[Panduan] Cara Ternak Ayam Joper dari Bibit Hingga Panen

ayam joper
Loading...

Ayam joper merupakan perkawinan antara indukan ayam kampung jantan yang berkualitas bagus dengan indukan ayam petelur biasa. Ayam joper juga bisa disebut ayam jawa atau ayam kampung super. Ayam joper memiliki kualitas daging yang lebih gurih dan enak jika dibandingkan dengan ayam biasa, juga kandungan protein yang lebih banyak pada telurnya.

Ternak ayam joper memiliki beberapa keuntungan diantaranya adalah masa panen yang sebentar dan nilai jual pada ayam, daging maupun telur memiliki harga yang lebih tinggi dari ayam biasa yang dijual dipasaran.

Tingginya nilai jual ayam joper baik daging maupun telurnya membuat banyak orang yang ingin mulai bisnis dengan ternak ayam joper ini. Apabila anda juga tertarik untuk bisnis dengan ternak ayam joper anda bisa memulainya dengan mengikuti panduan berikut:

Loading...
1. Pemilihan Lahan Ternak

Untuk skala besar seperti biasa anda harus mempertimbangkan lahan ternak yang memenuhi kriteria untuk mulai bisnis ini. Carilah lahan yang sedikit jauh dari pemukiman warga dan banyaknya aktifitas manusia, hal ini bertujuan untuk mengantisipasi penyeberan virus yang bisa disebabkan oleh unggas pada manusia begitupun sebaliknya serta agar ayam-ayam peliharaan anda tidak stres.

Carilah lahan yang bisa mendapatkan sirkulasi udara yang baik dan mudah dijangkau oleh transportasi untuk memudahkan segala proses dalam usaha ternak ayam joper ini.

2. Pembuatan Kandang

Sebetulnya pembuatan kandang ayam joper hampir sama dengan ayam petelur lainnya yaitu terbagi menjadi beberapa bagian seperti:

  • Kandang perkawinan indukan
    Kandang ini dibuat jika anda memilih untuk menghasilkan bibit secara alami melalui proses perkawinan antar indukan ketimbang membeli bibit yang sudah  tersedia di toko peternakan untuk dipelihara.
  • Kandang pemeliharaan bibit / anakan ayam joper
    Kandang ini dibuat untuk merawat bibit-bibit ayam joper yang baru menetas dari telurnya baik yang anda dapatkan melalui proses perkawinan maupun pembelian bibit DOC dari toko peternakan.
  • Kandang pemeliharaan ayam joper dewasa
    Sama halnya dengan pemeliharaan ayam pada umumnya, dalam ternak ayam joper anda juga memerlukan kandang ayam dewasa sebagai tempat untuk pemeliharaan ayam-ayam joper anda hingga dewasa dan siap dipanen. Kandang ayam yang satu ini dibuat lebih besar dari ayam pemeliharan bibit dengan ukuran perkiraan luas 100 m (10 m x 10 m) untuk ternak ayam joper sebanyak 1000 ekor.
cara ternak ayam joper
cara ternak ayam joper
3. Menentukan Bibit Ayam Joper

Pemilihan bibit-bibit ayam joper ini akan berpengaruh pada proses ternak anda nantinya. Maka apabila anda memilih untuk membeli bibit DOC di toko peternakan belilah bibit dengan kualitas bagus yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Memiliki mata yang berbinar terang
  • Sehat tanpa cacat
  • Memiliki bulu bersih, indah dan mengkilap serta halus bila dipegang
4. Perawatan dan Pemberian Pakan

Pemberian pada saat pertama DOC dan ditempatkan ke dalam kandang pemeliharaan bibit adalah dengan memberikan mimun air yang dicampuri gula jawa, setelah itu biarkanlah bibit-bibit ayam joper tersebut beristirahat terlebih dahulu untuk dilakukan perawatan dan pemberian pakan berikutnya.

Berilah pakan berupa voer pada ayam-ayam joper yang berusia 2 – 28 hari sebagai pakan yang diberikan setiap 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Untuk ayam-ayam joper yang sudah mencapai usia 28 hari atau 4 minggu keatas anda bisa mulai memberikan pakan berupa bekatul dengan dicampurkan jagung dan kedelai atau sayuran bernutrisi lainnya.

5. Pemberian Vitamin Ayam Joper

Pemberian vitamin ini bertujuan agar ayam-ayam joper ternakan anda tidak kehilangan nafsu makan dan menjaga kesehatannya. Adapun pemberian vitamin dilakukan secara berkala. Adapun waktu yang pas dalam pemberian vitamin sesuai usia ayam joper adalah sebagai berikut :

  • Usia 1 hari
    Pada saat anda memberikan minuman gula dihari pertama bibit ayam joper dimasukan dalam kandang alangkah baiknya jika anda juga mencampurkan  vita chicks yang merupakan serbuk multivitamin agar bibit-bibit ayam joper tersebut menjadi kuat.
  • Usia 7 hari
    Ketika anak ayam joper berusia 7 hari maka untuk yang kedua kalinya anda harus memberikan vita chicks agar merangsang pertumbuhan ayam-ayam joper anda menjadi lebih cepat dan sehat tentunya.
  • Usia 14 – 31 hari
    Pada usia ini vitamin yang anda berikan pada ayam-ayam joper ternakan anda bisa berupa vita stress maupun fortevit sebagai pencegahan stres yang bisa saja terjadi pada ayam-ayam tersebut juga agar tumbuh kembang ayam-ayam joper tersebut terfasilitasi dengan baik.
6. Pemberian Vaksin pada Ayam Joper

Selain memberikan vitamin pada ayam joper anda juga harus memperhatikan hal yang satu ini yakni pemberian vaksin pada ayam joper sebagai antisipasi pencegahan penyakit yang bisa saja terjangkit pada ayam-ayam joper ternakan anda.

Pemberian vaksin ini baiknya diberikan 2 kali selama masa pemeliharaan yaitu pada usia 4 hari diberikan vaksin dengan cara meneteskan pada mata ayam-ayam joper ternakan anda.

Selanjutnya adalah ketika ayam-ayam joper ternakan anda berusia 25 hari, pemberian vaksin bisa dengan cara mencampurkan pada pakan yang anda berikan pagi hari sesuai dosis yang tercantum dalam kemasan vaksin yang anda peroleh.

cara budidaya ayam joper
cara budidaya ayam joper
7. Penyakit Pada Ayam Joper dan Cara Menanganinya

Saat berternak ayam joper yang terkanal memiliki daya tahan tubuh kuat sekali pun pada nyatakan peternak tidak bisa lepas dari bayang-bayang penyakit unggas yang juga bisa menyerang ayam joper. Nah, dibawah ini adalah jenis penyakit yang biasanya bisa menyerang ayam joper :

  • Penyakit tetelo
  • Penyakit snot
  • Penyakit Gumbolo

Secara garis besar penanganannya bisa anda lakukan dengan segera mengeluarkan ayam yang terkena penyakit tersebut dan menjauhkan dari ayam lainnya sebelum virus penyakit menyebar pada ayam-ayam lain yang sehat. Setelah itu berihal obat khusus unggas yang bisa anda beli di toko peternakan.

8. Panen Ayam Joper

Seperti telah disinggung diatas bahwa masa panen ayam joper ini tidaklah terlalu lama hanya membutuhkan waktu 2 bulan saja anda sudah mulai bisa memanen ayam-ayam joper anda jika telah mencapai bobot kurang lebih 1 kg per satu ekornya.

Nah, selesai sudah, anda bisa menjual ayam-ayam joper hasil ternakan anda ke pasaran dan meraup untung untuk mengembungkan saku anda. Eit… Tunggu! Jangan buru-buru untuk memulai pemeliharaan bibit-bibit ayam joper kembali. Hal yang harus anda lakukan pasca panen adalah membersihkan kandang-kandang bekas ternakan ayam joper periode pertama. Bersihkan kandang seapik mungkin untuk memastikan tidak ada bakteri yang bisa menggangu proses ternak ayam joper pada periode berikutnya.

Diamkan selama kurang lebih 1 minggu dengan posisi kandang terbuka dan terkena paparan sinar matahari agar kuman-kuman penyebab bakteri bisa mati terpapar panasnya mentari.

Begitulah proses ternak ayam joper. Sama saja bukan dengan proses ternak ayam pada umumnya? Yang membedakan hanya masa panen yang sangat singkat yakni 2 bulan saja.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *