Miris, Ketahuan Mesum Sama Pacar di Gudang Batako, Gadis 17 Tahun ini Malah Digilir 6 Orang Buruh, Kini Hamil 5 Bulan

Loading...

DP (17), gadis asal Padang Pariaman, Sumatera Barat, yang diperkosa bergilir oleh pacarnya dan gerombolan buruh pada Februari 2019 lalu kini dilaporkan hamil 5 bulan.

Ya, seperti jatuh tertimpa tangga, setelah menjadi korban pemerkosaan hingga membuatnya trauma berat, DP kini juga harus mengandung anak, yang tentunya semakin menambah beban mental dan psikis korban.

Kepada siapa dia meminta pertanggungjawaban, dan siapa sosok yang akan menjadi ayah bagi anaknya kelak.

Loading...

Melansir TribunnewsBogor.com, insiden pemerkosaan yang dialami DP berawal ketika dirinya diajak sang pacar, RZP, berhubungan badan di sebuah gudang batu bata di Enam Lingkung, Padang Pariaman.

Pada saat asyik berhubungan badan di gudang, aksi mereka diketahui oleh seorang buruh yang hingga kini masih diburu Polres Padang Pariaman.

Oleh buruh tersebut, kejadian itu ia adukan kepada rekan-rekan seprofesinya.

Mereka pun menuju ke lokasi dan mendatangi dua sejoli tersebut. Di saat itulah, DP diancam dan dipaksa untuk melayani nafsu mereka semua.

Pada laporan pertama, satu buruh tersebut hanya mengajak tiga teman lainnya, yakni JT (20), SH (23), dan NR (25). Namun belakangan, jumlah buruh yang memperkosa korban bertambah jadi 6 orang.

“Dari hasil pengembangan kasus, ternyata ada 7 orang tersangka. Satu orang pacarnya dan enam orang buruh,” kata Kasat Reskrim Polres Padang Pariaman, AKP Lija Nesmon.

Akibat kejadian itu, DP mengalami trauma berat dan sempat memendam kejadian itu, sebelum akhirnya memberanikan diri melapor ke polisi pada Selasa (10/9/2019).

“Setelah mendapatkan laporan itu, kami bergerak cepat dengan mengamankan pacarnya RZP dan tiga buruh lainnya,” lanjut Kapolres.

Ya, RZP juga turut diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, karena diduga melakukan tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Sementara tiga buruh yang berhasil diamankan masing-masing berinisial, JT (20), SH (23), dan NR (25). Sedang satu buruh lainnya melarikan diri dan kini dalam pengejaran polisi.

“Sekarang kami mengejar satu orang buruh lagi yang masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang),” tutup Kapolres.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *