Pengertian Yurisprudensi, Macam-macam, Proses, Unsur, Jenis-jenis, Fungsi, Contoh dan Manfaat Yurisprudensi

Pengertian Yurisprudensi
Loading...

Pengertian yurisprudensi – Dalam kesempatan kali ini admin ingin membahas mengenai pengertian yurisprudensi. Mungkin diantara sobat ada yang sudah mengerti atau memahami mengenai pengertian yurisprudensi. Namun tidak bisa dipungkiri jika masih ada yang belum terlalu memahami atau bahkan belum mengerti sama sekali mengenai pengertian yurisprudensi. Bagi sobat yang masih bingung mengenai pengertian yurisprudensi, sobat bisa menyimak penjelasan mengenai pengertian yurisprudensi di bawah ini untuk memahami lebih lanjut.

Pengertian Yurisprudensi

Pengertian yurisprudensi adalah keputusan yang diambil oleh hakim dalam memutuskan suatu perkara yang belum diatur dalam Undang-Undang. Keputusan hakim ini dianggap sah karena hakim memperoleh hak dalam membuat argumen untuk menyelesaikan suatu perkara dan keputusan hakim ini dapat dijadikan pedoman bagi hakim-hakim yang lain. Putusan hakim ini berkekuatan hukum dan dibenarkan oleh Mahkamah Agung.

Pengertian Yurisprudensi Menurut Para Ahli

Para ahli memiliki pandangan yang berbeda mengenai pengertian yurisprudensi, berikut beberapa pengertian ahli mengenai pengertian yurisprudensi.

Loading...
  • Prof. Subekti
    Pengertian Yurisprudensi menurut Prof. Subekti adalah Putusan-putusan Hakim atau Pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap dan dibenarkan oleh Mahkamah Agung sebagai Pengadilan kasasi, atau putusan Mahkamah Agung sendiri yang sudah berkekuatan hukum tetap.
  • Kansil
    Menurut Kansil pengertian Yurisprudensi adalah keputusan hakim terdahulu yang sering diikuti dan dijadikan dasar keputusan oleh hakim kemudian mengenai masalah yang sama
  • Sudikno Mertokusumo (1991:92)
    Pengertian Yurisprudensi menurut Sudikno Mertokusumo adalah pelaksanaan hukum dalam hal konkrit terjadi tuntutan hak yang dijalankan oleh suatu badan yang berdiri sendiri dan diadakan oleh negara serta bebas dari pengaruh apa dan siapa pun denga cara memberikan putusan yang bersifat mengikat dan berwibawa.

Macam-macam Yurisprudensi

Ada 4 macam yurisprudensi, yaitu:

  • Yurisprudensi Tetap, putusan dari hakim yang terjadi karena rangkaian putusan yang sama dan dijadikan dasar bagi pengadilan untuk memutuskan suatu perkara.
  • Yurisprudensi Tidak Tetap, putusan dari hakim terdahulu yang tidak dijadikan dasar bagi pengadilan dalam memutuskan suatu perkara.
  • Yurisprudensi Semi Yuridis, semua penetapan pengadilan yang didasarkan pada permohonan seseorang yang berlaku khusus hanya pada pemohon, seperti penetapan status anak.
  • Yurisprudensi Administratif, merupakan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) yang berlaku hanya secara administratif dan mengikat intern di dalam ruang lingkup pengadilan.

Proses Yurisprudensi

Untuk memutuskan suatu perkara maka harus melalui beberapa proses yakni eksaminasi dan notasi.

  • Eksaminasi
    Proses Eksaminasi adalah meneliti dan memeriksa suatu keputusan
  • Notasi
    Proses Notasi adalah penjelasan sementara atau permanen yang dicatat berdasarkan suatu perkara.

Unsur Yurisprudensi

Setelah melalui kedua proses tersebut sebuah keputusan juga harus memenuhi beberapa unsur yakni :

  • Memenuhi kriteria adil
  • Keputusan atas sesuatu yang tidak jelas pengaturannya
  • Terjadi berulang kali dengan kasus sama
  • Telah dibenarkan MA
  • Keputusan tetap

Jenis-jenis Yurisprudensi

Yurisprudensi terbagi kedalam empat jenis antara lain:

  • Yurisprudensi Tetap
    Yurisprudensi Tetap adalah suatu putusan dari hakim yang terjadi oleh karena rangkaian putusan yang sama dan dijadikan sebagai dasar bagi pengadilan untuk memutuskan suatu perkara.
  • Yurisprudensi Tidak Tetap
    Yurisprudensi Tidak Tetap ialah suatu putusan dari hakim terdahulu yang tidak dijadikan sebagai dasar bagi pengadilan.
  • Yurisprudensi Semi Yuridis
    Yurisprudensi Semi Yuridis yaitu semua penetapan pengadilan yang didasarkan pada permohonan seseorang yang berlaku khusus hanya pada pemohon.
    Contoh: Penetapan status anak.
  • Yurisprudensi Administratif
    Yurisprudensi Administratif adalah SEMA (Surat Edaran Mahkamah Agung) yang berlaku hanya secara administratif dan mengikat intern di dalam lingkup pengadilan.

Latar Belakang Yurisprudensi

Lahirnya Yurisprudensi dilatarbelakangi oleh adanya peraturan UU yang tidak jelas atau masih kabur, sehingga menyulitkan hakim dalam membuat keputusan mengenai suatu perkara. Hakim dalam hal ini membuat suatu hukum baru dengan mempelajari putusan hakim yang terdahulu untuk mengatasi perkara yang sedang dihadapi. Jadi, putusan dari hakim terdahulu inilah yang kemudian disebut dengan istilah yurisprudensi.

Dasar Hukum Yurisprudensi

Yurisprudensi didasari oleh UU No. 48 Tahun 2009 Mengenai Kekuasaan Kehakiman.

Isi Undang-Undang No. 48 Tahun 2009 :
“Pengadilan tidak boleh menolak untuk memeriksa perkara, mengadili perkara dan memutuskan perkara yang diajukan dengan alasan hukum tidak ada atau kurang jelas (kabur), melainkan wajib memeriksa serta mengadilinya. Hakim diwajibkan untuk menggali, mengikuti dan memahami keadilan dan nilai-nilai hukum yang tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat.”

Fungsi Yurisprudensi

Sebagai salah satu landasan penegakan hukum Yurisprudensi memiliki beberapa fungsi antara lain :

  • Menegakkan kepastian Hukum
  • Mewujudkan keseragaman pandangan hukum yang sama
  • Landasan hukum
  • Menciptakan standar hukum

Contoh Yurisprudensi

Tidak semua putusan hakim dapat dijadikan yurisprudensi. Berikut ini adalah unsur-unsur yang harus dipenuhi agar sebuah putusan hakim menjadi yurisprudensi tetap:

  • Putusan tersebut menyangkut perkara yang belum diatur dalam peraturan perundang-undangan.
  • Putusan tersebut telah memiliki kekuatan hukum tetap.
  • Putusan tersebut dijadikan dasar pengambilan keputusan pada kasus yang sama berulang-ulang kali.
  • Putusan tersebut dianggap memenuhi rasa keadilan masyarakat umum.
  • Putusan tersebut dibenarkan oleh MA.

Berikut ini adalah contoh yurisprudensi yang umum kita ketahui:

  • Yurisprudensi yang menyatakan listrik adalah benda dalam kasus pencurian listrik, meskipun secara nyata listrik tidak berwujud.
  • Yurisprudensi yang menyatakan bahwa permohonan kasasi atau gugatan asli yang tidak jelas tanpa dijelaskan alasan ketidakjelasannya dapat dibatalkan oleh MA.
  • Yurisprudensi yang menyatakan agar pemeriksaan anak dibawah umur dilakukan secara tertutup sesuai dengan asas-asas peradilan anak.
  • Yurisprudensi yang menyatakan agar perwalian anak diberikan kepada ibu jika anak tersebut masih berada pada usia yang membutuhkan kasih sayang orang tuanya.
  • Yurisprudensi yang menyatakan bahwa jual beli yang objeknya tidak ada adalah tidak sah.

Manfaat Yurisprudensi

Yurisprudensi juga membawa beberapa manfaat diantaranya:

  • Sebagai pedoman bagi hakim untuk menyelesaikan perkara yang sama
  • Membantu Membentuk Hukum Tertulis

Demikianlah artikel mengenai pengertian yurisprudensi, macam-macam, proses, unsur, jenis-jenis, fungsi, contoh dan manfaat yurisprudensi. Semoga dengan adanya tulisan diatas dapat menambah wawasan dan pengetahuan sobat mengenai yurisprudensi. Bagi sobat yang sudah membaca tulisan diatas, sobat bisa juga memberi kritik dan saran mengenai tulisan ini di kolom komentar. Saran dan kritik sobat sangat berguna untuk perkembangan forum ini kedepannya. Salam edukasi

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *