Panduan Cara Menanam Jahe dari Benih Hingga Panen

Loading...

Jahe merupakan suatu jenis tanaman yang termasuk kedalam temu-temuan, jahe banyak dimanfaatkan sebagai campuran obat tradisional maupun bumbu pasakan. Jika dulu jahe hanya di jadikan obat yang terdapat di daerah perdesaan, dewasa ini dengan pengetahuan dan kemajuan teknologi banyak obat-obat atau vitamin kemasan yang berbahan dasar jahe.

Kenapa sih jahe bisa dijadikan obat? Memangnya apa saja manfaat dari jahe ini? pasti ada yang bertanya seperti itu. Nah, bila belum tahu berikut ini beberapa manfaat dari Jahe:

  1. Mengatasi pencernaan
  2. Mengurangi rasa mual
  3. Mengurasi rasa sakit pada memar atau luka pada kulit
  4. Pencegahan kanker
  5. Anti Peradangan dan mengobati batuk, juga banyak lagi khasiat lainnya.

Karena jahe memilki banyak manfaat bagi kita sebagai manusia maka tidak jarang orang-orang membutuhkan jahe untuk sekadar bumbu pasakan maupun obat. Dalam jumlah besar jahe sangat dibutuhkan di pasaran dan para perusahaan obat yang menjadikan jahe sebagai bahan dasarnya.

Loading...

Cara Budidaya Jahe

Cara menanam bibit jahe

Budidaya jahe sebetulnya bisa menjadi salah satu alternatif bisnis anda karena diminati oleh banyak pihak. Bila anda tertarik untuk bisnis atau ingin mulai budidaya jahe berikut ini kami berikan panduannya:

1. Menentukan Lokasi

Sebelum anda mulai menanam tanaman jahe anda harus mengetahui bahwa lahan atau lokasi yang dijadikan tempat untuk mulai budidaya jahe haruslah tempat yang memiliki curah hujan tinggi sekitar 3.000 – 4.000 mm per tahunnya.

Selain itu penanaman jahe haruslah di ruang terbuka agar tanaman jahe bisa mendapatkan penerangan matahari secera cukup. Pilihlah lokasi yang memilki tanah subur dan mengandung banyak humus dengan pH tanah 6,8 – 7,5  agar tanaman jahe anda bisa berkembang banyak dan tumbuh subur seperti yang diharapakan.

2. Pemilihan Bibit Jahe

Bibit jahe yang dipilih adalah jahe yang bebas hama dan penyakit dengan kriteria sebagai berikut:

  • Jahe yang akan dijadikan bibit merupakan hasil langsung dari perkebunan bukan dari jahe yang dijual dipasaran. Karena bila anda memilih jahe yang dijual di pasaran untuk dibudidayakan dikhawatirkan tidak akan bisa tumbuh, pasalnya jahe yang dijual dipasaran telah melewati beberapa proses yang akan menghambat bila di budidayakan kembali.
  • Selain diambil langsung dari perkebunan pastikan bibit jahe merupakan jahe yang telah berumur tua sekitar kurang lebih 10
  • Tidak memiliki goresan luka pada kulit rimpang.
 3. Penyemaian

Penyemaian bibit jahe langsung dilakukan di bedengan. Teknik penyemaian ini berdeda ketika kita budidaya tanaman pada umumnya, dalam teknik penyemaian jahe anda hanya perlu menaruh rimpang jahe diatas bedengan lalu ditumpuk oleh jerami kemudian diatas tumpukan jerami pertama ditaruh lagi rempang jahe dan ditutup kembali oleh jerami hingga 5 tingkatan rimpang yang tertutup jerami.

Setelah selesai tersusun langkah penyemaian  berikutnya yaitu siramlah rimpang bakal bibit jahe ini dengan air sebanyak 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Penyemaian ini biasanya berlangsung selama dua minggu sampai tumbuh tunas pada rimpang jahe.

Jika sudah bertunas sekarang waktunya anda melakukan penyortiran untuk mengambil bibit-bibit yang berkualias baik saja. Bibit yang telah didapatkan kemudian di-stek dengan berat masing-masing ±50 gram.

Sebelum anda melakukan penanaman terhadap bibit-bibit jahe ini masukanlah bibit-bibit jahe kedalam karung kemudian rendam pada air yang sudah dicampuri fungisida selama kurang lebih 7 jam lalu keringkan.

4. Proses Tanam Jahe

Sebaiknya anda mempersiapkan media tanam ini disaat bersamaan dengan proses penyemaian. Karena anda harus membajak tanah terlebih dahulu lalu dibiarkan selama dua minggu (Sama dengan lamanya proses semai bibit jahe) ini bertujuan agar gas-gas dalam tanah menguap serta bibit-bibit penyakit akan mati terkena paparan panas matahari.

Setelah melakukan pembajakan anda juga diminta untuk membuat bedegan yang lebih besar ketimbang bedengan yang dibuat sebagai media semai, ukuran bedengan ini bagusnya memiliki ukuran tinggi 30 cm lebar 90 cm dan panjang menyesuaikan dengan lahan yang anda miliki.

Lakukanlah pengapuran yang berfungsi untuk menambah kalsium dalam tanah yang dibutuhkan untuk merangsang tumbuhnya bulu pada akar dan merangsang pembentukan umbi.

Bila persiapan diatas sudah selesai kini anda akan mulai menanam dengan proses sebagai berikut:

  • Buatlah lubang tanam sedalam 5 cm
  • Masukan bibit rimpang dengan posisi merebah pada lubang tanam yang sudah dibuat
  • Lakukanlah penanaman bibit jahe ini pada awal musim hujan karena bibit jahe memerlukan asupan air yang cukup dalam perkembangannya terlebih pada 3 bulan pertama.
 5. Pemeliharan Tanaman Jahe

Berikut beberapa langkah-langkah yang harus dilakukan saat memelihara tanaman jahe.

  • Penyilangan
    Sama halnya dengan budidaya kunyit dalam budidaya jahe anda juga diminta untuk melakukan proses penyilangan yaitu suatu proses dimana anda mengganti bibit-bibit jahe yang rusak dengan bibit jahe yang memiliki kualitas lebih baik. Penyilangan ini dilakukan pada minggu ke–2.
  • Penyiangan
    Penyiangan pada tanaman jahe dilakukan 3 minggu sekali. Untuk sekadar mengingatkan penyiangan yaitu: “Suatu kegiatan mencabut gulma yang berada di antara sela-sela tanaman pertanian dan sekaligus menggemburkan tanah. Sedangkan gulma sendiri adalah tumbuhan yang kehadirannya tidak diinginkan pada lahan pertanian karena menurunkan hasil yang bisa dicapai oleh tanaman produksi. Sumber: Wikipedia Indonesia.”
  • Pembumbunan
    Pembumbunan ini merupakan upaya penggemburan tanah, anda hanya perlu melakukannya sebanyak 3 kali selama umur tanaman jahe hingga panen bersamaan dengan proses penyiangan.
  • Pemupukan
    Pupuk yang digunakan dalam budidaya tanam jahe bukan merupakan pupuk kimia atau obat-obatan melainkan haruslah pupuk organik sebanyak 70 ton untuk luas lahan 1 hektar. Proses ini dilakukan bersamaan dengan Pembumbunan pada tanah.
  • Penanganan Penyakit
    Tanaman jahe juga bisa terserang hama atau penyakit yang ditandai dengan melilitnya bagian bawah daun dan menggulung ke atas kemudian terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning mengering juga tunas batang membusuk yang menyebabkan kematian pada tanaman. Penanganannya yaitu asingkan atau pisahkan tanaman jahe yang terkena hama atau penyakit dari lahan perkebunan agar tidak menyebar pada tanaman jahe yang lainnya. Dalam upaya pencegahan penyakit anda harus sering-sering membersihkan gulma pada lahan perkebunan anda.
6. Saatnya Panen

Saatnya panen dan merasakan kehangatan Jahe yang melegakan tenggerokan. Masa panen yaitu saat usia tanaman jahe mencapai usia 8 bulan atau lebih. Nah, dalam proses panen ini ada beberapa tahapan yang harus anda lakukan yaitu:

  • Perajangan
  • Pengeringan selama 4 jam dalam 5 hari
  • Penyortiran

Itu dia tadi cara budidaya jahe yang bisa Anda praktekkan setelah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel berikutnya.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *