Hidup dengan Pria idaman, Ibu di Indramayu Tega Tinggalkan 2 Anak Kandungnya dan Dibiarkan Kelaparan

Loading...

Malang nasib dua kakak beradik di Indramayu bernama Refi (14) dan Pian (7) ini. Mereka ditinggal pergi begitu saja oleh ibu kandungnya yang lebih menyayangi dan mencintai pasangan hidup barunya.

Akibatnya, kedua bocah malang ini hidup dengan kondisi memprihatinkan di rumah gubuk yang berlokasi di Desa Karanganyara, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.

Mereka mengalami gizi buruk dan bahkan psikologi salah satunya sedikit gangguan. Dia adalah Refi. Diungkapkan oleh kakak pertama, Nur Wenda (23), sejak ditinggal ibunya, Refi menjadi tidak bisa berbicara selain hanya mengucap kata “Mah” dan tertawa seharian.

Loading...

Masih teringat jelas di pikiran Wenda, ibunya pergi meninggalkan mereka saat tengah malam.

“Dulu (satu tahun lalu) bilangnya mau beli sabun ke warung, tapi tidak kembali lagi,” ungkapnya.

Sementara ayah mereka, sudah meninggal sejak 10 tahun lalu. Sejak kepergian ibunya itu, Wenda bersama ketiga adiknya, Refi, Pian, dan Raju Winata, harus berjuang menyambung hidup. Wenda, sebagai kakak pertama lah yang menjadi tulang punggung, menghidupi adik-adiknya.

Dengan bekerja di sebuah show room motor, Wenda mendapat bayaran sebesar Rp 900 ribu per bulan. Sementara Raju, yang masih duduk di kelas X SMK bertugas menjaga dua adiknya, yang kini alami gizi buruk. Kehidupan keluarga kakak beradik yang sangat memprihatinkan ini pun telah dilirik oleh pemerintah setempat.

Seperti beberapa waktu lalu, Dinas Sosial Kabupaten Indramayu, pemerintah desa, Koramil 1616/Kandanghaur, mendatangi kediaman mereka dan memberikan bantuan seperti sembako dan kebutuhan lain. Selain itu, bantuan dari para donatur juga terus mengalir sejak kehidupan keluarga kakak beradik ini diposting ke Facebook, oleh tetangga mereka, Karmila (36), melansir TribunCirebon.com.

“Ya walaupun saya bukan keluarganya, tapi sangat kasihan melihat mereka makanya saya foto di facebook dan menjadi viral,” tuturnya.

“Alhamdulilah banyak mau nolong,” ucap Karmila.

Karmila menyampaikan, uang yang didapat dari donasi akan dipergunakan untuk merenovasi rumah mereka lengkap dengan seisi rumah, karena kondisi gubuk yang mereka tempati sudah sangat tidak layak dan jauh dari kata bersih. 

“Ini murni donasi dari Komunitas Indonesia Memberi dan Sayap Hati,” ungkapnya.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *