Panduan Cara Ternak Burung Puyuh untuk Pemula

Loading...

Siapa sih yang enggak tahu burung puyuh, pasti sobat semua sudah tahu si  burung puyuh ini, ia memiliki postur tubuh mungil dan menggemaskan juga enak jika dimakan.

Burung puyung berbeda dengan burung-burung hias yang biasa dipelihara dan dinikmati keindahannya. Burung puyuh merupakan jenis burung yang bisa bahkan baik untuk dikonsumsi karena memiliki beberapa manfaat bagi kesehatan seperti; Membantu peremajaan kulit karena kandungan vitamin E yang terdapat didalamnya; Bisa mengobati asma dan penyakit saluran pernafasan lainnya serta memperkuat otot-otot dalam tubuh.

Selain bisa dikonsumsi dagingnya burung puyuh juga bisa menghasilkan telur puyuh yang tidak kalah enak dari telur ayam. Telur puyuh ini pada umumnya berbentuk lonjong dan memilki warna berdasar putih dengan corak hitam memenuhinya.

Loading...

Sebagian orang sangat hobi memakan daging burung puyuh mengingat banyaknya manfaat dari daging burung puyuh maupun telurnya, hanya saja masih sedikit pembisnis yang memilih menjadi produsen penghasil burung puyuh maupun telur puyuh, padahal jika ditekuni tentu saja bisnis ini bisa menjadi alternatif dari persaingan bisnis yang semakin ketat sekarang ini, nampaknya bisnis dengan membudidayakan burung puyuh belum banyak dilirik orang jadi saatnya anda yang mengambil kesempatan ini.

Cara Budidaya Burung Puyuh

Cara budidaya burung puyuh petelur

Pada kesempatakan kali ini kami akan berbagi pengetahuan yang kami memiliki dalam cara budidaya burung puyuh, berikut ini panduannya :

1. Persiapan Lokasi

Untuk budidaya dalam skala kecil anda bisa memulainya di halaman rumah anda namun bila anda benar-benar memfokuskan budidaya ini sebagai bisnis yang diprogreskan memiliki skala besar ada baiknya anda memiliki lokasi khusus yang terpisah dari rumah anda.

2. Pembuatan Kandang

Setiap apapun yang anda pelihara itu artinya anda memiliki kewajiban untuk membuat rumah tinggal. Begitupun dalam budidaya burung puyuh anda harus membuatkan rumah bagi burung-burung tersebut agar bisa hidup dengan nyaman dan tentunya memberikan hasil dalam bisnis yang sedang anda jalani. Kami akan memberikan panduan bagaimana pemilihan atau pembuatan kandang yang cocok untuk mulai budidaya burung puyuh ini adalah sebagai berikut :

  • Buatlah kandang seperti kandang burung pada umumnya yang berbahan dasar kawat maupun bambu dan diukir sedemikian rupa agar tidak menimbulkan luka.
  • Buatlah kandang dengan ukuran luas yang sesuaikan dengan jumlah burung yang akan anda budidayakan dengan tinggi sekitar 70 cm. Karena walau burung puyuh ini tidak bisa terbang mereka juga perlu keleluasan dalam bernafas.
  • Usahakan kandang yang anda buat menghadap arah terbitnya matahari agar terkena sinar matahari untuk mendapatkan kehangatan.
  • Memerlukan penerangan sekitar 50 watt pada malam hari dengan suhu kandang sekitar 25 derajat celcius.

Jika sudah tahu gambaran kandang untuk burung puyuh, kini anda juga harus tahu pembagian kandang dalam proses budidaya burung puyuh ini, berikut ulasannya:

  • Kandang pembibitan
    Kandang pembibitan ini adalah kandang yang akan kita  gunakan dalam usaha untuk menghasilkan bibit-bibit unggul burung puyuh yang akan mempengaruhi produktifitas dari hasil budidaya anda nantinya.
  • Kandang Induk Burung Puyuh
    Kandang induk burung puyuh ini dibuat lebih besar dari pada kandang pembibitan sekitar 220 x 100 cm dengan tinggi 70 cm untuk 100 ekor burung puyuh.
  • Kandang anak burung puyuh
    Nah, saat telur-telur puyuh menetas anda harus memindahkannya pada kandang anak burung puyuh yang telah dipasangkan alat pemanas yang cukup untuk proses pertumbuhan anak-anak burung puyuh ini. 100 ekor anak burung puyuh memerlukan luas 110 x 100 cm dan tinggi 50 cm.
  • Kandang pertumbuhan
    Setelah anak burung puyuh berusia 3 – 6 minggu pindahkalah pada kandang pertumbuhan yakni suatu kandang yang dibuat sama besar dengan kandang induk-induk burung puyuh.

Mengapa dalam budidaya burung puyuh dibutuhkan beberapa kandang yang berbeda? Karena dari segi proses pemeliharaan dan sarana yang terdapat di masing-masing kandang tentulah berbeda fungsinya. Semua ini anda lakukan agar memudahkan proses-proses secara kesinambungan.

3. Memilih Bibit

Dalam penentuan bibit burung puyuh ini tentulah anda harus menentukan tujuan dari budidaya ini, apakah anda ingin menghasilkan burung puyuh dewasa yang telah siap di jual dan dimakan dagingnya, ataukah anda akan menjadi produsen burung puyuh yang berfokus menghasilkan telur-telurnya saja atau bahkan keduanya. Tentukanlah sekarang jangan sampai anda dilema pada saat pemilihan bibit!

Jika anda memilih untuk menjadi produsen daging burung puyuh maka pilihlah indukan burung puyuh jantan dan betina untuk dikawinkan yang sudah memasuki usia produktif untuk menetaskan burung puyuh.

Namun bila anda memfokuskan menjadi produsen penghasil telur burung puyuh saja maka pilihlah burung-burung indukan betina yang sudah dewasa, terhindar dari penyakit bawaan dan sehat tanpa dibuahi oleh burung puyuh jantan.

Bila anda ingin keduanya? Lakukan kedua cara diatas dengan kandang yang berbeda pastinya.

4. Pemeliharaan dan Pemberian Pakan

Sekarang waktunya anda memelihara burung puyuh anda untuk dirawat dan dibesarkan sebaik mungkin demi mencapai hasil yang diharapkan. Berikut hal yang harus diperhatikan dalam proses pemeliharaan dan pemberian pakan :

a). Pembersihan kandang

Membersihkan kandang harus dilakukan manimal 3 hari sekali agar tidak banyak penyakit yang bersarang di kandang burung puyuh anda. Bila anda melihat gejala penyakit pada burung puyuh anda segeralah pisahkan burung dari kawanan burung lainnya dengan mengeluarkan burung puyuh yang terkena penyakit dari kandangnya. Adapun ciri burung puyuh yang terjangkit penyakit yaitu :

  • Tidak bergerak lincah seperti burung puyuh lainnya
  • Memiliki mata yang sayu

Jika telah dipisahkan dari kandang berilah vitamin atau antibiotik hewan yang bisa anda beli di toko perternakan.

b). Pemberian pakan

Jangan sampai burung puyuh yang anda pelihara terlupakan dalam urusan pemberian paka. Pakan burung puyuh pada umumnya berupa remah-remah dan pallet yang memilki tekstur tidak kering yang mudah untuk dicerna.

Dalam pemberian pakan harus imbang sesuai banyaknya burung puyuh yang anda pelihara, karena burung puyuh memiliki sifat yang agresif sesama burung puyuh lainnya, mereka bisa memakan pakan burung puyuh lain jika tidak merasa kenyang.

Pada usia 3 minggu kebawah biasanya pakan yang diberikan berbentuk tepung sedangkan pada usia diatas 3 minggu anda sudah bisa memberi pakan yang sudah diolah mejadi butiran untuk dipatuk.

 5. Panen Daging atau Telur

Mau panen nih, panennya daging atau telur? Jawabnya ada pada tahapan pemilihan bibit tadi. Proses panen ini bisa anda lakukan setelah usia burung puyuh kurang lebih 2 bulan untuk dipanen dagingnya sedangkan untuk memanen telur-telur burung puyuh bisanya anda memerlukan waktu sedikit lama yakni 3 bulan sampai para induk bertelur.

Sebetulnya lama masa panen ini dipengaruhi oleh proses yang anda lakukan sejak awal dalam pemilihan dan pemberian pakan, maka perlu ditekankan sekali lagi bahwa dalam pemilihan pakan ini usahakan memilih pakan yang berkualitas baik dan tidak habis masa pakainya.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *