[Panduan] Cara Ternak Ayam Hutan dari Bibit Hingga Dewasa

ayam hutan
Loading...

Sebelum kami menjelaskan cara ternak ayam hutan, anda perlu tahu terlebih dahulu bahwa ayam hutan dikelompokan menjadi beberapa jenis; Ayam hutan hijau, ayam hutan kelabu ayam hutan merah, ayam hutan srilangka.

Ayam hutan ini memiliki tubuh mirip ayam kate sedikit kecil namun lebih pandang dan perawakan yang gemuk hanya saja ayam hutan memiliki warna menawan dan bulu lebih lebut serta ciri khas utamanya ada pada jengger ayam yang mempesona. Jengger pada ayam hutan memiliki warna yang unik yakni perpaduan antara biru muda, merah dan ungu yang menjadikannya terlihat cantik dan menjadi ayam peliharaan wajib yang dimiliki oleh pecinta unggas.

Jenis ayam hutan ini tergolong langka padahal peminatnya sangat banyak, oleh sebab itu disini kami memberikan panduan cara ternak ayam hutan bagi sobat agar menjadi peluang bisnis yang bisa dijalankan. Langsung saja anda bisa pelajari paparan dibawah ini.

Loading...
1. Lahan Ternak

Lahan ternak ayam hutan haruslah jauh dari banyaknya aktifitas manusia untuk menghindari kebisingan. Karena ayam hutan merupakan ayam yang memiliki habitat hidup di hutan, maka anda harus mengkondisikan lahan yang digunakan untuk mulai berternak ayam hutan haruslah lahan/ tempat yang sedikit sepi agar ayam-ayam yang anda ternak nantinya tidak mengalami stres.

cara ternak ayam hutan
cara ternak ayam hutan
2. Kandang Ayam Hutan

Setalah anda menentukan lahan/ tempat maka hal berikutnya adalah pembuatan kandang. Dalam ternak ayam hutan ada beberapa kandang yang harus anda persiapkan dalam poses mengembangbiakan ayam hutan ini. Adapun pembagian kandang yang harus anda buat adalah sebagai berikut:

a. Kandang Ayam Indukan atau Kandang Perkawinan

Kandang ini dibuat untuk mengawinkan indukan ayam hutan jantan dan indukan ayam hutan betina yang mana sudah siap kawin. Namun sebelum anda menyatukan kedua indukan ayam hutan tersebut untuk dikawinkan anda perlu tahu dulu ciri indukan ayam hutan yang siap dikawinkan.

Ciri indukan ayam hutan jantan yang siap dikawinkan:

  • Responsif dan agresif terhadap ayam betina
  • Memiliki ekor panjang
  • Jengger yang besar dan menawan
  • Suara kokokan yang keras

Ciri indukan ayam hutan betina yang siap dikawinkan:

  • Memiliki binar mata yang indah
  • Mengeluarkan suara krek… krek… dengan intensitas yang sering serta sesekali mengeluarkan kokok layaknya ayam jantan
  • Memiliki bulu-bulu halus dan licin apabila dipegang

Penting untuk anda ingat bahwa usia indukan ayam yang siap dikawinkan adalah 7 – 12 bulan dan jangan lewat dari usia 1 tahun. Usia indukan ayam hutan jantan harus lebih tua dari usia indukan ayam hutan betina. Karena apabila usia indukan betina lebih tua dari indukan ayam jantan bukan perkawinan yang akan terjadi melainkan perkelahian yang akan terjadi dalam kandang.

Nah, apabila anda telah memiliki indukan ayam dengan ciri-ciri diatas itu tandanya ayam-ayam indukan tersebut sudah siap dikawinkan, maka anda bisa menempatkan mereka pada kandang indukan atau kandang perkawinan.

b. Kandang Bibit Ayam Hutan

Kandang bibit ayam hutan ini digunakan untuk merawat bibit yang telah menetas di kandang perkawinan. Karena setelah telur menetaskan bibit-bibit ayam hutan hal pertama yang harus anda lakukan adalah memindahkan bibit-bibit tersebut pada kandang yang terpisah untuk dirawat sebaik mungkin agar tidak terinjak oleh indukan ayam.

c. Kandang Pemeliharaan Ayam Dewasa

Nah, kandang pemeliharaan ini dibuat lebih  besar dari kandang bibit/ anakan ayam. Karena habitat aslinya adalah di hutan maka sifat alami bawaan ayam hutan ini adalah tidak suka berdesakan maka buatlah kandang pemeliharaan ayam dewasa ini lebih luas. Setelah anda tahu pembagian kandang dalam ternak ayam hutan, selanjutnya anda harus tahu komponen apa saja yang digunakan sebagai pendukung berdirinya kandang-kandang tersebut.

Buatlah kandang dengan bahan-bahan sealami mungkin seperti berbahan dasar bambu dengan alas yang biarkan tanah saja dengan campuran pasir sedikit. Lalu berilah tumpukan jerami pada beberapa titik di dalam kandang. Dan buatlah fentilasi udara yang cukup serta usahakan posisi kandang menghadap arah terbitnya matahari.

Satu hal sederhana namun perlu untuk diketahui dalam ternak ayam hutan adalah, anda tidak perlu membuat wadah pakan pada kandang ayam. Biarkan saja pakan beralaskan tanah agar ayam-ayam hutan tersebut merasa berada di habitat aslinya kecuali untuk wadah pemberian minum buatlah sedikit lebih besar.

cara budidaya ayam hutan
cara budidaya ayam hutan
3. Perawatan dan Pemberian Pakan

Perawatan disini bisa berupa pembersihan kandang secara berkala, namun dalam permbersihan kandang ayam hutan ini anda harus melakukannya secara hati-hati dan hindari kontak fisik secara langsung karena akan menyebabkan stres pada ayam-ayam hutan ternakan anda. Bersihkanlah kandang setiap 3 hari sekali untuk memastikan tidak ada sarang bagi bakteri untuk tumbuh dalam kandang.

Pemberian pakan pada ayam hutan sebisa mungkin pada awal-awal adaptasi berikanlah pakan alami yang biasanya ada dalam hutan seperti jangkrik, daging yang dicacah kecil dan serangga (disebarkan saja di alas kandang tanpa menggunakan wadah).  Bisa juga memberikan sayuran dan buah-buahan. Bila telah melewati masa adaptasi sekitar 1 minggu, anda sudah mulai bisa memberikan pakan campuran seperti ternak ayam lainnya (proses ini berlaku pada indukan ayam yang akan dikawinkan/ proses awal bertenak).

4. Memandikan Ayam

Selain membersihkan kandang, anda juga perlu membersihkan ayam hutan dewasa agar  tubuhnya bersih dan semakin menarik saat dipandang dan terhindar dari kutu ayam dengan cara memandikannya.

Akan tetapi berbeda dengan cara memandikan ayam aduan. Dalam memandikan ayam hutan ini anda dilarang memegang ayam-ayam hutan tersebut, cukup hanya dengan menyemprotkan air saja dalam pemandiannya.

5. Pemberian Obat, Vaksin dan Vitamin

Untuk mencegah dari berbagai penyakit yang bisa menyerang ayam hutan anda juga perlu memberikan obat, vaksin dan vitamin secara berkala. Obat yang diberikan ini adalah obat anti kutu yaitu obat yang digunakan untuk mencegah keberadaan kutu pada bulu-bulu ayam yang akhirnya bisa menyebabkan kematian. Obat ini bisa anda beli di toko peternakan.

Selain obat, pemberian vaksin juga perlu dilakukan guna menjaga daya tahan tubuh ayam-ayam hutan yang anda ternak karena ayam hutan rentan terkenan penyakit berak berdarah. Nah, bukah hanya obat anti kutu dan vaksin. Sesekali anda juga perlu mencampurkan pakan ayam hutan dengan vitamin yang berfungsi meningkatkan nafsu makan, terlebih pada cuaca yang ekstrim. Vitamin untuk ayam hutan bisa berupa temulawak dan air jahe.

6. Ayam Hutan Siap Jual dan Dibiakan Ulang

Apabila ayam hutan anda telah mencapai usia 7 – 12 bulan itu artinya ayam-ayam hutan anda telah siap dijual ataupun siap dikembangbiakan lagi melalui proses perkawinan seperti yang telah dijelaskan diatas.

Finaly… selesai sudah semua proses ternak ayam hutan. Bagaimana, mudah bukan? Bagi anda yang tertarik dan bisa melihat peluang bagus dari ternak ayam hutan ini bisa mulai mencoba ternak dengan skala kecil telebih dahulu. Selamat mencoba.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *