Panduan Cara Menanam Cabe Rawit untuk Pemula

Loading...

Apa yang ada di pikiran kalian saat mendengar nama cabe rawit, pedas? Yes… pasti semuanya menjawab pedas, pedas yang nikmat dan bikin nagih. Pecinta sambal pasti sudah tidak asing ya, ketika mendengar nama cabe rawit.

Cabe rawit adalah salah satu bumbu dapur yang sangat disukai masyarakat Indonesia karena memiliki rasa pedas sebagai bahan dasar untuk membuat sambal ulekan manual maupun kemasan botol yang sering kita temui di supermarket. Sudah hal pokok dan wajib untuk memiliki persediaan cabe rawit di dapur bagi para Ibu-ibu rumah tangga, maupun para calon ibu rumah tangga seperti admin, hehe. Nge-blog sambil promosi boleh kali, ya.

Ibu-ibu pasti sudah sangat hapal bahwa harga cabe rawit di Negeri kita ini tidak bisa dikatakan stabil, apalagi jika mengjelang hari-hari besar seperti hari raya Idul Adha dan hari raya Idul Fitri sudah bisa dipastikan harga bumbu di pasaran akan melambung tinggi begitu pula dengan harga cabe rawit.

Loading...

Agar tidak melulu mengeluarkan uang untuk menikmati pedasnya cabe rawit anda  bisa mulai budidaya cabe rawit mandiri untuk pribadi, harga cabe rawit yang melambung tinggi? Siapa takut.

Anda bisa mulai menanam di pekaran rumah anda. Dalam skala kecil dan tidak perlu diribetkan dengan kompos maupun pupuk kandang. Anda hanya perlu mencari tanah yang subur di sekitar lingkungan anda.  Bagi yang tinggal di lingkungan perdesaan tentu saja pencarian tanah ini tidak begitu susah.

Salah satu tips dari kami sesuai pengalaman, anda bisa mengambil tanah dari selokan karena tanah selokan ini cocok untuk budidaya tanaman rumahan. Kenapa tanah selokan ini cocok? Karena tanah dalam selokan secara alami telah tercampur dengan berbagai macam pupuk alam. Tapi perlu anda ingat yang dimaksud selokan disini bukanlah selokan besar tempat pembuangan tinja, melainkan selokan kecil sebagai saluran air. Nah, biasanya dalam selokan selalu mengendap tanah di dalamnya, ambilah tanah tersebut lalu saring dan simpan pada media tanam yang akan anda gunakan, pot misalnya. Lalu sebarkan bibit dan rawatlah selama beberapa bulan, setelah itu anda bisa menikmati cabe rawit untuk dijadikan sambal kesukaan anda. Pengiritan bukan? Biasanya para suami suka nih model-model istri kreatif yang bisa menekan angka pengeluaran belanja.

Cara Budidaya Cabe Rawit

Cara budidaya cabe rawit

Tapi berbeda dengan budidaya tanaman cabe rawit dalam skala besar. Tentu saja prosesnya tidak se-simple itu. Jika anda berminat untuk budidaya cabe rawit dalam skala besar berikut ini uraiannya:

1. Memilih Bibit

Jika anda tidak ingin diribetkan dengan proses pembuatan bibit pribadi maka anda bisa membeli bibit cabe rawit ini di toko pertanian dengan kisaran harga Rp. 150.000 untuk berat 10 gram atau tergantung dari kualitas bibit itu sendiri. Namun bila anda ingin membuat bibit cabe rawit sendiri mulailah membelah cabe rawit pilihan yang telah matang dan diambil biji-bijinya lalu lakukan penyeleksian biji-biji cabe rawit ini dengan cara mencuci pada mangkuk kemudian lihatlah apabila ada biji-biji cabe rawit yang mengambang segeralah buang, karena biji-biji yang mengambang ini tidak punya potensi untuk tumbuh dan berkembang secara sempurna. Sebaliknya, untuk biji-biji cabe rawit yang mengendap segeralah keringkan dan jemur selama 5 hari.

2. Penyemaian

Lakukanlah penyemaian dengan media polybag agar memudahkan dalam proses pengawasannya. Lakukan penyemaian selama 2 minggu dengan pemeliharan yang baik dan hindarkan dari segala serangan hama.

3. Pemilihan Lahan Pembesaran

Pemilihan lahan untuk pembesaran tumbuhan cabe rawit ini haruslah lahan yang steril yakni lahan yang tidak tumbuh gulma diatasnya karena akan menghambat dalam masa pertumbuhan.

Sama dengan cara budidaya cabe merah, dalam proses budidaya cabe rawit kita juga akan membuat bedengan untuk penanaman pohon. Jika anda masih bingung apa yang dimaksud dengan bedengan, bedengan adalah gunukan tanah yang sengaja dibuat sebagai media tanam tumbuhan yang terdapat aliran air diantara gunukan-gunukan tanah yang dibuat.

Buatlah bedengan dengan lebar 100 cm dan tinggi 40 cm yang diberi jarak antar bedengan 50 cm. Panjang bedengan ini disesuaikan dengan luasnya lahan yang anda gunakan untuk budidaya cabe rawit juga membuat saluran air diantara bedengan-bedengan yang kita buat untuk menghindari penggenangan air.

Anda harus tahu bahwa tanah yang digunakan untuk pertumbuhan pohon cabe rawit ini harus memiliki keasaaman tanah pH 6-7 jika terlalu asam akan menimbulkan kepucatan pada daun-daun yang tumbuh dan rentan terkena virus yang menyembabkan kematian pada pohon. Lalu bagaimana cara mengetahui apakah tanah yang kita pilih sudah sesuai atau belum? Caranya adalah anda bisa melihat jika pada tanah tersebut banyak tumbuhan harendong maka sudah dipastikan bahwa tanah tersebut memiki kadar pH yang rendah . untuk meningkatkan kualitas tanah campurkanlah dolimit saat pembajakan bedengan. (Proses pemilihan tanah ini tidak jauh berbeda dengan budidaya cabe merah).

4. Pemindahan

Sekarang waktunya anda memindahkan bibit cabe rawit yang ada dalam polybag pada lahan pembesaran setelah penyemaian berlangsung selama 2 minggu.

5. Pemasangan Penyangga

Pasangkanlah penyangga untuk mendukung tumbuh kembang dari tanaman pohon cabe rawit. Penyangga adalah suatu alat yang digunakan untuk menyangga batang pohon agar membentuk batang pohon yang tumbuh lurus ke atas serta tidak goyah apabila terkena angin kencang. Pasanglah penyangga di setiap sisi tanaman.

6. Pemeliharan

Lakukan pemeliharaan dengan menyiram bibit cabe rawit 2 kali sehari dipagi hari dan sore, lakukan penyiraman ini selama 2 minggu. Setelah dua minggu kurangilah intensitas penyiraman menjadi 1 kali dalam sehari.

Namun jika cuaca sedang panas, tetaplah lakukan penyiraman sebanyak 2 kali sehari. Dalam pemeliharaan ini anda tidak sekadar menyiram saja tapi perhatikanlah rerumputan liar atau gulma yang tumbuh di sekitaran tanaman cabe rawit jangan sampai hadirnya gulma menghambat proses pertumbuhan pohon cabe rawit ini. rajinlah membersihkan perkebunan anda.

7. Pemberian Pupuk Lanjutan

Pemberian pupuk lanjutan dilakukan setelah usia tanaman mencapai 2 minggu sejak pemindahan. Berikanlah pupuk lanjutan ini setiap dua minggu sekali.

8. Pengendalian Hama dan Penyakit

Rasanya setiap tumbuhan tidak bisa terhindar dari ancaman hama. Jika anda tidak teliti bisa saja tumbuhan anda mati semua sebelum hasil panen di dapat. Hama pada tumbuhan cabe rawit ini bisa berupa:

  • Bekicot
  • Kutu daun
  • Ulat
  • Jangkrik

Selain hama tumbuhan cabe rawit juga bisa terserang penyakit seperti:

  • Batang yang busuk
  • Daun yang layu dan menguning
  • Daun yang memiliki banyak bercak

Untuk mengatasi hama dan penyakit tumbuhan ini berikanlah obat pembasmi hama dan penyakit yang bisa anda beli di toko perkebunan lalu semprotkan pada tumbuhan cabe rawit yang sedang kita budidayakan ini.

9. Panen

Well done, rasanya selalu senang saat mulai pada proses terakhir dimana kita bisa memanen hasil dari jerih payah selama melakukan proses diatas.

Sebetulnya waktu hingga bisa memanen cabe rawit ini memilki waktu yang tidak sama tergantung cuaca dan cara penanganan budidaya anda sejak awal. Namun pada umumnya cabe rawit sudah bisa dipanen pada akhir bulan ketiga terhitung awal proses tanam.

Pada intinya jika anda menginginkan waktu panen dalam jangka waktu tidak lebih dari 3 bulan maka anda harus betul-betul mempraktekan setiap tahapan diatas secara sempurna . Dalam memanen cabe rawit ini anda bisa memanen secara berkala selama 2-5 hari tergantung kebutuhan.

Biar kami jelaskan sedikit bahwa cabe rawit bisa dipanen dalam kondisi cabe yang masih hijau, adapula yang dipanen ketika warna mulai orange dan warna telah merah sempurna, semua itu tergantung kebutuhan pasar. Jadi tidak harus memanennya dalam satu hari sekaligus.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *