Cara Menanam Kunyit dari Tahap Pembibitan sampai Panen

Loading...

Kunyit merupakan salah satu bumbu dapur yang memilki wangi khas dan membuat masakan memiliki cita rasa yang tajam. Kunyit bisa dijadikan pewarna makanan alami bewarna kuning dan orange. Selain sebagai bumbu dan pewarna makanan kunyit bisa dijadikan obat maag dan dijadikan bahan pokok pembuatan jamu.

Dengan iklim yang dimiliki oleh Indonesia akan sangat membantu dan memudahkan budidaya kunyit, pasalnya kunyit sangat baik tumbuh di daerah tropis seperti Indonesia. So, buat sobat semua yang memiliki minat untuk budidaya kunyit berikut ini kami berikan panduannya untuk anda.

Cara Budidaya Kunyit

Cara budidaya kunyit

Berikut beberapa tahapan untuk budidaya kunyit yang bisa Anda simak dan praktekkan dirumah.

Loading...
1. Pemilihan Bibit Kunyit

Hal pertama yang harus dilakukan adalah pemilihan bibit. Dalam pemilihan bibit kunyit anda harus memilih dari pecahan rimpan dengan memperhatikan hal-hal sbeagai berikut:

  • Bibit segar dan tidak memilki penyakit, tidak layu dan tidak kusam
  • Bibit yang digunakan dipilih dari rimpang yang tumbuh subur
  • Memiliki kandugang air yang cukup, ditandai dengan rimpang yang lebab dan gemuk
2. Lahan Untuk Budidaya Kunyit

Setelah anda memiliki rimpang kunyit untuk dijadikan  bibit kini saatnya anda membuat lahan yang telah anda siapkan menjadi media tanam tumbuhan kunyit. Dalam skala besar sebaiknya anda membuat bedengan dilengkapi saluran air diantara bedengan-bedengan yang telah anda buat.

Bedengan yang anda buat haruslah memiliki lebar 70 cm dan tinggi sekitar 45 cm dengan jarak/saluaran air sekitar 30 cm. Jika bedengan telah selesai dicangkul dan terbentuk biarkan selama 2 minggu agar gas yang terkandung dalam tanah bedengan bisa keluar terlebih dulu sebelum nantinya akan anda tanami pohon kunyit. Sebelum anda menanam pohon kunyit campurkanlah pupuk kompos organik pada tanah agar tanah menjadi subur.

3. Penyemaian Bibit Kunyit

Proses penyemaian pada umumnya berlangsung salama 1 bulan dengan penyiraman 2 kali sehari yaitu pada pagi hari dan sore hari. Lokasi penyemaian sebaiknya di daerah yang lembab dan bisa terkena angin yang cukup agar bisa merangsang tumbuhnya tunas pada rimpang kunyit.

Media penyemaian bisa berupa polybag atau karung kecil. Tanah yang digunakan dalam proses penyemaian ini harus ditambahkan pupuk kandang organik dulu agar tanah menjadi subur dan membuat proses pertumbuhan bibit semakin cepat.

4. Penanaman Kunyit

Setelah anda melakukan penyemaian selama kurang lebih 1 bulan kini saatnya anda memindahkan tanaman kunyit anda pada lahan yang lebih luas agar rimpang bisa menghasilkan umbi kunyit yang banyak. Dalam proses pemindahan ini anda harus hati-hati jangan sampai merusak rimpang kunyit.

Ditahap ke dua kami telah menjelaskan pembuatan bedengan. Nah, disanalah kunyit ditanam, teknik penanamannya cukup mudah anda hanya harus menggali tanah tersebut dengan kedalamn 8 cm lalu tanamlah kunyit dengan posisi tunas menghadap ke atas.

5. Pemeliharaan Kunyit

Berikut beberapa langkah-langkah untuk memelihara budidaya kunyit, antara lain sebagai berikut.

  • Penyilangan
    Pemeliharaan pertama merupakan penyilangan yakni suatu proses pergantian tanaman, bila anda melihat salah satu tanaman kunyit anda tidak tumbuh atau rusak maka cabut saja dan ganti dengan tanaman yang baru.
  • Penyiangan
    Anda harus memastikan bahwa tanaman anda terhindar dari gulma atau rumput-rumput liar lainnya yang bisa menghambat pertumbuhan tanaman kunyit anda, karena gulma bisa menyerap nutrisi dan air dalam tanah yang seharusnya diserap oleh rimpang kunyit. Hal ini akan menyebabkan keringnya rimpang kunyit dan tanaman menjadi layu lalu mati. Lakukan proses penyiangan ini selama 1 kali dalam 3 hari lakukan secara berkala hingga nanti panen tiba untuk hasil maksimal.
  • Pembumbunan
    Pembumbunan  merupakan suatu proses dimana anda melakukan penimbunan tanah kembali di sekitar perakaran tanaman yang terbawa air. Lakukan pembumbunan ini selama kurang lebih 2 – 3 bulan sekali untuk menjaga agar tanaman kunyit bisa tumbuh dengan baik.
  • Pemupukan
    Pemupukan ini adalah pemupukan pertama yang anda lakukan saat anda menanam kunyit anda di bedengan. Dalam budidaya kunyit pupuk yang digunakan bukanlah pupuk kimia, melainkan pupuk organik seperti kotoran ayam atau pupuk kandang. Nah, takaran pemberian pupuk ini adalah 50 ton per hektar dengan jumlah tanaman sekitar 170.000. Dengan perkiraan tersebut maka anda bisa memanen kunyit sekitar 30 ton per hektar setiap musim panennya.
  • Pemupukan susulan
    Pemupukuan susual bisa anda lakukan saat tanaman berusia 2 – 3 sejak dipindahkan ke bedengan. Pemupukan susulan ini diharapkan bisa meningkatkan umbi yang dihasilkan rimpang semakin banyak dan melimpah saat panen.
  • Penyiraman
    Seperti saat penyemaian tanaman kunyit haruslah mendapatkan sumber air dengan proses penyiraman, namun perlu anda ketahui juga bahwa kunyit merupakan tanaman yang tidak bersahabat dengan air yang terlalu banyak karena akan menyebabkan rimpang kunyit membusuk dan mengalami kematian. Untuk itulah saluran air diantara bededangan dibuat. Bila anda melihat genangan air di lahan tanaman kunyit anda segera lakukan pengaliran atau penyedotan sebelum berlama-lama dan merendam tanaman kunyit.
  • Pemberian pestisida
    Agar terhindar dari serangan hama anda harus memastikan tanaman kunyit anda diberikan semprotan pestisida secara berkala sekitar 3 -4 bulan sekali atau ketika anda melihat ada gejala hama pada tanaman kunyit ini.
  • Pemulsaan
    Pemulsaan ini adalah suatu teknik penggemburan dan upaya mengembalikan kelembaban tanah agar tanaman tidak mengalami kekeringan. Pemulsaan sendiri bisa ada lakukan dengan menyebar jerami pada permukaan tanah agar menghambat pertumbuhan gulma yang tidak diharapkan.
 6. Penanganan Penyakit Kunyit

Dalam budidaya kunyit anda tidak terlepas dari ancaman hama dan penyakit. Timbulnya penyakit ini ditandai dengan perubahan daun menjadi warna kecoklat-coklatan, adapun penanganan pada penyakit ini adalah penyemprotan insektisida.

7. Panen Kunyit

Tanaman anda sudah mencapai waktu panen dan terhindar dari hama dan penyakit kini saatnya untuk dipanen saat usia tanaman kunyit anda menyapai 8 bulan, hanya saja perlu untuk diketahui meski kunyit sudah bisa dipanen pada usia 8 bulan, alangkah lebih baik bila pemanenan dilakukan saat usia tanaman kunyit memasuki 11 bulan atau 1 tahun karena pada waktu ini  hasil panen akan lebih banyak dari pada saat anda memanen kunyit di usia 8 bulan.

Adapun cara untuk memanen kunyit alat yang digunakan adalah cangkul. Anda hanya harus mencangkul tanah dan ambil umbi-umbi kunyit yang ada didalamnya. Eitsss, dalam penyangkulan ini anda harus hati-hati jangan sampai cangkul anda malah merusak umbi kunyit. Lakukan proses panen ini di musim kemarau agar rimpang – rimpang kunyit tidak terlalu basah dan membantu anda dalam proses selanjutnya yaitu pengeringan.

Jika anda telah melakukan pemanenan jangan dulu langsung di jual karena  masih ada proses yang perlu anda lakukan sebagai pembudidaya kunyit, cucilah kunyit hasil panen anda dan lakukan pengeringan dengan cara menjemur kunyit dibawah paparan matahari selama 5 jam sehari, dilakukan 1 minggu berturut-turut. Setelah kering, anda tinggal menyortirnya dan menjual ke pasaran.

Itulah tadi cara budidaya kunyit, meski waktu panennya sedikit lama namun keuntungan dari budidaya ini cukup besar dan bisa menjadi pilihan bisnis anda dengan modal yang tidak terlalu tinggi.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *