Panduan Cara Ternak Jangkrik untuk Pemula

Loading...

Sudah tahu apa itu jangkrik? Jangkrik merupakan serangga yang memilki antena/sungut panjang dibagian kepalanya dengan tubuh merata berwarna hitam kecoklat-coklatan. Biasanya jangkrik hidup di rawa dan sawah serta memiki suara  melengking apalagi bila malam hari. Pernah ada yang dengar suaranya? Pasti sudah ya, suara jangkrik bila didengar tengah malam yang hening kerap kali membuat bulu kuduk berdiri.

Namun apakah kalian tahu bahwa jangkrik memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk dikonsumsi, bukan hanya dikonsumsi hewan saja sebagai pakan tapi jangkrik juga bisa dikonsumsi oleh manusia, geli ya … eit … tapi perlu ditahui jika jangkrik ini sudah diolah menjadi makanan hemmm … memiliki rasa gurih yang bikin anda tidak bisa berhenti mengucahnya. Sayang sekali jika kalian tidak pernah mencoba daging jangkrik ini.

Berdasarkan pengalaman kami ketika dulu berkunjung ke kampung halaman tidak jarang para anak maupun remaja berburu jangkrik ke sawah, selain agar padi bebas dari jangkrik ternyata jangkrik-jangkrik itu sengaja ditangkap untuk menjadi teman santap nasi, ada juga yang menjualnya sebagai pakan burung atau umpan pancing.

Loading...

Jangkrik ini sebetulnya banyak sekali dibutuhkan untuk menunjang kehidupan hewan-hewan yang menjadikannya sebagai pakan maupun bagi kita sebagai manusia untuk dinikmati kelezatannya. Hanya saja perlu untuk digaris bawahi bahwa tidak banyak orang yang melirik bisnis ini, tepatnya bisnis ternak jangkrik masih tidak akrab dengan masyaratkat di Indonesia, padahal bila saja anda bisa mengamati kebutuhan pasaran tentu saja bisnis jangkrik memiliki nilai tinggi untuk mulai dikelola dan menjanjikan.

Cara Budidaya Jangkrik

Nah, pada artikel kali ini kami akan berbagi bagaimana caranya budidaya jangkrik untuk sobat semua. Dibawah ini tahapan-tahapan yang harus anda lakukan dalam budidaya jangkrik.

1. Lokasi dan Kandang Jangkrik

Hal pertama yang harus disiapkan adalah lokasi untuk mulai menternak jangkrik, usahakan lokasi ini tidak begitu dekat dengan pemukiman warga.

Bisa kebayang kan, bagaimana terganggunya warga oleh suara-suara jangkrik yang bikin telinga bindeng jika didengar terlalu dekat apalagi dalam jumlah banyak.

Selain lokasi yang jauh dari pemukiman warga, lokasi ternak jangkrik ini  tidak boleh terkena paparan sinar matahari secara langsung yang artinya kandang akan dibuat di dalam ruangan.

Usahakan atap ruangan terbuat dari bahan yang tidak membuat ruangan menjadi lembab apalagi saat musim hujan, pemakaian asbes pada atap ruangan menjadi pilihan yang tepat.

Setelah anda menentukan lokasi untuk ternak jangkrik langkah selanjutnya adalah pembuatan kandang. Karena jangkrik terbiasa hidup di alam bebas maka dalam pembuatan kandang ini haruslah dibuat senatural mungkin menyerupai habitat  aslinya. Berikut ini persiapan membuat kandang jangkrik :

  • Siapkan kayu dan rakitlah menjadi kotak persegi panjang secara berjejer kira-kira memiliki panjang 150cm dan lebar 100cm serta tinggi 110cm, untuk ukuran ini anda bisa menentukan sesuai kebutuhan anda namun usahakan tidak terlalu luas juga tidak terlalu kecil. Buatlah sebanyak mungkin kotak persegi sesuai dengan jangkrik yang akan anda budidayakan.
  • Setelah kerangka dibuat pasangkanlah papan triplek sebagai alas, jarak antara alas kandang dan lantai buatlah jangan terlalu pendek sekitar 30cm untuk menjaga dari kelembaban karena jangkrik-jangkrik ini hidup pada suhu yang hangat. Selain untuk menjaga kelembaban jarak antara alas dan lantai ini disebut juga kaki-kaki kandang yang terdapat pada setiap sudut kandang, langkah berikutnya pasangkan wadah/mangkuk dibawah kaki-kaki kandang tersebut yang telah berisi oli tujuannya agar tidak ada semut yang naik ke dalam kandang jangkrik.

Apa kandang sudah selesai? Tentu saja belum!

  • Kini kandang sudah terbentuk namun belum siap ditempati oleh jangkrik-jangkrik yang akan kita budidayakan. Setelah kandang terbentuk masukanlah bahan-bahan yang membuat media penyimpanan jangkrik ini mirip habitat aslinya. Oleskanlah lumpur sawah pada setiap dinding triplek yang telah kita buat, oleskan secukupnya saja dan tambahkan bambu-bambu dengan posisi sembarang.
  • Pasangkan karpet telur secara tersusun pada kandang jangkrik. Pemasangan karpet ini ditujukan untuk tempat aktifitas jangkrik-jangkrik itu sendiri agar tidak kehilangan habitat aslinya yang suka nyempil dimana-mana. Namun sebelum pemasangan, karpet telur ini harus dibersihkan terlebih dahulu agar terhindar dari bakteri dengan menjemurnya selama 5 jam.
  • Pasangkan jaring sebagai atap pada kandang jangkrik, jaring ini berfungsi sebagai pelindung para jangkrik dari hewan predator lain yang bisa menyerang jangkrik yang kita budidayakan seperti sengatan serangga, tokek dan banyak lagi.
2. Pemilihan Bibit Jangkrik

Kandang yang anda buat tidak akan dibiarkan begitu saja bukan. Nah, saatnya anda memilih bibit jangkrik untuk menghuni kandang yang telah siap tersebut. Untuk mendapatkan bibit jangkrik anda bisa membelinya di toko penjual pakan hidup. Dalam pembelian bibit jangkrik ini mintalah bibit jangkrik terbaik  yang cocok untuk di budidayakan, pasalnya bibit jangkrik yang dijual di toko pakan hidup berupa ragamnya. Jangan sampai anda membeli bibit yang tidak berpotensi untuk tumbuh dan berkembang.

Selain membeli bibit jangkrik di toko pakan hidup, sebetulnya anda juga bisa membuat bibit jangkrik sendiri, berikut ini tahapannya :

  • Carilah jangkrik indukan di alam bebas, karena jangkrik yang hidup di alam memilki tingkat kebugaran bagus dan lebih agresif yang cocok untuk dijadikan indukan dan dikembang biakan. Sebelum mengetahui ciri jangkrik yang siap dibibitkan, anda harus tahu dulu perbedaan antara jangkrik jantan dan jangkrik betina yaitu dengan cara melihat ekornya. Jangkrik jantan hanya memiliki 2 helai ekor sedangkan jangkrik betina memiliki 3 helai ekor. Ciri dari jangkrik yang memiliki kualitas bagus untuk di jadikan indukan jangkrik yakni; Memiliki antena yang panjang, tidak mengeluarkan cairan saat dipegang, loncatannya tinggi serta lengkingan suara yang kuat untuk jangkrik jantan, warna yang tegas dan permukaan punggung yang kasar untuk jangkrik jantan, memilki ekor tengah yang merupakan ovipositor besar untuk betina.
  • Setelah anda memilki indukan jangkrik jantan dan indukan jangkrik betina maka lakukanlah perkawin untuk mendapatkan telur-telur jangkrik yang akan kita ternak. Kandang untuk perkawinan jangkrik ini berbeda dengan kandang pembesaran yang telah kita buat. Kandang perkawinan jangkrik dibuat lebih kecil dari kandang pembesaran dan dibuat seapik mungkin sehingga sangat mirip dengan habitat aslinya, tambahkan daun-daun kering dan serutan kayu ke dalam kandang perkawinan juga media berupa wadah atau nampan yang telah  berisi pasir untuk menyimpan telur-telur jangkrik nantinya.
  • Masukan 15 ekor indukan jangkrik betina dan 3 ekor indukan jangkrik jantan (dalam proses perkawinan ini anda harus memastikan bahwa jangkrik yang dikawinkan berasal dari spesies yang sama).
  • Berikan pakan yang teratur dan jangan sampai telat dalam masa perkawinan ini berupa; kubis, sawi, bayam, daun papaya dan daun hijau lainnya. Dalam pemberian pakan jangan biarkan pakan yang tersisa menumpuk di kandang perkawinan karena akan mencemari kandang dan tidak baik bagi kesehatan jangkrik, maka bersihkanlah setiap hari setelah jangkrik-jangkrik indukan tersebut selesai makan.

Proses perkawinan hingga menetasnya telur-telur hasil pembuahan adalah 10 hari terhitung sejak perkawinan. Nah, sebelum telur-telur itu menetas pisahkanlah indukan jangkrik demi menghindarkan indukan jangkrik memakan telurnya sendiri. Pindahkanlah telur-telur tersebut pada kandang pembesaran lalu setelah telur-telur tersebut menetas masukanlah telur-telur jangkrik itu pada kain agar mendapat suhu yang hangat.

3. Pemeliharan dan Pemberian Pakan

Setelah telur-telur jangkrik menetas berikanlah pakan berupa  kecambah kacang hijau yang lunak dan mudah dicerna untuk usia jangkrik kurang dari 10 hari. Pakan yang diberikan setelah jangkrik berusia lebih dari 10 hari adalah daun-daun muda, jagung, kubis, singkong maupun mentimun.

Selain pemberian pakan anda juga harus secara teratur membersihkan kandang jangkrik jangan dibiarkan begitu saja, rawatlah agar terhindar dari banyaknya bakteri penyebab datangnya virus dan penyakit.

4. Jangkrik Siap Dipanen

Selamat anda telah berhasil melewati semua prosesnya dan kini jangkrik siap dipanen. Setelah kurang lebih 1-2 bulan anda merawat dan memelihara jangkrik-jangkrik tersebut kini anda sudah bisa memanen hasilnya. Dalam memanen jangkrik sendiri anda bisa mendapat dua keuntungan sekaligus yakni telur jangkrik dan jangkrik dewasa.

Baiklah sampai disini dulu artikel mengenai cara ternak jangkrik untuk pemula, semoga bermanfaat.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *