Cara Budidaya Lobster Air Tawar untuk Pemula [Lengkap]

Loading...

Penikmat makanan hasil laut pasti tidak asing dengan lobster, karena ia merupakan jenis hewan yang bisa dikonsumsi dan memiliki rasa yang lezat juga aroma yang memikat penciuman penikmatnya. Tahukah anda ternyata lobster bisa dibudidayakan secara mudah dengan menggunakan air tawar dan ditempat di kolam buatan.

Media budidaya lobster bisa anda lakukan di kolam tanah dengan luas menyesuaikan banyaknya lobster yang akan anda budidayakan. Sedikit kilasan sebelum mulai budidaya lobster perlu anda ketahui bahwa lobster ini bisa dibudidayakan  dengan dua teknik yaitu:

  • Budidaya Lobster secara Extensif
    Dalam teknik ini anda hanya harus menaruh indukan lobster di kolam yang telah anda buat lalu mengeringkan kolam di periode tertentu ± 5 bulan sekali untuk mengambil lobster yang telah memiliki ukuran tubuh besar dan cukup umur untuk di jual. Sebagian lagi kembali dimasukan ke dalam kolam untuk kemudian dikembangbiakan ulang.
  • Budidaya Lobster secara Intensif
    Bila anda menggunakan teknik intensif keuntungan yang anda dapatkan akan lebih banyak dari pada menggunakan teknik extensif. Namun pada teknik intensif ini anda memerlukan media tambahan selain kolam tanah seperti teknik extensif. Dalam proses ini anda perlu menyiapkan beberapa kolam dari proses awal hingga panen lobster. Ya, imbanglah dengan hasil yang akan anda dapatkan, bila ingin hasil panen yang banyak dan lebih baik tentu saja anda harus berkerja lebih keras lagi.

Cara Budidaya Lobster Air Tawar

Cara budidaya lobster air tawar

Nah, paparan diatas tadi adalah gambaran besar yang bisa anda lakukan dalam budidaya lobster air tawar. Di artikel kali ini kami akan menjelaskan cara budidaya lobster dengan teknik intensif. Adapun panduan untuk memulai budidaya lobster air tawar ini adalah sebagai berikut:

Loading...

1. Persiapan Tempat

Dalam mempersiapkan tempat budidaya lobster dalam skala besar usahakan berlokasi jauh dari pemukiman warga karena budidaya lobster akan menimbulkan bau amis yang untuk sebagian orang membuat tidak nyaman.

Tempat budidaya lobster harus mudah terjangkau oleh transportasi agar anda bisa dengan mudah melakukan segala prosesnya seperti pembelian pakan dan mengangkut hasil  panen bila masanya telah tiba.

Selain bertujuan agar tidak mengganggu warga perlu anda ketahui bahwa lobster merupakan jenis hewan yang mudah stres untuk itu harus di budidayakan dalam suasana yang hening.

2. Pembuatan Kolam

Seperti telah disinggung diatas bahwa budidaya lobster dengan teknik instensif ini akan memerlukan beberapa kolam. Adapun pembagian kolamnya adalah sebagai berikut:

a. Kolam Perkawinan

Kolam perkawinan merupakan kolam yang akan kita gunakan untuk mendapatkan bibit-bibit lobster yang akan kita besarkan dan diambil hasilnya. Di kolam perkawinan ini anda harus meletakan indukan jantan dan indukan betina lobster yang siap kawin dengan kualitas baik dan tidak cacat. Hindarilah inbreeding (perkawinan sedarah pada lobster) pasalnya perkawinan sedarah akan menghasilkan intersex (kelamin ganda pada lobster).

Kolam perkawinan ini sendiri idelnya memilki ukuran 1 m2 untuk 5 ekor lobster betina dan 3 ekor lobster jantan untuk dikawinkan. Untuk mempraktiskan pembuatan kolam, anda bisa menggunakan akuarium ketimbang membuat kolam semen yang membutuhkan waktu lebih lama. Jika anda memang melakukan budidaya ini dalam skala besar anda perlu membuat kolam perkawinan yang banyak sesuai dengan target perncapaian anda.

Dalam proses perkawinan ini berikan pakan pada lobster air tawar yang mengandung banyak nutrisi berupa protein, karbohidrat, vitamin dan mineral agar proses pembibitan berlangsung cepat dan menghasilkan bibit-bibit unggul. Pada kolam perkawinan ini taruhlah beberapa pipa paralon sebagian memiliki ukuran dengan diameter 3 inch dengan panjang pipa 15 cm bagi bibit-bibit yang dihasilkan dari perkawinan indukan. Dan sebagian lain pipa berdiamer 5 – 6 inch dengan panjang 25 cm untuk indukan lobster.

b. Kolam Pembesaran

Setelah bibit lobster air tawar disimpan pada kolam perkawinan selama kurang lebih satu bulan kini anda bisa memindahkan lobster-lobster tersebut ke dalam kolam pembesaran. Lobster air tawar bisa hidup dengan baik pada suhu udara 25 – 30 derajat celcius. Anda bisa membuat kolam tanah untuk proses pembesaran ini dengan ukuran 5 x 5 meter untuk 600 ekor lobster. Pada kolam pembesaran ini anda juga harus memasukan paralon dengan ukuran yang sama pada kolam perkawinan bagi indukan lobster.

3. Pemberian Pakan

Pada umumnya pakan lobster bisa berupa spirulina, diatone, artemia, kutu air dan cacing darah yang bisa anda dapatkan di alam bebas. Selain pakan diatas anda  juga bisa mengolah sendiri pakan untuk lobster air tawar yang sedang anda budidayakan dengan cara meracik tepung ikan, tepung rebon, wortel, toge, cacing dan keong mas.

Bila tidak ingin ribet anda juga bisa membeli pakan yang sudah jadi di toko penjualan pakan. Adapun waktu yang tepat untuk pemberian pakan adalah di pagi hari dan sore hari. Bila pada hari berikutnya saat anda akan memberikan pakan dan terlihat ada pakan sisaan kemarin sebaiknya anda segera membersihkan sisaan pakan tersebut sebelum mencemari air.

Perlu anda ketahui bahwa selama minggu pertama lobster menempati kolam pembesaran pakan yang diberikan adalah cacing sutera, baru setelah itu anda bisa mencoba memberikan pakan yang telah dijelaskan diatas.

4. Pengendalian Penyakit pada Lobster Air Tawar

Lagi-lagi tentang penyakit. Memang tidak ada bisnis yang tidak memiliki resiko begitu pula dengan bisnis budidaya lobster air tawar ini. Dalam prosesnya anda tidak bisa lepas dari ancaman virus atau penyakit yang bisa menghabat pertumbuhan lobster-lobster yang sedang anda budidayakan dan mengalami kerugian. Untuk itu ada beberapa teknik untuk pengendalian serangan virus atau penyakit, sebelum mengetahui bagaimana cara pengendaliannya perlu anda ketahui bahwa lobster air tawar bisa terserang virus atau penyakit sebagai berikut:

a. White Spot Disease

Virus ini bisa menyebabkan kematian masal. Adapun untuk pengendaliannya yaitu:

  • Mengurangi kepadatan lobster dalam kolam pembesaran
  • Menjaga tingkat kadar keasaman air
  • Membersihkan air secara berkala dan hindari pemakaian air yang sudah digunakan untuk budidaya ulang
  • Mengkarantina lobster yang diduga terserang penyakit ini sebelum menyebarkan virus dalam kolam
b. Jamur

Penularan jamur bisa terbawa dari kutu asphanomices astaci  dan melalui peralatan yang digunakan dalam proses budidaya yang terdapat pada kolam baik kolam perkawinan maupun kolam pembesaran. Penanganan gangguan jamur ini bisa anda lakukan dengan segera mengganti air pada kolam.

5. Saatnya Panen

Setelah beberapa bulan perawatan dan pemberian pakan, lobster siap untuk dipanen. Lobster air tawar siap mendatangkan pundi-pundi rupiah sebagai pengganti keringat anda selama ini. Berikut adalah cara memanen lobster yang baik:

  • Keluarkan pipa paralon dari kolam agar lobster-lobster yang akan dipanen tidak bersembunyi didalam pipa.
  • Turunkan air kolam
  • Siapkan tempat /wadah yang didalamya sudah ada aerator. Wadah ini digunakan sebagai penampung lobster yang anda panen di sisi bagian kolam.
  • Pasangkan papan dari tempat/wadah yang akan digunakan sebagai media penampungan hasil panen ke dalam kolam dengan posisi miring seperti papan seluncur.
  • Alirkan air pada papan tersebut agar lobster mendekat dan naik pada papan tersebut lalu jatuh ke wadah penampungan.

Budidaya lobster air tawar tidak serumit yang anda bayangkan, bukan? Itulah ulasan singkat mengenai cara budidaya lobster air tawar yang baik dan benar. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menambah wawasan Anda mengenai budidaya lobster air tawar. Selamat mencoba, semoga berhasil.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *