Panduan Cara Ternak Ayam Potong untuk Pemula

Loading...

Siapa sih yang tidak tahu daging ayam, hampir semua orang pasti menyukainya karena daging ayam bisa diolah menjadi berbagai olahan makanan yang enak dan cocok di lidah orang Indonesia. Daging ayam biasanya diolah menjadi nugget ayam, pepes maupun campuran mpasi bagi balita dan banyak lagi kreatifitas olahan lainnya. Dengan kandungan gizi baik yang terkandung dalam daging ayam menjadikannya baik untuk dikonsumsi dalam porsi sewajarnya.

Rasanya daging ayam ini favorit semua orang ya, pasti kamu juga suka. Daging ayam gampang sekali kita temui di pasar-pasar tradisional maupun pasar modern. Harga daging ayam pun relatif, tergantung musiman. Seperti menjelang hari-hari besar sudah dapat dipastikan harga daging ayam di pasaran bisa  melambung tinggi yang diburu oleh semua orang untuk dijadikan opor lebaran. Kalau ngomongin opor mimin jadi rindu lebaran.

Nah, kebayang enggak sih berapa pasokan ayam untuk memenuhi kebutuhan pasaran tersebut. Para pembudidaya ayam selalu kebanjiran pesanan apalagi mendekati hari-hari besar. Ada yang bisa menebak keuntungan para pembisnis ayam potong ini? Pasti untung besar.

Loading...

Cara Budidaya Ayam Potong

Cara budidaya ayam potong

Bila kamu berminat berkecimpung dalam bisnis atau budidaya ayam potong ini berikut panduan yang kami berikan untuk Anda:

1. Lokasi

Tentu saja untuk mulai budidaya ayam potong anda harus mulai menentukan lokasi yang tepat untuk memulainya, berikut hal-hal yang harus diperhatikan:

  • Jauh dari lingkungan warga
    Dalam memilih lokasi budidaya ayam anda harus mengusahakan agar lokasi bisnis anda jauh dari kawasan padat penduduk,  tujuannya agar limbah yang dihasilkan dalam proses budidaya ayam potong ini tidak mengganggu kenyamanan warga apalagi sampai menyebar virus, seperti virus flu burung misalnya. Selain agar tidak mengganggu kenyamanan warga pemilihan lokasi ini juga bertujuan agar ayam-ayam yang anda budidayakan terhindar dari stres akibat banyaknya aktifitas manusia.
  • Dapat dijangkau oleh transportasi
    Meski berlokasi jauh dari pemukian penduduk, lokasi budidaya ayam potong haruslah mudah dijangkau oleh transportasi demi kelancaran semua proses anda. Kebayang enggak jika lokasi  budidaya ayam potong ini jauh dari jangkauan transportasi. Bagaimana nanti bila panen tiba, tidak mungkinkan ayam-ayam potong yang anda budidayakan berjalan sendiri menuju pasaran untuk dijual, hehe. So, anda harus memperhitungkan hal demikian sebelum memulai bisnis ini.
  • Dekat dengan sumber air
    Air merupakan salah satu hal pokok dalam budidaya ayam potong untuk itu carilah lokasi yang dekat dengan sumber air. Nah, Selain persyaratan diatas hal yang tidak boleh anda lupakan adalah izin pendirian usaha. Jangan sampai usaha anda tidak berizin karena akan menimbulkan problematika di kemudian hari dan bisa menghambat usaha yang sedang anda jalankan.
2. Pembuatan Kandang

Jika lokasi sudah ditentukan tahapan berikutnya adalah pembuatan kandang. Dalam pembuatan kandang ayam ini anda bisa membuatnya dengan bahan dasar kayu yang telah dipotong-potong lalu dibuat seperti kerangka rumah tanpa sekat dengan ukuran yang disesuaikan kebutuhan tergantung banyaknya ayam potong yang akan anda budidayakan. Untuk menghemat lahan buatlah kandang ayam dengan model bertingkat maksimal 3 tingkatan.

Pada pembuatan kandang buatlah atap kandang dengan menggunakan asbes agar tidak terjadi kelembaban berlebih. Berikut gambaran kandang ayam yang berbahan dasar bambu dengan atap menggunakan asbes. Untuk referensi kandang dengan model lain anda bisa mencarinya di google.

3. Pemilihan Bibit Ayam Potong

Pemilihan bibit ini tidak boleh anda lewatkan dan sepelekan karena pemilihan bibit adalah penentu dari sukses tidaknya budidaya yang akan anda kembangkan. Nah, dalam pemilihan bibit ini anda harus memperhatikan beberapa hal, antara lain sebagai berikut:

  • Pastikan bahwa bibit ayam yang anda pilih haruslah sehat dan tidak cacat
  • Memiliki ukuran tubuh yang gemuk
  • Lincah bergerak
  • Memiliki bulu yang lebat dan menutup semua tubuhnya
  • Memiliki bulu yang mengkilat dan lembut bila disentuh
  • Tubuhnya bersih tanpa kotoran termasuk perhatikan lubang kotoran (Anus) pilihlah yang bersih.
  • Memilki mata yang jernih
4. Vaksin

Bukan cuma manusia yang butuh divaksin, ayam juga butuh divaksin untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya dan menghindarkan dari berbagai ancaman virus yang bisa menyebabkan penyakit.

Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif terhadap suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus, sehingga dapat mencegah atau mengurangi pengaruh infeksi oleh organisme alami atau “liar”. Sumber: Wikipedia Indonesia

Dalam pemberian vaksin ini anda bisa mencampurkan pada makanan atau minuman pakan ayam, usahakan tempat yang digunakan untuk pemberian vaksin tidak terbuat dari benda yang mengandung logam jadi alangkah lebih baik jika tempat/wadah yang digunakan terbuat dari plastik saja. Selain hal diatas, yang harus anda perhatikan sebelum pemberian vaksin, anda harus memastikan bahwa ayam-ayam tersebut sedang dalam kondisi sehat.

5. Pemberian Pakan dan Cara Perawatan Ayam Potong

Untuk memenuhi nutrisi berihal pakan yang mengandung karbohidrat, mineral, protein, lemak dan vitamin agar ayam yang anda pelihara tumbuh sehat dan memiliki ukuran tubuh ideal. Untuk menentukan pakan ayam anda bisa memilihnya dari 2 jenis yakni dengan membeli sendiri pakan ayam yang dijual di toko peternakan maupun membuat sendiri pakan.

Pada umumnya pemberikan pakan sendiri terbagi menjadi dua proses secara garis besar yaitu pemberian pakan untuk pembesaran dan pemberian pakan untuk penggemukan, berikut ini penjelasannya:

1). Tahapan pembesaran

Pada usia ayam yang berumur 1 – 25 hari berilah pakan yang mengandung protein minimal 26 % untuk hasil tumbuh kembang yang sempurna. Pada usia ayam kurang dari 1 bulan ini mereka memiliki sistem pertumbuhan yang sangat cepat untuk itu jangan sampai anda telat dalam memberikan pakan karena akan berakibat menghambat pertumbuhnnya.

2). Tahapan penggemukan

Yang dimaksud dengan tahapan penggemukan yaitu pemberian pakan diatas usia 25 hari. Dalam tahapan ini anda bisa mengurangi kandungan protein menjadi 20 % dengan meningkatkan kandungan karbohidrat, mineral, lemak dan vitamin dalam pakan yang anda berikan agar berat badan pada ayam-ayam anda bertambah.

Selain dua proses tersebut diatas tahapan detail sekaligus perawatan pada ayam-ayam potong anda harus diperhatikan, berikut caranya:

  • Tahap ke 1
    Tahapan pertama adalah ketika ayam berusia 1 – 7 hari dan kandang diberikan lampu (Alat pemanas) sebagai penambah suhu agar tetap hangat. Berilah air gula hangat pada hari pertama ketika ayam-ayam itu usai dimasukan kandang, untuk hari selanjutnya anda bisa memberikan air biasa tanpa gula. Berilah pakan yang berbentuk butiran-butiran kecil agar mudah untuk dicerna. Takaran pakan untuk ayam-ayam kecil ini minimal 13 kg untuk kebutuhan 1000 ekor anak ayam.  Pada tahapan pertama inilah untuk pertama kalianya vaksin diberikan. Jangan sampai lupa ya!
  • Tahap ke 2
    Tahapan kedua adalah ketika ayam berusia  8-14 hari Pemeliharan pada tahapan kedua ini anda harus menurunkan suhu kandang ayam dan kebutuhan pakan bertambah menjadi 33 kg untuk 1000 ekor ayam.
  • Tahap ke 3
    Tahapan ketiga adalah ketika anak ayam berusia 15-21 hari. Anda sudah bisa mematikan alat pemasan yang terpasang di kandang ayam pada siang hari namun harus dinyalakan pada malam hari. Dalam setiap tahapannya kebutuhan pakan terus meningkat begitu pula pada tahapan ketiga, pakan ayam bertambah menjadi 48 kg untuk 1000 ekor ayam. Pada tahapan inilah pemberian vaksin kedua dilakukan. Pastikan ayam-ayamnya sedang sehat ya!
  • Tahap ke 4
    Kini ayam anda telah berusia 22 hari dan alat pemanas pada kandang ayam sudah bisa dihilangkan karena diusia ini bulu-bulu ayam sudah tumbuh lebat dan semakin tebal untuk menghangatkan tubuhnya sendiri tanpa harus menggunakan alat bantu lagi. Pada tahapan ini kebutuhan pakan menjadi 68 kg untuk 1000 ekor ayam. Pastikan berat tubuh ayam di usia antara 22 – 28 hari mencapai berat 1,5 kg atau tidak jauh dari angka tersebut.
  • Tahap ke 5
    Tahapan kelima adalah ketika ayam anda sudah mencapai usia 29  – 35 hari. Wow, kini ayam anda sudah semakin besar. Tapi sabar dulu jangan dulu dipanen dan dipotong karena saat ini bukan waktu yang tepat. Ayam anda masih membutuhkan asupan pakan agar hasil akhir dalam budidaya ini lebih menguntungkan dan maksimal. Pada tahapan mendekati akhir ini kebutuhan pakan menjadi 90 gram  per 1 ekor ayam yang berarti membutuhkan 90 kg untuk 1000 ekor ayam. Pada tahapan  ini idealnya 1 ayam memiliki berat 2 kg.
6. Panen

Yiha… inilah saat-saat yang anda tunggu, panen telah tiba peternak pun bahagia. Panen bisa dilakukan setelah ayam anda berusia 36 – 45 hari dan berat badan ayam per ekornya telah mencapai ± 2,3 kg.

Akhirnya tiba juga dipenghujung pembahasan artikel kali ini, semoga setiap artikel yang kami posting bisa menambah pengetahuan anda.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *