Terjemahan Lirik Lagu Golden Leaves – Passenger

Loading...

Terjemahan Lirik Lagu Golden Leaves – Passenger – Dalam kesempatan kali ini admin ingin membahas mengenai terjemahan lirik lagu Golden Leaves. Mungkin diantara sobat ada yang sudah mengerti atau memahami apa itu terjemahan lirik lagu Golden Leaves. Namun tidak bisa dipungkiri jika masih ada yang belum terlalu memahami atau bahkan belum mengerti sama sekali mengenai terjemahan lirik lagu Golden Leaves. Bagi sobat yang masih bingung mengenai terjemahan lirik lagu Golden Leaves, sobat bisa menyimak penjelasan mengenai terjemahan lirik lagu Golden Leaves di bawah ini untuk memahami lebih lanjut.

Lirik lagu adalah ekspresi tentang sesuatu hal yang dilihat atau didengar seseorang atau yang dialaminya. Dengan melakukan permainan kata serta bahasa untuk menciptakan daya tarik dan kekhasan terhadap lirik lagu yang dilakukan oleh seorang pencipta lagu. Permainan bahasa ini dapat berupa permainan vokal, gaya bahasa maupun penyimpangan makna kata dan diperkuat dengan penggunaan melodi dan notasi musik yang disesuaikan dengan lirik lagunya sehingga pendengar semakin terbawa dengan apa yang dipikirkan pengarangnya.

Lirik Lagu Golden Leaves – Passenger dan Terjemahan

Do you remember how this first begun?
Apa kau ingat cara ini pertama di mulai?
Teeth were white and our skin was young
Gigi yang putih dan kulit kita masih muda
Eyes as bright as the Spanish Sun
Mata seterang matahari Spanyol
We had nothing we could hide
Kita tak punya apapun, kita tak bisa menyembunyikan

Loading...

Now my dear we are two golden leaves
Sekarang sayangku kitalah daun emas
Clinging desperately to winter trees
Menempel mati-matian untuk pohon di musim dingin
Got up here like a pair of thieves
Berdiri di sini seperti sepasang pencuri
While the sirens blare outside
Sementara sirene berbunyi keras di luar

What’s left to say when every word’s been spoken?
Apa yang tersisa untuk mengatakan ketika setiap kata yang telah diucapkan?
What’s left to see when our eyes won’t open?
Apa yang tersisa untuk melihat ketika mata kita tidak akan terbuka?
What’s left to do when we’ve lost all hope and
Apa yang tersisa untuk dilakukan ketika kita sudah kehilangan semua harapan dan
What’s left to break when our hearts are broken?
Apa yang tersisa untuk putus ketika hati kita hancur?

But sometimes…
Tapi terkadang..
Do you remember how this started out?
Apa kau ingat bagaimana ini bisa terjadi?
So full of hope and now we’re filled with doubt
Begitu penuh harapan, dan sekarang kita penuh dengan keraguan
A dirty joke we used to laugh about
Sebuah lelucon kotor kita gunakan untuk tertawaan
But it’s not funny anymore
Tapi itu tak lucu lagi

I fear I choke unless I spit it out
Aku takutaku tersedak, kecuali aku meludah
Still smell of smoke, although the fire’s gone out
Masih bau asap, meskipun api sudah padam
Can’t live with you, but I die without
Tak bisa hidup denganmu, tapi saya mati tanpanya

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *