Viral Aksi Penyelamatan Bocah Tenggelam dengan Digendong Terbalik 20 Menit, Ini Faktanya!

Loading...

Suatu video aksi penyelamatan korban tenggelam di sungai viral di media sosial. Di sana Anda bisa lihat seorang balita hanyut dan berhasil diselamatkan.

Video ini dibagikan akun Twitter @ana_khoz. Dalam keterangan unggahan yang viral itu, dia menuliskan kalimat sebagai berikut:

“Orang yang tenggelam di air. Walau pun sudah tidak bergerak dan bernapas, jangan dianggap sudah meninggal. Coba lakukan seperti dalam video ini. Membawa si korban berlari dengan cara digendong terbalik selama 20 menit lalu pompa dadanya agar jantung kembali berfungsi,” tulisnya.

Loading...

Video tersebut sampai sekarang sudah disaksikan 135,4 ribu kali dan terpantau ada 3 ribuan netizen membagikan ulang video tersebut.

Lantas, apa yang dilakukan orang-orang ini dalam misi penyelamatan nyawa si balita yang tenggelam di sungai? Dilihat dari video yang viral itu, setelah balita itu berhasil diangkat dari sungai, dia dibawa berlari secara terbalik beberapa putaran. Badannya yang sudah mulai biru terlihat jelas di rekaman ini.

Tidak begitu jelas sudah berapa lamanya, rekaman kemudian memperlihatkan si balita berbaju putih itu ditekan dadanya. Suara isak tangis pun terdengar di belakang kamera.

Di video berikutnya, si perekam memperlihatkan, upaya penyelamatan itu rupanya membuahkan hasil. Balita tersebut kemudian menangis sangat kencang. Ya, dia kembali hidup.

Seorang perempuan pun menghampiri tubuh si balita dan mengusap-usap wajahnya. Dia beberapa kali mencium wajah si balita. Mungkin, dia adalah ibu dari balita tersebut.

Video ini kemudian menjadi pembahasan netizen di media sosial. Beberapa di antaranya mempertanyakan tindakan yang dijelaskan si penyebar video, @ana_khoz, yaitu menggendong korban terbalik selama 20 menit.

“Digendong terbalik 20 menit akan sangat tidak berguna. Tnpa ada pengecekan nadi dan napas pula. Harus langsung RJP dan naikan kaki lebih tinggi dari jantung, itu baru benar. Atau langsung bawa ke rumah sakit. Ini jangan ditiru, ya, netizen. Kalau 20 menit dibegitukan tidak sadar, risiko gejala kerusakan otak besar,” terang @musclecramphurt.

“Mati secara klinis adalah terjadinya henti napas lalu disertai henti jantung akibat kejadian tertentu pada seseorang, seperti kasus tenggelam, serangan jantung, kehilangan oksigen, dan sebagainya. Momen penyelamatan dengan resuistasi jantung paru atau RJP atau CPR bisa dilakukan,” ungkap @xo_yudi.

“Hadddeh! Maaf aja, bu. Otak sudah mulai rusak selnya setelah 5 mrnitan dan rusaknya irreversible (nggak bisa dikembalikan ke fungsi normal). Mau anak-anak, mau orang dewasa, sama saja. Kalau digendong 20 menit keburu bablas. Kalau edukasi tolong yang benar, kasihan yang percaya,” tulis @rosaliasepta.

“Kalau muridku dulu harus ada proses ritual baru jenazahnya muncul ke permukaan karena kakinya aja ditarik ke atas oleh 3 orang dewasa nggak ada yang mampu mengeluarkan dari dasar sungai. Baru setelah dilakukan ritual tiba-tiba jenazahnya muncul di bawah tikar yang sudah didoakan,” papar @DeeMz29429466.

Sementara itu, dokter Jiemi Ardian ikut membalas video ini. Berikut jawabannya, “Bagian pijat jantung memang dibuthkan jika ada henti napas dan henti jantung. Tapi, bagian di bawa lari terbalik puluhan menit? Saya rasa keliru berat. Kita punya di bawah 10 menit untuk mengembalikan denyut jantung, keburu meninggal kalau 20 menit diangkat-angkat.”

sumber: Okezone.com

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *