Panduan Cara Ternak Ayam Petelur untuk Pemula

Loading...

Ayam petelur merupakan jenis ayam yang bisa menghasilkan telur dalam jumlah yang banyak secara berkala tanpa proses perkawinan.

Ayam petelur ini sangat cocok untuk dibudidayakan karena kita sama-sama tahu bahwa kebutuhan telur sudah tidak dipertanyakan lagi, telur merupakan salah satu makanan yang digemari banyak orang. Selain karena memilki rasa gurih yang pas di lidah telur juga memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga sangat bagus untuk kesehatan tubuh kita sebagai manusia.

Budidaya ayam petelur ini telah banyak dilakukan oleh para pelaku bisnis kerena budidaya ayam petelur tentulah bukan bisnis kacangan yang musiman saja. Bisnis ayam petelur ini merupakan bisnis jangka panjang yang akan terus berkembang dan membesar bila kita mengelola secara tepat tanpa mengenal putus asa dan bosan.

Para pelaku bisnis sangat tahu bahwa kebutuhan telur dipasaraan tidak pernah surut, sehingga mereka bekerja keras untuk bisa memenuhi kebutuhan pasar dengan terus memperluas skala usahanya.

Cara Budidaya Ayam Petelur

Cara budidaya ayam petelur

Nah, kini anda juga bisa mulai budidaya ayam petelur dengan panduan yang akan kami berikan.

1. Lokasi Budidaya Ayam Petelur

Hal pertama yang harus anda lakukan untuk memulai budidaya ayam petelur dalam skala besar adalah menentukan lahan.

Dalam penentuan lahan ini usahakan jauh dari pemukiman warga karena budidaya ayam petelur akan menimbulkan bau yang tidak nyaman, selain menimbulkan bau dikhawatirkan bisa menimbulkan wabah penyakit seperti flu burung salah satunya, pada warga bila terlalu dekat dengan lahan peternakan ayam.

Untuk itu jangan sampai dalam proses budidaya ayam petelur ini anda merugikan warga sekitar peternakan. Pertimbangkan pemilihan lahan sejak awal agar terhindar dari masalah dikemudian hari.

Selain untuk menjaga kenyamanan warga sekitar anda, pemilihan lahan yang jauh dari pemukiman wargapun bertujuan untuk menghindarkan ayam dari stres akibat kebisingan aktifitas manusia.

Meski jauh dari pemukiman warga, lahan untuk budidaya ayam petelur haruslah berlokasi di tempat yang mudah dijangkau transportasi agar memudahkan anda dalam segala proses kedepan.

Tempat untuk budidaya ayam petelur dalam skala besar tentu saja membutuhkan lahan yang luas tergantung berapa banyak anda akan membudidayakan ayam petelur.

2. Persiapan Kandang Ayam Petelur

Buatlah kandang ayam dengan model baterai karena kandang model ini sangat cocok untuk budidaya ayam petelur. Adapun cara membuat kandang ayam model beterai adalah dengan menggunakan potongan bambu, reng dan kawat.

Rakitlah semua bahan tersebut menjadi kotak persegi dengan ukuran panjang 120cm lebar 40cm dan tinggi 40cm. Nah, pembuatan kandang ini disejajarkan agar mengoptimalkan penggunaan lahan.

Setiap kandang akan berisikan 1ekor ayam petelur. Kenapa harus menggunakan kandang model baterai, kerena kandang ini akan memudahkan anda dalam memanen telur saat musim panen tiba. Jadi ketika musim panen tiba telur tidak akan berceceran kemana-mana melainkan ada di kotak kandang yang dihuni 1 ekor ayam saja.

Apabila proses pembuatan kandang selesai sekarang buatlah media untuk makan dan minum ayam, biasanya berupa paralon yang dibelah dua lalu ditempelkan di bagian depan kandang ayam.

Dalam pembuatan kandang ini pastikan ruangan dibuatkan ventilasi udara yang cukup agar ayam bisa bernafas dengan leluasa juga terkena sinar matahari untuk menghangatkan tubuh-tubuh ayam secara alamiah.

3. Pemilihan Bibit

Pemilihan bibit ini sangat berpengaruh terhadap hasil produksi, untuk itu dalam pemilihan bibit anda dituntut untuk benar-benar memilih bibit yang berkualitas bagus. Adapun cara untuk mengetahui ayam mana yang bisa dijadikan sebagai indukan ayam petelur penghasil bibit adalah sebagai berikut :

  • Pilihlah ayam yang sehat dan tidak ada cacat ditubuhnya
  • Bulu yang terlihat rata dan menutupi seluruh tubuh ayam serta halus bila dipegang

Selain dengan melakukan proses pencarian bibit dari Indukan ayam anda juga bisa membeli bibit ayam petelur ini di toko peternakan. Bila anda memutuskan untuk membeli bibit ayam petelur dari toko peternakan perhatian hal-hal berikut untuk memilih mana bibit ayam yang baik untuk diternakan:

  • Ukuran dan berat badan normal yang sama rata
  • Memiliki nafsu makan yang bagus
  • Bulu menutupi tubuh ayam secara rata dan sempurna serta halus bila dipegang
  • Sehat dan tidak ada cacat di tubuhnya
  • Tidak ada kotoran yang menempel pada bulu dan tubuh ayam anakan tersebut.
4. Pemberian Pakan

Selain pemilihan bibit, pemberian pakan sangatlah mempunyai peran penting atas hasil produksi ayam petelur anda nantinya. Berilah pakan yang mengandung protein, nutrisi, karbohidrat, kalsium dan kandungan mineral. Biasanya pakan ayam petelur ini berupa jagung yang sudah diolah menjadi halus.

Berikanlah pakan secara teratur yakni dua kali sehari di pagi dan sore hari, jangan biarkan ayam kelaparan karena akan memicu datangnya penyakit yang bisa mempengaruhi hasil panen di kemudian hari atau bahkan kematian masal.

Anda harus tahu takaran yang pas untuk pemberian pakan ini kerena pemberian pakan berlebih juga tidak baik sebab bisa membuat ayam-ayam anda menjadi gemuk dan menimbun lemak di perutnya, alhasil ayam petelur anda tidak bisa menghasilkan telur yang banyak saat panen tiba.

Selain pemberian pakan berupa jagung anda juga bisa mencoba dengan memberikan pakan berupa tepung ikan agar asupan giji yang diterima oleh ayam beragam.

Pemberian minum juga harus diperhatikan dibarengi ketika anda memberikan makanan.

5. Pembersihan Kandang dan Pemeliharaan

Bersihkanlah kandang secara teratur agar terbebas dari segala sumber penyakit, selain pembersihan kandang anda juga harus memberikan vaksin dan vitamin terhadap ayam-ayam anda dengan cara mencampurkannya pada pakan yang akan diberikan.

Ini Penting! Kotoran ayam yang sudah menumpuk harus segera dikeluarkan sebelum menimbulkan bau busuk dan ayam-ayam anda terserang penyakit. Jika hal-hal kecil tidak diperhatikan bisa saja membuat kerugian dalam bisnis budidaya ayam petelur ini. Rawatlah ayam-ayam petulur ini seperti anda menggantung harap pada mereka J

6. Panen Telur

Ayam petelur biasa panen setelah berusia empat bulan, pada masa panen ini biasanya ayam petelur akan menghasilkan telur setiap hari selama kurang lebih 5-6 hari. Jadi anda tidak perlu panen dalam waktu satu hari, bisa dicicil setiap hari selama masa panen.

Secara umum ayam petelur bisa menghasilkan telur kurang lebih 250 telur pertahunnya dengan masa panen 4 bulan sekali tergantung cara anda melakukan perawatan dan pemberian pakan.

Setelah memanen lakukanlah penyortiran terhadap telur-telur tersebut sebelum anda menjualnya ke pasaran agar kualitas bisnis anda bisa dipercayai oleh pembeli borongan.

Pisahkan telur yang berkualitas bagus dengan kualitas yang kurang bagus. Telur yang berkualitas bagus adalah telur yang sering kita jumpai pada umumnya sedangkan telur yang memilki kualitas kurang bagus biasanya berbentuk gepeng ataupun terlalu lonjong.

Meski akan ada beberapa telur dengan kualitas kurang/tidak bagus anda tetap bisa menjualnya dengan harga dibawah standar. Dari pada dibuang kan, sayang ya! Lebih baik dijual dengan harga sedikit rendah tapi tetap menghasilkan uang.

Itulah tadi tahapan demi tahapan dalam proses budidaya ayam petelur. Apakah anda tertarik?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *