Cara Budidaya Buah Naga untuk Pemula dari Bibit Hingga Panen

Loading...

Ada yang tahu kenapa buah ini dinamai buah naga? Betul, karena buah naga memilki kulit menyerupai naga, Serem ya. Lupakan tentang naga karena tentunya naga dan buah naga ini sangat berbeda, hehe. Buah naga merupakan jenis buah-buahan yang kaya akan serat dan rendah kalori, buah naga sangat cocok bagi anda yang sedang program diet sebagai camilan sehat yang enggak bikin badan melar kesamping.

Begitu banyak khasiat buah naga yang pastinya enggak bakalan tamat dalam satu artikel saja, untuk itu pembahasan khasiat buah naga akan kami ulas dalam kesempatan lain. Kali ini kami akan membahas bagaimana caranya budidaya buah naga. Penasaran? Yuk, simak uraian dibawah ini:

Cara Budidaya Buah Naga

Cara Budidaya Buah Naga dalam Pot

Berikut cara budidaya buah naga untuk pemula dari bibit hingga panen, antara lain sebagai berikut.

Loading...
1. Pemilihan Media Tanam

Media tanam untuk buah naga bisa dalam sebuah pot maupun tanah bedengan. Jika anda memilih media tanam berupa pot berikut panduan memilih pot untuk budidaya buah naga:

  • Pilihlah pot yang berbahan dasar tanah liat agar bisa dengan mudah menyesuaikan suhu dalam tanah.
  • Pilihlah pot dengan ukuran besar berdiameter minimal 50cm dan memiliki panjang 60cm.
2. Pemilihan Bibit

Ketika kita hendak budidaya tanaman pastilah proses pemilihan bibit ini adalah proses paling penting yang akan menentukan sukses atau tidaknya budidaya tanaman anda, begitu pula dengan proses pemilihan bibit buah naga. Dalam pemilihan bibit buah naga dibagi menjadi dua bagian yaitu;

a. Bibit buah naga yang didapat dengan cara generative

Cara ini dilakukan dengan cara pengembangan biji buah naga, bibit buah naga yang didapat secara generative ini lumayan sulit dan biasanaya hanya dilakukan oleh penangkar yang memilki keahlian khusus dengan pengalaman yang tidak sebentar.

b. Bibit buah naga yang didapat dengan cara vegetative

Cara ini dilakukan dengan cara memilih indukan batang buah naga yang berkualitas baik kemudian lakukan penyetekan. Penyetekan adalah pomotongan tubuh tanaman (akar, daun, batang). Setiap bagian tubuh tanaman memiliki sifat totipotensi di mana satu sel dapat membelah menjadi sel lain .

Lakukan penyetekan ini pada batang tanaman buah naga yang sudah pernah ditumbuhi buah naga minimal 2 kali penumbuhan agar batang yang disetek sudah terbukti bisa melakukan penumbuhan buah dalam proses budidaya nanti. Selain itu pillihlah batang buah naga yang memilki diameter minimal 9cm. Kemudian pilihlah batang buah naga yang kuat dan sehat karena nantinya saat proses pertumbuhan pohon batang yang disetek inilah yang akan menjadi  batang utama pohon buah naga. Potonglah batang buah naga dengang panjan minimal 80cm, dalam pemotongan batang pohon ini jangan dipangkas habis, sisakanlah sekitar 20cm agar kembali tumbuh pada pohon yang batangnya disetek.

Setelah dipotong dari pohon utama kini anda potong lagi menjadi ukuran 30cm sebagai calon bibit. Nah, setelah itu bagian ujung atas dipotong lagi secara merata sedangkan bagian bawah batang dipotong runcing untuk nantinya ditancapkan ke dalam tanah.

Agar getah yang ada pada ujung batang bawah mengering maka diamkanlah calon-calon bibit yang telah kita setek selama 24 jam sebelum memulai tahap berikutnya.

3. Media Semai

Pada tahap ke dua anda telah memiliki bibit untuk dikembangkan. Sebelum berkembangan besar dalam budidaya tanaman ada yang namanya penyemaian, berikut ini langkah-langkahnya:

  • Siapkan polybag yang akan kita gunakan sebagai media penyemaian buah naga
  • Siapkan tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang dan kompos

Anda bisa membuat pupuk kandang organik dengan berbahan dasar kotoran ayam. Bisa juga dengan membeli pupuk organik kemasan, jika anda membeli pupuk kemasan maka pilihlah pupuk yang memiliki kanduangan N lebih besar dari kandungan P dan K. Lalu masukan tanah yang sudah tercampur tersebut kedalam polybag.

  • Lakukan penyiraman sebelum bibit ditancapkan, tujuannya agar tanah yang ada dalam polybag terjaga kelembabannya.
  • Setelah tanah disiram kini saatnya kita menancapkan bibit buah naga dengan cara memasukan bagian batang yang runcing kedalam tanah dengan kedalam 7cm.
  • Lakukan penyiraman 2 kali sehari sampai tumbuh tunas pada bibit-bibit tersebut.
4. Persiapan Pembesaran

Dalam proses penyemaian buah naga selain anda melakukan perawatan terhadap proses semai, disini anda juga harus mempersiapkan media pembesaran tambahan pada pot yang telah disediakan diawal.

Sama halnya saat anda menyiapkan tanah yang diisikan pada polybag dalam proses penyemaian, kini anda juga harus memasukan tanah pada pot pembesaran  dengan campuran yang sama seperti saat penyemaian.

Setelah pot terisi tanah buatlah tiang panjat yang terbuat dari bambu/kayu yang kokoh setinggi 2-3 meter dengan diameter sekitar 12cm pada masing-masing pot yang telah berisi tanah. Tancapkan ditengah-tengah pot.

Setelah tiang panjat selesai dibuat kini saatnya anda menyiram tanah tersebut dan diamkan selama satu hari, besoknya pohon buah naga siap berpindah tempat dari polybag ke tempat yang lebih besar setalah 2 minggu.

5. Penanaman Bibit

Tiba juga anda pada proses penanam bibit. Penanama bibit buah naga ini tidak terlalu rumit yakni tinggal memindahkan bibit yang telah tumbuh tunas pada polybag ke dalam pot yang berukuran besar. Caranya tancapkan 4 bibit buah naga secara melingkar mengelilingi tiang panjat dengan jarak 8cm antara tiang panjat dan batang. Tancapkan dengan kedalam 7cm atau sesuai dengan panjang batang.

Setelah ditancapkan dan  berdiri mengelilingi tiang ikatlah batang tersebut pada tiang panjat secara melingkar ke atas, diusahakan dalam pengikatan ini jangan terlalu kencang agar batang yang tumbuh bisa bergerak bebas dan mendapatkan oksigen dengan baik.

6. Perawatan dan Pemupukan

Kini batang-batang pohon buah naga telah tertata rapi pada pot, itu artinya anda harus segera melakukan perawatan secara intensif agar pohon buah naga anda bisa berkembang dan tumbuh dengan baik.

Siramlah pohon buah naga anda secara teratur yakni 3 kali sehari ketika musim kemarau.

Tambahkan pupuk kandang berkala yakni 1 kali dalam 2  bulan. Hindari pemakaian urea karena akan membuat pohon buah naga anda menjadi busuk dan gagal berbuah.

7. Pemangkasan Batang

Pemangkasan batang ini bertujuan untuk mendapatkan batang yang kokoh dan kuat agar nantinya bisa menopang cabang dan buah. Dalam pemangkasan batang ini anda tidak bisa asal pangkas saja, carilah batang yang paling kuat diantara yang lainnya.

8. Panen Buah Naga

Setelah kurang lebih 12 bulan anda merawat buah naga sejak pembibitan kini saatnya anda memetik manisnya buah naga sebagai pengganti kerja keras anda selama melakukan semua proses budidaya hingga akhirnya panen.

Adapun ciri-ciri buah naga yang siap panen yaitu:

  • Jumbai buah berwarna kemerahan
  • Kulit buah mengkilap merah
  • Pangkal buah menguncup
  • Buah membulat dengan berat kurang lebih 500 gram

Jika sudah tahu ciri-cirinya kini anda tinggal petik saja. Sekian artikel yang bisa kami sajikan dalam proses budidaya buah naga. Cara budidaya buah naga bisa anda lakukan dengan cara lain selain apa yang telah kami paparkan diatas pada bahasan artikel kami berikutnya.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *