Gadis di NTT Diikat lalu Dianiaya Kepala Desa dan Warga Gara-gara Dituduh Mencuri Cincin

Loading...

Sungguh miris, hanya karena sebuah cincin, seorang gadis 16 tahun asal Desa Babulu Selatan Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT) jadi harus menanggung malu, rasa sakit hingga trauma yang mungkin masih membekas sampai saat ini.

Bagaimana tidak, di hari kejadian, sang gadis yang bernama Noviana Baru ini diikat tangannya dengan kondisi duduk di atas kursi, lalu dipukul serta digantung pada regel rumah di Dusun Beitahu, sebagaimana dilansir Kompas.com.

Dan yang membuat semakin miris, aksi main hakim ini diketuai oleh Kepala Desa Babulu Selatan, Paulus Lau. Ya, bukannya mencoba menenangkan amarah warganya, Paulus Lau malah ikut-ikutan menganiaya korban.

Loading...

Padahal, status mengenai dirinya mencuri cincin belum terbuktikan sepenuhnya.

Namun inilah ‘penyakit’ masyarakat Indonesia, yang selalu suka main hakim sendiri tanpa memandang sisi kemanusiaan. Mereka bahkan tak segan melakukan aksi kekerasan yang berujung hilangnya nyawa.

Kasus penganiayaan terhadap Noviana ini pun telah dilaporkan keluarganya ke Polsek Kobalima.

“Saat ini kami sedang memeriksa saksi,” kata Kepala Polsek (Kapolsek) Kobalima AKP Marthen Pelokila, saat dikonfirmasi.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *