Atlet Senam Shalva Avrilia Ungkap Oknum Pelatih Tuduh Dirinya Tidak Perawan

Loading...

Atlet senam asal Kediri, Jawa Tengah Shalfa Avrila Siani mengungkapkan adanya seorang pelatih yang telah menuduh dirinya tidak perawan.

Tuduhan tidak perawan itu disampaikan seorang pelatih sebagai alasan Shalfa dikeluarkan dari skuat SEA Games 2019.

Seperti diektahui, atlet pelatnas artistik Shalfa Avrilia sebelumnya membuat heboh karena mengaku dikeluarkan paksa dari skuat SEA Games dengan alasan tidak perawan.

Loading...

Atas tuduhan tersebut, Shalfa pun menuntut para pihak yang menudingnya tidak perawan untuk meminta maaf.

“Saya minta pihak yang sudah ngomong tidak sebenarnya itu untuk minta maaf ke orangtua saya karena orangtua saya sangat terpukul,” ujar Shalfa kepada awak media di rumahnya, Sabtu 30 November 2019.

Selain tuntutan tersebut, gadis yang meniti karier senam sejak kelas 4 SD itu juga meminta adanya rehabilitasi. Shalfa meminta namanya diperbaiki.

Tudingan soal virginitas yang dialamatkan padanya itu telah membuat hidupnya terbebani. SAS mengaku kini dia harus menanggung rasa yang membuatnya putus asa.

Padahal, soal keperawanan itu, menurut SAS, pihak pelatih tidak pernah melakukan pemeriksaan secara medis. Sehingga dia sangat menyayangkan munculnya tudingan itu.

“Padahal (di mess) tidak ada tes (keperawanan) sama sekali, ” ungkap SAS lagi.

Atas rasa malu itu, bahkan membuatnya ingin pindah dari sekolah hingga membuatnya menghentikan karirnya di dunia senam.

Bantahan Pelatih
Sementara itu, Pelatih pelatnas artistik Indra Sibarani mengatakan membantah dan merasa heran dengan Shalfa Avrila Siani.

Indra Sibarani membantah keras pengakuan Ayu tersebut. Menurut pria yang juga pelatih kepala senam Jawa Timur itu, kenyataan yang sesungguhnya, tidak seperti tuduhan pesenam asal Kediri tersebut.

Indra mengatakan, pencoretan itu terjadi murni karena prestasi Shalfa yang melorot drastis dalam kualifikasi PON yang berlangsung 1 sampai 4 November.

Dengan status sebagai atlet SEA Games, tambah Indra, seharusnya Shalfa bisa menjadi juara pada nomor balance beam maupun floor.

Namun, kenyataannya, Shalfa malah hanya berada di peringkat ke-13 pada balance beam dan nomor tujuh di nomor floor. Fakta ini sangat mengecewakan tim pelatih.

“Nggak berprestasi, dibawa SEA Games? Kok enake! Kalau prestasi tinggi nggak apa, tapi masuk final SEA Games saja belum tentu kok,” kata Indra seperti dilansir dari Jawaposcom, Filipina, 29 November 2019.

sumber: Makassar.terkini.id

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *