang diperlukan di masa depan. Untuk mencapai target yang telah di rencanakan di masa yang akan datang misalnya kita ingin membeli rumah, kendaraan dan kebutuhan lainnya. Maka hal tersebut akan lebih cepat tercapai jika mulai melakukan mengumpulkan uang atau berinvestasi mulai dari saat ini.

Bukan hanya menabung di bank saja tapi kita juga dapat merencanakan masa depan seperti persiapan untuk pendidikan, kesehatan dan pensiun dari pekerjaan. Jadi jangan hanya berinvestasi pada satu bidang saja, tapi berinvestasilah pada bidang lainnya. Hal ini bertujuan untuk menghindari jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan dari satu investasi, maka ada cadangan di investasi yang lainnya.

c. Hidup jadi lebih hemat

Investasi dapat membuat seseorang menjadi lebih hemat. Misalnya dengan cara menabung, orang akan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk menabung dan hasil uang yang terkumpul dari menabung tersebut dapat dinikmati di masa yang akan datang atau jika di butuhkan. Bisa juga berinvestasi dalam bentuk asuransi, seseorang yang berinvestasi dengan cara asuransi harus membayar biaya asuransi setiap bulannya atau dalam jangka waktu tertentu, dan hasil dari investasi asuransi tersebut dapat dinikmati di masa yang akan datang.

d. Mencegah dari jeratan hutang

Seiring berkembangnya jaman maka banyak sekali kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, terutama mengenai kebutuhan akan gaya hidup. Pastinya setiap orang memiliki gaya hidupnya masing-masing, misalnya seperti keinginan untuk membeli barang-barang tertentu yang harganya tergolong relatif mahal. Mungkin saja karena ingin memenuhi gaya hidupnya orang tersebut memaksakan diri dan memutuskan untuk meminjam uang untuk memenuhi gaya hidupnya dan tentunya dia akan terjerat hutang. Maka dengan investasi kita dapat mencegah terjerat hutang, karena kita akan selalu memiliki komitmen yang kuat untuk menghindari jeratan hutang yaitu dengan cara gaya hidup hemat.

e. Menciptakan kebahagiaan bagi keluarga

Dengan berinvestasi secara tepat, maka kita dapat menciptakan kebahagiaan dalam keluarga, misalnya kesehatan hidup keluarga lebih terjamin dengan adanya asuransi, pendidikan anak lebih terjamin dan cadangan keuangan selalu ada jika diperlukan.

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian investasi, jenis-jenis, tujuan, dan manfaat investasi. Semoga artikel ini dapat berguna serta dapat bermanfaat untuk Anda semua.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *