Cara Budidaya Bawang Merah dari Benih Hingga Panen Terlengkap

Loading...

Di artikel kali ini kami akan membahas cara budidaya bawang merah. Bawang merah sendiri merupakan jenis umbi-umbian yang tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. Bawang merah adalah salah satu rempah yang dijadikan bumbu dalam bahan masakan demi menambah aroma khas pada setiap pasakannya.

Dalam dunia perbumbuan, bawang merah memiliki peran yang cukup mendominasi karena bisa kita lihat sendiri kebutuhan akan bawang merah tidak pernah cukup dan terus laris di pasaran.

Selain sebagai bumbu dapur bawang merah juga memiliki khasiat, salah satunya adalah sebagai penyembuhan sakit perut dengan cara membalurkannya ke perut agar terasa hangat alami. Warga yang tinggal di perdesaan pasti tidak asing dengan terapi bawang merah ini.

Loading...

Cara Budidaya Bawang Merah

Tentang khasiat bawang merah akan kita bahas pada artikel berikutnya. Kini mari kita bahas tentang cara budidaya bawang merah. Berikut ini ulasannya:

1. Menentukan Media Tanam

Yups, hal paling pertama yang harus anda pikirkan adalah menentukan media tanam. Asal anda ketahui bahwa budidaya bawang merah ini tidak memerlukan lahan luas hektaran. Anda bisa mulai budidaya bawang merah dengan menggunakan pot dan disimpan di pekarang rumah anda.

Dalam pemilihan pot ini pastikan anda memilih pot yang berlubang di bagian bawah maupun samping sebagai sarana sirkulasi air agar setiap kali kita menyiram tanaman, tanah yang berada di dalam pot tidak tergenang air. Apabila terdapat genang air pada pot maka akan menyebabkan umbi bawang merah dalam tanah menjadi membusuk. Bukan panen yang didapat tapi malah bau yang menyeruak, kan rugi yah … maka dari itu jangan hanya asal memilih pot.

Jika anda senang berinovasi, anda bisa membuat pot sendiri secara unik sesuai selera anda agar dalam proses budidaya bawang merah ini terasa menyenangkan. Anda bisa membuat pot dengan bahan dasar bambu yang di potong tipis lalu disulam dengan bentuk sekreatif mungkin tanpa menyampingkan kebutuhan media tanam itu sendiri. Selain membuat pot berbahan dasar bambu anda juga dapat memanfaatkan limbah rumah tangga berupa kaleng seng maupun kaleng plastik, semua itu tidak masalah asal anda paham bahwa apapun bahannya buatlah lubang-lubang kecil yang banyak di setiap dasar pot yang anda buat.

Apabila pot sudah disediakan kini masukanlah tanah yang mengandung humus. Kandungan humus ini bisa anda lihat dengan banyak cacing yang hidup di tanah tersebut dan tambahkan pupuk kandang lalu campurkan ke dalam tanah. Setelah itu mari kita simpan dulu pot yang telah berisi tanah siap pakai ini.

2. Pemilihan Bibit

Anda bisa mendapatkan bibit bawang merah di toko pertanian atau membuatnya sendiri. jika anda ingin membuat sendiri bibit bawang merah ini berikut cara-caranya :

  • Pilihlah bawang merah yang sudah berumur tua. Cara untuk membedakan bawang merah tua dan muda yakni dengan dilihat dari warnanya. Bawang merah tua lebih memiliki warna merah gelap, lain dengan bawang merah muda yang masih terlihat cerah.
  • Pilihlah bawang merah yang tidak anakan.
  • Pilihlah bawang merah yang sudah muncul tunas di kepalanya dan akar dibagian bawah.
  • Meskipun anda memilih bawang merah yang sudah tua bukan berarti menandakan bawang merah yang layu, justru sebaliknya pilihkan bawang merah tua yang telihat sesag dan dan tidak busuk.
3. Proses Penanaman

Setelah anda memilki bibit bawang merah ini, saatnya anda mulai menanam. Teknik penanaman bawang merah sangat mudah.

Pada tahapan pertama kita telah menyiapkan pot yang berisi tanah dengan campuran bahan lain yang akan membuat tanah menjadi subur. Nah, sekarang anda harus menyiram tanah tersebut terlebih dulu sebelum mulai menanam agar keadaan tanah kembali lembab. Setelah itu potonglah bagian atas bawang merah untuk merangsang pertumbuhan tunas baru. Tanamlah dengan posisi tunas diatas dan jangan mengubur semua umbi bawang merah ini, melainkan bagian tempat tumbuhnya tunas dibiarkan berada di permukaan tanah agar mendapat asupan sinar matahari dan oksigen secara langsung.

Pada proses penanaman ini jangan sekali-kali mencobanya di siang hari karena pada siang hari udara sedang berada pada suhu panas yang tidak baik bagi tumbuhan, tanamlah bibit bawang merah ini di pagi hari dan sore hari yang teduh.

Cara budidaya bawang merah
4. Saatnya Merawat Tumbuhan Bawang Merah

Bila berbicara merawat tumbuhan pastilah tentang penyiraman. Ya, pada tahapan kali ini tugas anda adalah menyiram tanaman bawang merah tersebut sebanyak dua kali sehari pada pagi dan sore hari selama 2 minggu. Jika telah lewat dua minggu intensitas penyiraman ini bisa anda kurangi dengan menjadi 1 kali sehari.

Selain memberikan penyiraman yang rutin, anda juga harus memperhatian tanaman anda jangan sampai gulma tumbuh di sekitar tanaman bawang merah.

Apakah anda sudah tahu apa itu gulma? Gulma merupakan tanaman liar yang kehadirannya bisa merugikan hasil budidaya tanaman anda karena gulma bisa menyita tempat dimana seharusnya tanaman kita tumbuh dan berkembang sempurna, adanya gulma ini dapat merusak proses pertumbuhan karena akan mencuri nutrisi-nutrisi yang terkandung dalam tanah yang seharusnya diserap oleh umbi bawang merah. Hal ini menyebabkan kematian dan gagal panen. Maka secara berkala ketika anda menyiram tanaman hendaklah sembari membersihkan gulma –gulma bila mulai terlihat tumbuh di sekitaran tanaman anda.

5. Memberikan Pupuk Lanjutan

Sama halnya dengan budidaya tanaman pada umumnya budidaya bawang merah pun membutuhkan pupuk lanjutan agar menghasilkan kualitas umbi bawang merah yang memiliki warna lebih cerah, wangi lebih menyengat dan jumlahnya yang lebih banyak. Dalam pemberian pupuk lanjutan pada budidaya bawah merah ini yang harus diperhatikan adalah pemberian pupuk dilakukan setelah usia tanaman mencapai dua minggu

6. Hindarkan dari Hama Tanaman

Selain gulma yang memberikan dampak negative pada pertumbuhan bawang merah ternyata ada jenis hama yang bisa menghancurkan segala proses anda sejak awal. Yaitu hama ulat, ulat ini bisa menyerang tanaman bawang merah anda dengan ditandai munculnya bercak-bercak putih pada daun-daun dan juga terdapat sobekan atau bolong-bolong kecil pada daun.

Untuk mengatasi hama ulat ini anda bisa menyemprotkan kimia beracun yang bisa membasmi hama dengan satu kali semprotan saja yang biasa kita kenal dengan istilah insektisida. Namun apabila hama ini hanya menyerang sebagian kecil tumbuhan, anda bisa melakukannya dengan cara mengambil ulat-ulat tersebut dengan tangan anda sendiri, jangan lupa pakailah sarung tangan agar anda tidak merasa gatal setelahnya.

7. Petik Hasilnya

Jika tanaman telah berusia sekitar 2 bulan sejak awal penanaman kini saatnya panen dan merasakan hasil dari usaha anda selama kurang lebih 2 bulan. Hasil panen ini bisa anda gunakan untuk bahan dapur. Namun jika sejak awal anda menanam bawang merah ini dengan skala besar itu artinya selain bisa dipakai sendiri, anda juga bisa menjualnya pada pedagang bawang merah kiloan di pasar sekitar rumah anda.

Demikianlah artikel mengenai cara budidaya bawang merah dari benih hingga panen. Sampai disini dulu artikel kami kali ini, semoga setiap artikel yang kami sajikan bisa bermanfaat untuk pembaca semua.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *