Sumbang Medali Emas, Atlet Asal Maluku Ini Malah Tinggal di Kolong Stadion

Loading...

Lagi-lagi nasib atlet di Indonesia-khususnya daerah, harus merasakan pahitnya kenyataan bahwa prestasi yang mereka ukir di ajang olahraga seolah tak dihargai. Padahal, butuh perjuangan keras dan pengorbanan untuk meraih semua itu. Peristiwa inilah yang dialami oleh dua atlet asal Maluku yang bernama Empy Pelamonia dan Anes Pelamonia alias Anies.

Dikutip dari Kompas TV, kedua pemuda yang berhasil meraih medali emas pada ajang Pra PON 2019 di Cibinong tersebut, harus rela diinapkan alias tinggal di bawah kolong stadion Mandala Remaja. Ya, antara prestasi yang dipersembahkan seolah berbanding terbalik dengan kenyataan. Saking geramnya karena merasa disia-siakan, keduanya bahkan bersedia membela daerah lain karena kurangnya dukungan dari pemerintah setempat.

Atlet berprestasi yang diinapkan di bawah kolong stadion

Loading...

Sebagai atlet yang berprestasi, baik Empy Pelamonia dan Anes Pelamonia sama-sama turun di cabang atletik dan sukses mendulang emas bagi Maluku. Berlaga di ajang sekelas Pra PON 2019 di Cibinong, Jawa Barat, masing mencatatkan prestasi yang gemilang. Dilansir dari Tribun Maluku, Empy Pelamonia berhasil meraih emas nomor lari 800 meter putra. Sedangkan Anies Pelamonia juga persembahkan emas di nomor 1500 meter putra.

Sayang, perjuangan keras keduanya seolah tak sebanding saat terpaksa menginap di bawah kolong Stadion Mandala Remaja. Di sanalah mereka harus melewati hari-harinya. Peristiwa ini pun akhirnya terkuak dan mengundang tanya dari beberapa pihak. Bahkan, mereka beranggapan hal tersebut tidak manusiawi. Namun apa boleh buat, semuanya telah terjadi dan keduanya memang benar-benar tidur di kolong stadion.

Pengapnya kolong stadion yang tak sebanding dengan jasa yang diberikan

Tak hanya menginap di bawah kolong stadion, keduanya juga harus rela berbagi tempat dengan peralatan latihan yang juga ditumpuk di sana. Tanpa ventilasi, dan sarana MCK, mereka harus berjuang sendirian memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ruangan sempit dan pengap tersebut, menjadi saksi betapa keduanya merasa tak diperhatikan meski telah persembahkan medali emas.

Tak hanya itu, mereka juga masih harus bersusah payah saat pulang ke Ambon seusai medali emas pada ajang Pra Pon tahun 2019. Sudah bisa ditebak, hal ini terjadi lantaran KONI Maluku tidak punya dana untuk membeli tiket pesawat bagi para Tim Atletik Maluku. di Ambon sendiri, Wempy dan Anies harus merasakan pengapnya kolong stadion sebaai tempat menginap.

Ancam tinggalkan Maluku dan membela daerah lain

Karena merasa raihan prestasi mereka minim perhatian, baik Wempy dan Anies berencana untuk meninggalkan Maluku dan membela daerah lain. Keduanya menyatakan siap hengkang dan angkat koper dari Maluku, jika ada tawaran yang lebih baik bagi masa depan. “Selama ini di Pelatnas saya membawa nama Maluku. Namun sama sekali tidak memperhatikan saya. Jadi seakan akan KONI Maluku dan PASI Maluku melempar saya bagitu saja. Padahal apa yang saya perjuangkan ini demi Maluku, ” jelas Wempy yang dikutip dari Tribun Maluku.

Jika ini sampai terjadi, tentu merupakan kerugian besar bagi Maluku. Selain bakal kehilangan potensi berupa raihan medali emas, mereka juga tak lagi dapat memanfaatkan potensi dari kedua atlet tersebut. Dikutip dari Tribun Maluku, Beberapa provinsi yang diketahui tengah melakukan pendekatan tidak resmi kepada keduanya yakni, Papua, Papua Barat, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Benarlah sebuah pepatah klasik yang menyatakan Habis Manis Sepah Dibuang, di mana jasa seseorang yang telah diberikan hanya dianggap sebagai angin lalu. Entah karena sudah menjadi kebiasaan atau memang benar-benar lupa, entahlah. Yang jelas, enggak kaget sih jika kisah di atas sering ditemui. Semoga saja ada jalan yang terbaik bagi kedua altet di atas.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *