Cara Budidaya Jamur Tiram dari Benih Hingga Panen

Loading...

Jika membahas tentang jamur tiram, rasanya tidak terlepas dari bayangan olahan makanan yang memiliki cita rasa yang menggugah selera.

Siapa yang tidak tahu jamur tiram, jamur tiram ini merupakan jenis jamur yang bisa dimakan dan memiliki tekstur lembut berwarna putih juga memiliki rasa yang enak jika kita mengolahnya sedemikian rupa. Jamur tiram banyak kita jumpai dalam olahan makanan seperti capcay, tumis jamur tiram, jamur cripsy dan banyak lagi olahan lain yang pasti akan bersahabat di lidah sahabat semua.

Pembisnis yang menggeluti dunia kuliner tentu tahu bahwa jamur tiram adalah salah satu bahan yang menarik dalam suatu olahan pasakan yang bisa diracik seapik mungkin hingga tampak menggoda mata dan nempel di lidah.

Loading...

Jika para pembisnis kuliner berburu jamur tiram demi kelangsungkan usahanya, kabar ini adalah peluang  bagus bagi anda untuk menjadi produsen jamur tiram. Betul, saat orang lain memiliki bisnis sebetulnya anda bisa menjadi bagian lebih atas dari suatu usaha tersebut dengan menjadi pemasok. Apa anda tertarik?

Jika sudah terbayang apa akan anda lakukan dari gambaran diatas mulailah berbudidaya jamur tiram dan menjadi produsen jamur tiram untuk memasok kebutuhan para pelaku bisnis kuliner maupun untuk dijual kepasaran. Lalu bagai mana memulainya? Tenang saja dibawah ini kami jelaskan bagaimana cara budidaya jamur tiram dari awal hingga anda bisa memetik hasilnya.

Cara Budidaya Jamur Tiram

Baglog Jamur Tiram

1. Pertama sediakan lahan untuk dijadikan rumah jamur. Carilah lahan yang cukup luas dan tidak terkena paparan sinar matahari maupun hujan secara langsung karena akan menyebabkan kematian pada tumbuhan ini. Buatlah rumah jamur dengan beralaskan tanah saja tidak usah di cor oleh semen, gunanya untuk menjaga kelembapan ruangan. Selain alas yang tidak dicor semen usahakan juga atap terbuat dari genteng tanah bukan asbes apalagi seng, karena jika anda menggunakan seng atau asbes suhu ruangan akan menjadi panas dan itu sangat tidak baik bagi perkembangan jamur yang akan kita tempatkan disana. Alangkah lebih baik jika rumah jamur yang kita buat berdindingkan bilik bukan bata.

2. Setelah rumah jamur terbentuk langkah selanjutnya adalah membuat media penyimpanan jamur. Seperti halnya ketika kita membuat rumah hunian tentu saja bukan hanya rumah saja yang dibutuhkan tapi perabot yang ada didalamnya salah satunya kursi untuk kita duduk. Nah, dalam budidaya jamur ini kita juga harus membuatkan ‘kursi’ bagi setiap baglog yang akan kita buat dilangkah selanjutnya (Pengertian baglog akan dijelaskan pada tahapan berikutnya). Media penyimpanan atau dudukan baglog ini berupa rak bertingkat berbahan dasar bambu dengan jarak antar tingkatnya sekitar 100cm yang disusun memenuhi rumah jamur.

3. Jika rumah jamur dan rak dudukan telah selesai dibuat tahap berikutnya adalah proses yang cukup membutuhkan keterampilan khusus yakni pembuatan baglog. Meski membutuhkan keterampilan khusus anda tidak perlu khawatir, disini kami akan memberikan panduan membuat baglog. Sebelum membuat baglog, anda harus paham dulu apa itu baglog.

Cara membuat baglog jamur tiram

Baglog adalah media utama dalam budidaya jamur tiram karena di atas baglog inilah akan menyembul si putih yang menawan yakni jamur tiram. Baglog dibuat berbahan dasar serbuk gergaji lalu dicampurkan bahan-bahan pendukung lainya. Sekadar informasi para pembudidaya jamur tiram memiliki resep masing-masing dalam membuat baglog, di artikel kali ini kami akan memberikan resep olahan baglog dengan bahan-bahan sebagai berikut:

  • Serbuk gergaji
  • Kapur bubuk
  • Bekatul dan
  • Air

4. Begitu bahan telah siap semua, saatnya untuk mencampurkan semua bahan tersebut tapi ingat sebelum mencampurkan semuanya disarankan agar anda meng-ayak terlebih dahulu serbuk gergaji dengan mengambil bagian terhalus untuk dijadikan bahan dasar baglog. Gunanya agar anda mendapatkan baglog dengan kualitas bagus juga menjaga agar plastik yang digunakan untuk menampung baglog tidak mudah robek. So, setelah serbuk gergaji dihaluskan inilah saatnya mencampurkan semua bahan. Caranya sangat mudah. Siapkan terpal sebagai alas untuk mengaduk serbuk gergaji, kapur halus dan bekatul juga air. Perbandingan semua bahan ini adalah 1 karung serbuk gergaji membutuhkan 15kg bekatul dan 2kg kapur halus, setelah diaduk rata tambahkan air hingga lembab jangan sampai terlalu basah.

5. Sekarang diamkan campuran bahan tersebut selama 1 kali 24 jam dan tutupi dengan terpal atau plastic. Proses ini gunanya agar semua bahan yang telah dicampurkan bisa menyatu sempurna dan senyawa. Proses ini disebut juga dengan istilah pengomposan.

6. Setelah proses pengomposan selesai, kini saatnya mengemas baglog kedalam kantong polybag hingga menyerupai tabung dengan ukuran 18cm x 37cm.  Masukan baglog secara padat dan berisi lalu ikat ujungnya.

7. Jika semua baglog telah selesai dikemas dalam polybag saatnya pensterilisasian baglog. Siapkan drum besar sebagai media pengukusan. Masukan air kedalam drum lalu buatlah skat yang memisahkan antara air dan kemasan baglog. Susunlah baglog diatas skat pemisah air dengan posisi berdiri dan rapi kemudian nyalakan tungku dengan api yang stabil lalu tutup secara sempurna untuk mencegah uap keluar. Kukuslah baglog selama kurang lebih 8 – 10 jam lalu dinginkan.

8. Bauatlah lubang pada kepala kemasan baglog berupa lingkaran dengan diameter kurang lebih 4cm lalu tutuplah dengan menggunakan kertas dan ring pengikat.

9. Kini baglog sudah siap menempati rumanya, rumah jamur. Ya, setelah semua proses dia atas selesai sekarang kita susun rapi kemasan baglog diatas rak-rak yang telah kita buat dengan posisi vertikal.

Cara menyiram baglog jamur tiram

10. Setelah 4 hari bukalah penutup baglog berupa ring agar memudahkanya penyembulan jamur, selama proses ini siramlah secara teratur, perlu ditekankan bahwa penyiram jamur ini bukanlah seperti kita menyiram tanaman lain. Proses penyiraman jamur perlu menggunakan sprayer agar air yang keluar berupa kabut.

11. Siramlah jamur secara berkala 2 kali sehari pada pagi hari dan sore. Pada musim penghujan dilarang keras bagi anda untuk melakukan penyiraman secara langsung pada kumbung jamur. Siramlah tanah yang dijadikan alas berdirinya rak-rak berisi baglog untuk menstabilkan kelembapan.

12. Jamur tiram biasanya panen setiap 2 bulan sekali, setelah anda melakukan semua proses di atas dan merawatnya dengan baik kini saatnya memetik hasil dari kerja keras anda. Saatnya penen.

Jadi begitulah cara budidaya jamur tiram. Jika anda hanya sekadar membaca artikel tanpa praktek sudah bisa ditebak pasti anda beranggapan bahwa budidaya jamur tiram ini memakan waktu lama dan ribet. Meski begitu harus anda ketahui ketika memulai suatu bisnis apapun pastilah saat pertama memulainya dibutuhkan kerja ekstra untuk membuat lahan/tempat. Namun setelah proses itu anda hanya perlu melakukan sebagian kecil dari proses sebelumnya lalu tinggal menikmati hasil.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *