Panduan Cara Menanam Semangka dari Biji hingga Panen [Lengkap]

Loading...

Budidaya semangka merupakan salah  satu budidaya tanaman yang cukup mudah untuk dilakukan dan memiliki masa panen tidak lebih dari 3 bulan. Selain kemudahan dalam cara tanamnya, semangka adalah salah satu buah yang menjadi kesukaan banyak orang dan mudah ditemukan di pasaran. Harga buah semangka yang lumayan tinggi memberikan keuntungan bagi pedagang dan petani.

Disini kami akan menjelaskan tentang cara budidaya semangka dari benih hingga panen. Berikut ini cara-caranya:

1. Persiapan Lahan Tanam

Semangka sangat cocok di tanam pada lahan yang memiliki curah hujan 45 – 50 mm per bulannya dan memiliki suhu 25 derajat celcius saat siang hari. Lahan merupakan lahan terbuka yang langsung terkena sinar matahari tanpa penghalang, karena jika tanaman semangka kekurangan cahaya matahari bisa menyebabkan terhambatnya proses pertumbuhan.

Loading...

Usahakan juga lahan yang anda pilih memilki keasaman yang pas untuk budidaya semangka yaitu pH 6-7 bila keasaman tanah terlalu rendah anda bisa mengaplikasikan kapur untuk menyesuaikan keasaman tanah.

Cara budidaya semangka

Saat anda telah menemukan lahan yang cocok untuk budidaya semangka kini saatnya anda membuat bedengan sebagai media tanam, dalam proses pembuatan bedengan cangkulah tanah dan biarkan 4 hari sebelum dibuatkan bedengan agar zat-zat penyakit dalam tanah bisa keluar dan mati terkena paparan matahari.

2. Pembuatan Bedengan

Pembuatan bedengan ini hampir sama dengan proses pembuatan bedegan budidaya tanaman yang lainnya hanya saja bedengan untuk budidaya semangka memerlukan permukaan lebih lebar yaitu 80 cm dengan tinggi sekitar 40 cm dan jarak antar bedengan dibuat 100 cm, panjang bedengan bisa anda sesuaikan dengan lahan yang anda miliki.

Campurkan beberapa bahan berikut pada bedengan yang sedang anda buat:

  • Pupuk dolimit
  • Pupuk kandang
  • Pupuk TSP /SP36: KCI : ZA

Lalu aduk sampai tercampur dengan tanah bedengan dan siramlah dengan air hingga basah dan biarkan selama 7 hari. Setelah bedengan dibiarkan selama 1 minggu kini pasangkanlah mulsa pada tiap-tiap gundukan bedengan yang telah dibuat. Tepat diatas mulsa buatlah lubang tanam dengan dimeter 30 cm dan jarak antar lubang sekitar 70 cm.

3. Penyemaian Benih

Selama beberapa hari anda membiarkan bedengan yang telah dibuat anda juga harus mempersiapkan proses penyemaian sebelum akhirnya menanam di lahan yang telah dibuatkan bedengan. Dalam penyemaian semangka ini anda bisa  menggunakan polybag sebagai media semai.

Campurkanlah tanah dengan pupuk kandang lalu masukan ke dalam polybag dan tanam benih semangka dengan kedalaman 1 cm. Setelah Benih semangka ditempatkan di dalam polybad tambahkan alat penutup polybag misalnya kain tipis untuk menghindari paparan matahari berlebih pada benih-benih yang anda tanam.

Penyiraman pada proses semai ini adalah dua kali sehari yaitu di pagi dan sore hari. Penyemaian ini berlangsung selama 10 hari untuk kemudian dilakukan proses tanam pada bedengan yang telah menanti.

4. Proses Tanam

Dalam proses tanam ini anda hanya perlu menanam bibit pada lubang-lubang mulsa yang telah dibuat. Jika dalam 7 hari anda melihat bibit yang tidak tumbuh maka segeralah lakukan penggantian dengan bibit yang baru dan lebih berkualitas baik. Dalam pergantian bibit ini anda harus melakukannya kurang dari 10 hari agar masa penen bisa seragam.

5. Pemeliharaan

Bibit semangka yang telah ditanam haruslah mendapatkan pemeliharan yang tepat demi hasil panen maksimal. Pemeliharan yang bisa anda lakukan adalah sebagai berikut:

a. Penyiraman

Pada awal pemindahan lakukanlah penyiraman sebanyak 3 kali dalam sehari. Saat masuk pada fase awal pembentukan bunga hentikanlah penyiraman hingga bunga-bunga terbentuk sempurna. Setelah bunga-bunga terbentuk sempurna kurangi intensitas penyiraman menjadi 2 kali dalam sehari yaitu di pagi hari dan sore hari.

b. Perapihan ranting

Dalam merapihkan ranting-ranting tanaman semangka buatlah ajir dengan diameter yang tidak terlalu lebar pasangkan pada setiap sisi bedengan agar anda dapat dengan mudah merapihkan ranting supaya tidak bercampur dengan tanaman yang ada pada bedengan di sebrangnya.

c. Pemangkasan

Pemangkasan perlu dilakukan demi memaksimalkan tumbunya buah semangka. Caranya adalah dengan memangkas cabang-cabang ranting yang tumbuh setelah ruas ke 5. Pemangkasan ini bertujuan agar cabang utama bisa dengan maksimal mengisap unsur hara dalam tanah.

d. Pemupukan susulan

Pemupukan susulan dilakukan sebanyak 5 kali sampai masa panen.

  • Pemupukan periode pertama dilakukan ketika tanaman semangka berusia 7 hari setelah tanam, berikanlah pupuk NPK sebanyak 5 gram dan KNO3 sebanyak 2 gram per tanaman.
  • Pemupukan period ke 2 dilakukan saat tanaman semangka berusia 14 hari setelah tanam, berikanlah pupuk NPK menjadi 8 gram dan pupuk KNO3 dengan takaran yang sama seperti periode pertama.
  • Pemupukan periode ke 3 dilakukan ketika tanaman semangka berusia 21 hari setelah tanam dengan menaikan dosis pupuk NPK menjadi 13 gram per tanaman dan KCI 15 gram pertanaman. Pupuk KNO3 sudah tidak diberikan pada periode ke 3 ini.
  • Pemupukan periode ke 4 dilakukan ketika tanaman berusia 31 hari setelah tanam dengan pemberian pupuk NPK 13 gram pertanaman dan pupuk jenis ZA dengan dosis 8 gram pertanaman.
  • Pemupukan terakhir diberikan ketika tanaman semangka berusia 50 hari setelah tanam berilah pupuk jenis ZA dengan dosis 11 gram per tanamannya.
  • Penyiangan

Penyiangan yaitu suatu proses pembersihan lahan dari gulma dan rumput liar yang bisa mengganggu tanaman semangka anda. Bila gulma dibiarkan tumbuh di sekitaran lubang tanam atau bedengan akan menyebabkan nutrisi dalam tanah terhisap oleh gulma dan membuat tananam semangka menjadi kekurangan nutrisi. Untuk itulah proses penyiangan dibutuhkan setiap 3 hari sekali sejak hari tanam.

e. Pengendalian Hama atau Penyakit

Tidak ada tumbuhan yang bisa lepas dari ancaman hama dan penyakit begitupun dengan tumbuhan ini. Tanaman semangka bisa terkena  penyakit seperti terserang kutu daun dan penggerek, penyakit ini akan menyebabkan kerusakan dan kekeringan pada daun. Pengendaliannya adalah dengan cara menyemprotkan insektisida abamektin.

Selain penyakit yang bisa merusak daun ada pula penyakit yang disebabkan oleh lalat buah yang akan merusak kualitas buah semangka (buruk) yang anda budidayakan,  adapaun cara pengendalianya yaitu menyemprotkan insektisida yang berbau tajam dan membuat perangkap lalat.

6. Panen Buah

Pemanenan bisa anda lakukan saat usia tanaman semangka mencapai 70 hari semenjak hari tanam. Buah yang siap dipanen memiliki ciri sebagai berikut:

  • Warna kulit buah merata dan memudar
  • Mengeringnya sulur yang ada di pangkal buah

Jika telah menemukan ciri-ciri diatas pada buah semangka maka anda sudah mulai bisa memetik buah semangka. Hanya saja perlu anda ketahui petiklah buah semangka di pagi hari setelah embun mengering dan hindari pemanenan di musim hujan karena bisa menyebabkan kebusukan pada buah.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *